BALI EXPRESS - Tak hanya menjadi santapan, makanan atau kuliner di Bali juga memiliki arti yang penting dalam kehidupan beragama Hindu.
Dalam tiap upacara agama Hindu di Bali, makanan tradisional turut dilibatkan sebagai sesajen atau persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Biasanya dalam Banten (Sesajen) tiap makanan memiliki maknanya tersendiri bagi umat Hindu khususnya di Bali.
Berikut ini berbagai kuliner tradisional Bali yang juga menjadi sarana upacara umat Hindu.
Lawar
Perayaan Galungan kurang lengkap tanpa adanya makanan khas Bali yang bernama Lawar.
Lawar adalah makanan yang terbuat dari campuran antara sayuran dan daging cincang. Untuk daging yang digunakan bermacam-macam.
Mulai dari daging ayam, bebek, kerbau hingga daging babi.
Makanan untuk perayaan Galungan itu wajib ada karena memiliki arti tersendiri bagi.
Bagi mereka yang merayakan Galungan, makanan lawar memiliki arti kebersamaan dan gotong royong, atau juga simbol keharmonisan alam.
Nasi Kuning
Saat hari raya Kuningan umat Hindu di Bali selalu mempersembahkan nasi kuning.
Nasi yang dimasak dengan bumbu kuning ini bermakna sebagai wujud syukur atas kemakmuran juga kemenangan.
Tape Ketan
Tape ketan merupakan salah satu makanan yang wajib saat perayaan Galungan di Bali.
Biasanya masyarakat Bali lebih sering menyebut makanan tersebut dengan sebutan tape injin.
Kata 'injin' diambil dari bahasa Bali yang memiliki arti ketan hitam atau beras hitam.
Makanan untuk perayaan Galungan yang satu ini bahkan selalu disiapkan jauh-jauh hari sebelum perayaan Galungan dimulai.
Biasanya masyarakat Bali sudah mulai membuat h-3 sebelum perayaan. Itu karena proses pembuatan tape ketan membutuhkan waktu yang lama.
Arak Berem
Arak adalah minuman beralkohol. Ada berbagai jenis arak di Bali, mulai dari arak lontar, berem, kelapa dan lain-lain.
Arak memiliki peranan penting dalam upacara di Bali. Arak menjadi simbol penyeimbang kepada Panca Maha Bhuta (lima unsur alam)
Buah-buahan
Buah-buahan tak pernah absen dari Banten (Sesajen) dalam tiap Gelaran upacara di Bali. Kadang tersebut akan dirangkai untuk kemudian disajikan. Rangkaian buah-buahan ini disebut gebogan.
Tidak ada ketentuan khusus mengenai jenis buah-buahan yang digunakan untuk Banten.
Biasanya umat Hindu lebih sering memilih buah-buahan seperti apel, jambu, pisang, salak, manggis, mangga, dan anggur. Adanya buah-buahan pada perayaan Galungan tersebut merupakan simbol rasa syukur terhadap Tuhan.
Editor : I Putu Suyatra