Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Mantra dan Tata Cara Pasupati Saat Tumpek Landep

I
Penulis: I Putu Suyatra❯
Ini Mantra dan Tata Cara Pasupati Saat Tumpek Landep
Ini Mantra dan Tata Cara Pasupati Saat Tumpek Landep

BALI EXPRESS, MENGWI - Dalam perayaan Tumpek Landep bagi umat Hindu di Bali, umumnya yang distanakan pada hari itu adalah Sang Hyang Siwa dan Sang Hyang Pasupati.


Advertisement

Pasupati merupakan senjata berbentuk panah yang ujungnya berupa bulan sabit. Senjata ini dianggap sangat tajam dan dapat memusnahkan adharma (kebatilan)  di dunia.

Maka dari itu, upacara Pasupati  dimaksudkan sebagai pemujaan atau permohonan berkah kepada Sang Hyang Pasupati agar  memberikan kekuatan magis pada benda – benda tertentu yang akan dikeramatkan atau dipasupati.

Menurut Ida Pandita Mpu Putra Yoga Parama Daksa, Tumpek Landep adalah saat yang tepat bagi mereka yang ingin nunas penganugerahan pada benda benda pusaka dan juga bagi mereka yang mendalami tatwa.

Advertisement

“Hari  yang bagus bagi yang ingin nunas energi untuk mapasupati pusaka,” ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), kemarin di Mengwi, Badung.

Pusaka yang umumnya dapat dipasupati di ataranya keris, pratima, pis kepeng, barong, rangda, rerajahan, serta penggunaan simbol simbol lainnya.

Lantas seperti apa rangkaian ritual pamasupatian tersebut? Mpu Parama Daksa memaparkan, upacara Pasupati umumnya ada tiga jenis,   sederhana, madya, dan utama.

Advertisement

“Untuk pelaksanaan sederhana, biasanya hanya dilakukan secara individu di rumah. Benda – benda yang dipasupati juga hanya benda tertentu saja, yaitu pis kepeng dan benda kecil lainnya. Untuk Pasupati pratima atau keris ya harus menggunakan upacara utama,” ujarnya.

Adapun banten Pasupati sederhana yaitu canang sari, dupa (pasupati) dan tirta pasupati.

“Kalau yang madya biasanya hanya menggunakan banten peras dan daksina (pejati). Nah untuk yang utama ini, bantennya agak besar. Biasanya untuk dilakukan di pura,” ujarnya.

Banten pasupati utama  Di antaranya sesayut Pasupati (tumpeng barak, raka – raka , jaja dan kojong balung), prayascita, sorohan alit, banten durmanggala, dan pejati.

“Ada baiknya Pasupati ini dipuput oleh pemangku atau mpu dan pandita. Hal itu untuk menteralisasi kesalahan yang akan terjadi,” paparnya. 

Mpu Parama Daksa juga memaparkan, mantra yang digunakan  ketika menghaturkan banten Pasupati yaitu:

Om Sanghyang Pasupati Ang, Ung, Mang ya Namah swaha.

Om Brahma Astra Pasupati, Visnu Astra Pasupati, Siva Astra Pasupati, Om ya namah svaha.

Om Sanghyang Surya Chandra tumurun maring Sanghyang Aji Sarasvati, Tumurun maring Sanghyang Gana, Angawe Pasupati mahasakti, Angawe Pasupati mahasiddhi,
Angawe Pasupati mahasuci, Angawe pangurip mahasakti, Angawe pangurip mahasiddhi, Angawe pangurip mahasuci, Angurip sahananing raja karya teka urip, teka urip, teka urip.

Om Sang Hyang Akasa pertiwi Pasupati, angurip 'nama benda yang akan di pasupati'.

Om eka vastu avighnam svaha

Om sang – bang- tang – ang – ing – nang-mang- sing- wang- yang- ang- ung – mang.

Om Brahma Pasupati, Om Bisnu Pasupati, Om Shiva sampurna ya namah svaha.

 

Advertisement

Artikel Terkait

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

PT Yili Indonesia Dairy (YILI) bersama merek es krim Joyday turut berpartisipasi dalam kegiatan Self-Care Antimicrobial Resistance Awareness Run (AMRun) 5K 2026 yang diselenggarakan di kawasan Sanur, Bali awal November

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer