alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Ngusaba Nini di Pesinggahan, Sehari tanpa Aktivitas di Sawah

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung menggelar upacara besar setiap purnama kadasa. Upacara itu adalah Usaba Nini, yang digelar di Pura Desa selama tiga hari.

Ngusaba tahun ini berlangsung pada 17-19 Maret lalu. Bendesa Adat Pesinggahan I Wayan Sujana beberapa waktu lalu mengatakan, sehari setelah prosesi persembahyangan di Pura Desa, petani di Pesinggahan tidak beraktivitas. Kegiatan di persawahan ditiadakan selama sehari.

Kata Sujana, Ida Sesuhunan sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa turun dan beriringan menuju persawahan di desa setempat. Kemudian iring-iringan yang juga diikuti warga beranjak menuju Pura Bedugul Subak Pesinggahan. Setelah serangkaian prosesi digelar itulah, petani tidak boleh beraktivitas di sawah.

Menurut kepercayaan krama setempat, pantangan beraktivitas di sawah adalah simbol penghormatan kepada Bhatara Dewi Sri. Warga juga meyakini hal itu sebagai simbol untuk mencapai kemakmuran. Mereka berharap Usaba Nini dapat berdampak positif bagi warga Pesinggahan. “Jadi sudah berlaku secara turun-temurun,” ucap Sujana.

Menurutnya, Usaba Nini sebagai bentuk persembahan masyarakat kepada Tuhan atas limpahan berkah yang diberikan. Apalagi wilayah desa dikelilingi persawahan atau lahan produktif. Tatanan masyarakat setempat sebagian juga berkecimpung di pertanian. Persembahan kepada Dewi Sri adalah wujud bhakti warga agar kemakmuran dapat selalu menyertai.

Rangkaian Usaba Nini juga dilengkapi dengan dihaturkannya beragam jenis tari wali saat persembahyangan di Pura Desa. Seperti Tari Rejang, Tari Baris, Tari Topeng dan lainnya. Tari-tarian yang bersifat sakral dipentaskan sebelum maupun sesudah persembahyangan.

 






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung menggelar upacara besar setiap purnama kadasa. Upacara itu adalah Usaba Nini, yang digelar di Pura Desa selama tiga hari.

Ngusaba tahun ini berlangsung pada 17-19 Maret lalu. Bendesa Adat Pesinggahan I Wayan Sujana beberapa waktu lalu mengatakan, sehari setelah prosesi persembahyangan di Pura Desa, petani di Pesinggahan tidak beraktivitas. Kegiatan di persawahan ditiadakan selama sehari.

Kata Sujana, Ida Sesuhunan sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa turun dan beriringan menuju persawahan di desa setempat. Kemudian iring-iringan yang juga diikuti warga beranjak menuju Pura Bedugul Subak Pesinggahan. Setelah serangkaian prosesi digelar itulah, petani tidak boleh beraktivitas di sawah.

Menurut kepercayaan krama setempat, pantangan beraktivitas di sawah adalah simbol penghormatan kepada Bhatara Dewi Sri. Warga juga meyakini hal itu sebagai simbol untuk mencapai kemakmuran. Mereka berharap Usaba Nini dapat berdampak positif bagi warga Pesinggahan. “Jadi sudah berlaku secara turun-temurun,” ucap Sujana.

Menurutnya, Usaba Nini sebagai bentuk persembahan masyarakat kepada Tuhan atas limpahan berkah yang diberikan. Apalagi wilayah desa dikelilingi persawahan atau lahan produktif. Tatanan masyarakat setempat sebagian juga berkecimpung di pertanian. Persembahan kepada Dewi Sri adalah wujud bhakti warga agar kemakmuran dapat selalu menyertai.

Rangkaian Usaba Nini juga dilengkapi dengan dihaturkannya beragam jenis tari wali saat persembahyangan di Pura Desa. Seperti Tari Rejang, Tari Baris, Tari Topeng dan lainnya. Tari-tarian yang bersifat sakral dipentaskan sebelum maupun sesudah persembahyangan.

 






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/