TABANAN, BALI EXPRESS – Pura merupakan tempat suci umat Hindu. Terdapat beberapa jenis pura yang ada di Bali, mulai Pura Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, Kahyangan Jagat, Kahyangan Tiga, hingga Pura Swagina.
Di Kabupaten Tabanan, Bali terdapat satu Pura Sad Kahyangan. Yaitu Pura Luhur Batukau yang terletak di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel.
Penyuluh Agama Hindu di Bali, Ni Made Ayu Suniari memaparkan Pura Luhur Batukau di dalam beberapa sumber sastra, menyebutkan Watukaru, tetapi yang lumrah di masyarakat menyebut dengan Batukaru atau Batukau.
Kata Watukaru atau Batukaru adalah terdiri dari dua suku kata. Yaitu Batu atau Watu dan Karu atau kau. Batu dalam bahasa bali berarti batu biasa.
Batu dalam pemaknaan agama adalah mengandung makna kekuatan atau sumber energi. Sementara karu atau kau adalah bermakna bentuk seperti tempurung kelapa.
Dalam bahasa sastra disebutkan istilah Watukaru. Sedangkan dalam bahasa masyarakat adalah disebut Batukau.
Namun secara umum dalam bentuk pengkajian dari segi bentuk dan makna kata dapat disimpulkan Batukaru bermakna kekuatan penutup.
Sementara berdasarkan data-data tertulis atau yang disebut dengan babad Pura Batu Karu didirikan oleh Mpu Kuturan pada masa pemerintahan Raja Bali Kuna dinasti Warmadewa.
Baca Juga: Lama Menganggur, Osvaldo Haay Resmi Gabung Bhayangkara Presisi Indonesia FC
Disebutkan juga sebagai salah satu bagian penyangga, terdapat beberapa fungsi Pura Luhur Batukau.
Pertama adalah sebagai tempat beberapa para subak memohon keselamatan dan kemakmuran hidup dengan melaksanakan upacara keberhasilan bercocok tanam.
Kedua dipercaya sebagai tempat suci untuk memohon keselamatan hidup dari berbagai profesi.
Ketiga sebagai penghayatan Ida Bhatara Sanghyang Bayu, yang paling menonjol adalah merupakan benteng pertahanan atau keselamatan pemerintah dan negara. (*)
Editor : I Made Mertawan