Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sloka 11 Sarasamuscaya: Pentingnya Perbuatan Baik, Moralitas, dan Etika

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 18 Oktober 2023 | 15:15 WIB
KITAB : Kitab Suci Sarasamuscaya Sloka 11 menekankan pentingnya perbuatan baik, moralitas, dan etika dalam kehidupan seseorang dalam ajaran agama Hindu.
KITAB : Kitab Suci Sarasamuscaya Sloka 11 menekankan pentingnya perbuatan baik, moralitas, dan etika dalam kehidupan seseorang dalam ajaran agama Hindu.

BALI EXPRESS - Agama Hindu sangat mempercayai adanya reinkarnasi. Seseorang akan mengalami berbagai kelahiran kembali dalam siklus kehidupan yang berkelanjutan yang disebut samsara. 

Hal itu tertuang dalam Sloka 11 Kitab Sarasamuscaya yang menyebutkan:

“Ihaiva narakavyādheścikitsāṁ na karoti yaḥ, gatvā nirauṣadhaṁ sthānaṁ sarujaḥ kiṁ kariṣyati.”

Artinya: 

Seseorang yang tidak menyembuhkan penyakit neraka ketika dia berada dalam penjelmaan menjadi manusia, apa yang kemudian akan dia lakukan ketika dia pergi ke penjelmaan bukan manusia, dimana dia kekurangan obat untuk sadar melakukan perbuatan baik.

Hal ini diibaratkan seperti "penyakit neraka" yang sulit disembuhkan.

Dalam konteks ini, "penyakit neraka" bisa diartikan sebagai karma buruk yang sangat berat, yang mungkin membuatnya sulit untuk melakukan perbuatan baik.

" Ajaran Punarbhawa mengingatkan umat Hindu akan pentingnya tindakan yang baik, moral, dan etika dalam kehidupan manusia, karena tindakan tersebut akan memengaruhi nasib jiwa mereka dalam reinkarnasi berikutnya," jelas Deny.

Ini adalah bagian integral dari pandangan Hindu tentang bagaimana seseorang dapat mencapai pembebasan dan mengakhiri siklus kelahiran-kematian yang terus-menerus.

Dalam konteks Hindu, konsep karma, atau hukum sebab-akibat sangat penting. 

Baca Juga: Hendak Dijual untuk Konsumsi, Penyelundup 11 Penyu Hijau Disergap Polair Polda Bali 

Apabila seseorang tidak melakukan perbuatan baik atau berperilaku buruk, mereka akan mengalami akibat yang sesuai. Sebab, perbuatan baik menghasilkan karma baik, yang pada akhirnya akan membawa kebahagiaan dan kebaikan.

Sementara perbuatan buruk menghasilkan karma buruk, yang akan membawa penderitaan dan kesulitan. Orang yang tidak melakukan perbuatan baik dianggap sebagai "orang sakit" yang tidak mendapatkan manfaat dari obat karma baik. 

Saat mereka meninggal, mereka diibaratkan seperti orang sakit yang berobat ke suatu tempat yang kekurangan obat. Ini berarti mereka akan terus menderita pada penjelmaan berikutnya tanpa kesempatan untuk memperbaiki nasib mereka.

Baca Juga: Lagi, Timnas Indonesia Bantai Brunei Darussalam dengan Skor Telak 6-0 

"Pesan yang dapat diambil dari Sloka 11 ini adalah pentingnya perbuatan baik, moralitas, dan etika dalam kehidupan seseorang di dalam ajaran agama Hindu," tegasnya.

Teks ini mencerminkan prinsip-prinsip karma dan reinkarnasi yang menjadi dasar ajaran agama Hindu. Dimana perbuatan seseorang dalam kehidupan saat ini berdampak pada nasib mereka dalam kehidupan berikutnya.

Dengan demikian, kita mendorong umat Hindu untuk hidup dengan bijaksana, berbuat baik, dan menghindari perbuatan buruk untuk mencapai kebahagiaan dan pembebasan dari siklus samsara.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Sarasamuscaya #hindu #etika #tradisi #sloka 11 #reinkarnasi