Mencari Pura Tirta Maji ini memang tidak mudah. Untuk menuju ke lokasi harus melalui jalan setapak. Lokasinya agak menjorok ke pedalaman. Namun, aura magis sangat terasa ketika menapaki jalan menuju pura ini.
BELUM lama ini Bali Express (Jawa Pos Group) sempat mendatangi pura ini. Suasana sejuk setelah turun hujan menghantarkan sepanjang perjalanan menuju Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, tempat pura ini berdiri. Sesampainya di lokasi, pura ini nampak hijau ditumbuhi lumut dan pepohonan yang tumbuh subur saat musim hujan. Areal pura ini tidak terlalu besar, namun mampu menampung pamedek yang jumlahnya sangat banyak saat piodalan atau hari-hari raya tertentu.
Di sisi lain, terdapat sebuah kolam yang dibatasi dengan tembok panyengker. Kolam tersebut adalah sebuah petirtaan. Air dalam petirtaan tersebut dikenal ajaib. Airnya selalu menggenang dari masa ke masa.
Untuk menggali informasi mengenai keberadaan pura tersebut, Bali Express mendatangi rumah Klian Desa Pakraman Depeha, Made Sudarman. Dengan menggunakan baju kaos dan celana pendek, pria bertato dan bertubuh kekar ini menceritakan keberadaan Pura Tirta Maji.
Diterangkan, Pura Tirta Maji terletak di Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan. Namun disungsung masyarakat Desa Depehe. Pura ini telah berdiri sejak jaman Kerajaan Indra Pura masih berkuasa. Ceritanya di tempat tersebut ada sebuah petirtaan yang sangat berguna untuk upacara yadnya. Sesuai nama pura itu, Tirta artinya air suci, dan Maji berarti berharga.
Sudarman menerangkan, pujawali di Pura Tirta Maji jatuh pada Purnama Kaulu. Seperti sebuah petirtaan pada umumnya, petirtaan di Pura Tirta Maji juga dimanfaatkan untuk upacara yadnya. “Semua upacara di sana memohon tirta juga di pura ini. Ada petirtaan di sana, di pura itu yang sudah ada sejak lama. Petirtaan itu seperti mata air,” jelasnya saat ditemui di kediamannya.
Adapun wujud dari petirtaan itu sebagaimana berbentuk kukusan. Pada musim apa pun air pada petirtaan itu tidak pernah habis walau musim kemarau dan tidak pernah penuh walau musim hujan. “Ajaib sekali memang, kalau musim hujan tidak pernah penuh sekali sampai meluber. Begitu juga kalau musim kering, airnya tetap ada. Bentuknya lonjong seperti tempat memasak nasi itu, kukusan,” ujarnya.
Tirta yang terdapat di Pura Tirta Maji tidak hanya berguna dalam upacara yadnya. Namun, tirta tersebut dipercaya dapat mengabulkan suatu permohonan. “Permohonan apa pun itu. Datang dan memohon dengan iklas dan yakin, percaya tidak percaya, maka akan berhasil,” tuturnya.
Editor : I Putu Suyatra