DENPASAR, BALI EXPRESS - Selain Garuda, bendera Negara Indonesia juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Dari segi warna, bendera Indonesia terdiri dari warna merah dan putih. Ada banyak versi, seperti merah mengandung arti berani atau lambang dari daging dan darah. Ada pula yang mengatakan itu simbol gula aren, sebagai salah satu bahan campuran makanan khas dari Indonesia. Sedangkan putih berarti suci atau perlambang tulang, nasi dan sebagainya. Tentunya itu sah saja selama membangkitkan spirit dan kebanggan bangsa Indonesia.
Menurut I Made Adi Surya Pradnya, dalam filosofi Hindu, warna merah dan putih adalah lambang dua unsur penciptaan, yakni Kama Bang (merah) dan Kama Petak (putih). “Kama Bang sebagai unsur kebendaan atau yang dalam makhluk hidup berupa ovum, sedangkan Kama Petak sebagai unsur kejiwaan atau dalam makhluk hidup berupa sperma,” ungkapnya.
Keduanya bilang bertemu akan menghasilkan generasi yang baru.
Berkaitan dengan dunia, warna merah melambangkan pertiwi, sedangkan warna putih melambangkan langit. Warna kombinasi merah putih tersebut bukan hanya digunakan sebagai bendera oleh Indonesia, melainkan panji-panji kerajaan pada zaman dahulu dikatakan telah menggunakan panji berwarna merah putih. Salah satunya adalah Majapahit.
Adi mengungkapkan bahwa apa pun nilai filosofi yang disematkan oleh bangsa Indonesia, selama itu tidak melenceng dan menambah semangat kebanggaan masyarakat, tidak masalah. “Tentunya merah itu juga bisa diartikan sebagai semangat yang membara dan keberanian untuk membangun bangsa dan negara ini ke arah lebih baik lagi,” ungkapnya.
“Sementara itu, putih adalah kesucian dan ketulusan generasi penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan,” tambahnya. Dengan paduan keduanya, Doktor termuda IHDN tersebut yakin bahwa Indonesia akan semakin maju ke depannya.
Editor : I Putu Suyatra