Bendesa Adat Blahkiuh I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja mengatakan, agar pasar tradisional yang dikelola desa adat itu tetap eksis, pihak desa adat terus memperbarui manajemen pengelolaan pasar.
Saat ini, pengelolaan pasar lebih modern dan profesional. Mengingat persaingan akan semakin ketat. Pasar ini, lanjut pria yang akrab disapa Gung Tut Sudaratmaja, menjadi tempat transaksi hasil pertanian dan produk olahan lokal. Keberadaannya juga untuk penguatan ekonomi masyarakat lokal, sekaligus sebagai tujuan utama dari pelestarian pasar ini.
“Saat ini ada sekitar 550 pedagang, dengan pengunjung sekitar 2.500 orang per hari. Peredaran uang di pasar sekitar Rp 80-100 juta sehari,” ungkap Gung Tut Sudaratmaja, belum lama ini.
Dikatakannya, pendapatan pasar tersebut meningkat secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Pendapatan pasar yang semula Rp 16 juta setiap bulan, naik menjadi Rp 30 juta.
Melihat perkembangan pasar seperti itu, desa adat memutuskan mengambil keuntungannya untuk insentif ke setiap banjar. “Saat ini di Blahkiuh ada 7 banjar adat, masing-masing Rp 1 juta per bulan. Sehingga dapat meringankan krama dalam menjalankan agama, adat, tradisi, dan budaya,” paparnya. Editor : I Komang Gede Doktrinaya