alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Berada di Tengah Hutan, Miliki Palinggih Unik

Salah satu pura yang terdapat di Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, bisa terbilang unik. Pura ini bernama Pura Dalem Pingit Desa Adat Pilan, yang secara struktur, palinggih di pura ini sangat unik. Selain itu, pura ini juga memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar. 

SESUAI dengan namanya, Pura Dalem Pingit memang berada di wilayah Desa Adat Pilan. Pura ini berdiri di areal setra desa adat setempat, dan secara lokasi tidak jauh dari Kebun Raya Gianyar (KRG), yang juga menggunakan lahan Setra Desa Adat Pilan. 

Baik Pura Dalem Pingit maupun KRG, berada di kawasan hutan yang luasnya mencapai 9,7 hektare. Luasnya lahan hutan tersebut membentang dari kawasan yang datar hingga lereng tebing di sisi barat yang ditumbuhi berbagai jenis pohon dan semak. Tak heran, kawasan pura ini dikelilingi pepohonan yang sangat rimbun.

Dilihat dengan seksama, Pura Dalem Pingit berada di ujung tenggara kawasan hutan itu. Pura ini pun tidak dibatasi tembok panyengker sebagaimana pura pada umumnya. Lebih unik lagi sebagai batas dari pura ini, berupa pepohonan besar dan rimbun semak belukar, sehingga menambah magis area pura ini.

Tidak saja keunikan dari sisi bentuk pura, di utamaning mandala juga hanya terdapat satu buah palinggih. Bentuk palinggih itu bertiang empat memanjang ke selatan, dengan bale-bale, tanpa pondasi dan beratapkan ijuk. Sementara tiang hanya beralas sendi batu.

Selain itu, areal utama mandala ini hanya dibatasi dengan deretan tanaman semak, seperti andong dan tanaman lainnya. Kemudian di hulu utama mandala terdapat empat pohon besar. Masing-masing dua di timur dan dua di barat. Sedangkan batas antara areal utama dan madya mandala juga hanya dibatasi dua pohon besar yang ada di bagian barat dan di sisi sebelah timur.

Jero Kabayan Dani menceritakan, Pura Dalem Pingit memiliki keunikan tersendiri, khususnya pada bentuk palinggihnya, yang sangat jauh berbeda dari pura-pura yang ada di Bali pada umumnya.

Diungkapkan olehnya, selama ini memang tidak pernah ada piodalan di pura tersebut. Sebelum dibangun Pura Dalem Desa Adat Pilan, seperti Pura Dalem di desa adat lainnya pada umumnya, kata dia, hanya ada penyawangan untuk di Pura Dalem Pingit. “Makanya dulu, untuk kepentingan upacara yadnya, krama cukup melakukan ritual di palinggih penyawangan tersebut. Tidak langsung ke Pura Dalem Pingit,” paparnya.

Namun seiring perkembangan zaman, maka dibangunlah Pura Dalem Desa Adat Pilan, sebagaimana keberadaan Pura Dalem di desa adat lainnya. “Dan jika dilangsungkan piodalan di Pura Dalem Desa Adat Pilan, maka wajib mendak nuur sesuhunan di (Pura) Dalem Pingit,” terangnya. (bersambung)


Salah satu pura yang terdapat di Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, bisa terbilang unik. Pura ini bernama Pura Dalem Pingit Desa Adat Pilan, yang secara struktur, palinggih di pura ini sangat unik. Selain itu, pura ini juga memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar. 

SESUAI dengan namanya, Pura Dalem Pingit memang berada di wilayah Desa Adat Pilan. Pura ini berdiri di areal setra desa adat setempat, dan secara lokasi tidak jauh dari Kebun Raya Gianyar (KRG), yang juga menggunakan lahan Setra Desa Adat Pilan. 

Baik Pura Dalem Pingit maupun KRG, berada di kawasan hutan yang luasnya mencapai 9,7 hektare. Luasnya lahan hutan tersebut membentang dari kawasan yang datar hingga lereng tebing di sisi barat yang ditumbuhi berbagai jenis pohon dan semak. Tak heran, kawasan pura ini dikelilingi pepohonan yang sangat rimbun.

Dilihat dengan seksama, Pura Dalem Pingit berada di ujung tenggara kawasan hutan itu. Pura ini pun tidak dibatasi tembok panyengker sebagaimana pura pada umumnya. Lebih unik lagi sebagai batas dari pura ini, berupa pepohonan besar dan rimbun semak belukar, sehingga menambah magis area pura ini.

Tidak saja keunikan dari sisi bentuk pura, di utamaning mandala juga hanya terdapat satu buah palinggih. Bentuk palinggih itu bertiang empat memanjang ke selatan, dengan bale-bale, tanpa pondasi dan beratapkan ijuk. Sementara tiang hanya beralas sendi batu.

Selain itu, areal utama mandala ini hanya dibatasi dengan deretan tanaman semak, seperti andong dan tanaman lainnya. Kemudian di hulu utama mandala terdapat empat pohon besar. Masing-masing dua di timur dan dua di barat. Sedangkan batas antara areal utama dan madya mandala juga hanya dibatasi dua pohon besar yang ada di bagian barat dan di sisi sebelah timur.

Jero Kabayan Dani menceritakan, Pura Dalem Pingit memiliki keunikan tersendiri, khususnya pada bentuk palinggihnya, yang sangat jauh berbeda dari pura-pura yang ada di Bali pada umumnya.

Diungkapkan olehnya, selama ini memang tidak pernah ada piodalan di pura tersebut. Sebelum dibangun Pura Dalem Desa Adat Pilan, seperti Pura Dalem di desa adat lainnya pada umumnya, kata dia, hanya ada penyawangan untuk di Pura Dalem Pingit. “Makanya dulu, untuk kepentingan upacara yadnya, krama cukup melakukan ritual di palinggih penyawangan tersebut. Tidak langsung ke Pura Dalem Pingit,” paparnya.

Namun seiring perkembangan zaman, maka dibangunlah Pura Dalem Desa Adat Pilan, sebagaimana keberadaan Pura Dalem di desa adat lainnya. “Dan jika dilangsungkan piodalan di Pura Dalem Desa Adat Pilan, maka wajib mendak nuur sesuhunan di (Pura) Dalem Pingit,” terangnya. (bersambung)


Most Read

Artikel Terbaru

/