Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Pandangan Hindu tentang Perilaku Seks Bebas di Luar Nikah

I Putu Mardika • Minggu, 24 September 2023 | 20:47 WIB
Relief orang yang hanya mengutamakan seks.
Relief orang yang hanya mengutamakan seks.

BALI EXPRESS- Tantangan generasi muda Hindu sangatlah berat di era kekinian. Selain narkoba, salah satu persoalan berat yang dihadapi adalah seks bebas sebelum menikah.

Seks bebas ini tentu memberikan dampak yang tidak mudah. Dalam ajaran agama Hindu, seks bebas ini dianggap sebagai dosa.

Seks bebas di kalangan generasi muda yang sedang sebenarnya dalam menjalani masa Brahmacari (menuntut ilmu) ini disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup akibat globalisasi dan modernisasi di segala segi aspek kehidupan.

Perubahan gaya hidup ini telah menimbulkan banyaknya kasus-kasus pergaulan bebas di kalangan remaja, salah satunya yaitu seks bebas.

Dampak negatifnya bisa hamil di luar nikah hingga tumbuh kembang janin dan perkembangan bayi yang sering terabaikan.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan sering kali remaja ingin melakukan adegan layaknya suami istri sebelum terikat perkawinan.

Di antaranya kurangnya perhatian orang tua, kekuatan iman yang memudar, salah pergaulan, kesempatan ruang dan waktu.

Pepondokan mandiri yang tersebar luas yang dapat dijadikan untuk berbuat asusila mesum serta rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas.

Dari adanya hal tersebut menimbulkan sikap permisip seks bebas yang semakin diwajarkan. Perilaku seks pranikah ini sejatinya pertentangan keras dengan ajaran agama Hindu.  

Dalam agama Hindu perilaku seks sebelum menikah ini sama halnya dengan berzina karena melakukan hubungan seksual sebelum ada ikatan pernikahan dan bukan dengan pasangan sahnya.

Larangan dan akibat perilaku ini telah dijelaskan dalam kutipan sloka sebagai berikut.

Tattsamotho hi loksya jayate warnasamkarah, yena mulaharo’dharmah sarwanacaya kalpate (Manawa Dharmasastra VIII.353)

Terjemahan: Dengan perzinaan menimbulkan kelahiran warna campur antara manusia, kemudian dari pada itu menimbulkan dosa yang akhirnya memotong keakar-akarnya dan menyebabkan kehancuran daripada segala-galanya

Jika mengacu sloka tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perbuatan zina atau berhubungan seksual di luar pernikahan dianggap salah dan telah menyimpang dari ajaran agama Hindu.

Bahkan, telah dijelaskan dalam kitab Manawa Dharmasatsra bahwa melakukan perzinaan akan menimbulkan dosa yang akhirnya menimbulkan kehancuran segala-galanya.

Para remaja (brahmacarya) yang telah berani melakukan hubungan seksual saat masih menempuh pendidikan tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nantinya karena telah terlena akan api asmara dan nafsu (kama).

Dampak dari melakukan perzinaan maka akibatnya adalah kehancuran pada masa depanya. Selain itu, ancaman putus sekolah karena hamil di luar pernikahan, hingga melakukan aborsi yang sejatinya semua perbuatan itu akan menimbulkan dosa yang besar dan kehancuran.

Sekuat-kuatnya mental remaja untuk tak tergoda pada perilaku seks sebelum menikah, jikalau terus menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol (adanya kesempatan), tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukanya.

Generasi muda yang terjerumus dalam pergaulan seks bebas ini tidak mungkin langsung begitu saja terjadi.

Budaya seks bebas lebih banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan dan martabat kaum remaja atau dewasa yang melakukannya seperti hamil di luar nikah.

Hilangnya harga diri, prestasi menurun, aborsi, bunuh diri, tekanan batin dan mental, terjangkit penyakit dan tercorengnya nama baik keluarga. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#seks bebas #hindu