BALI EXPRESS - Masyarakat Hindu Bali telah lama mempraktikkan keyakinan yang menarik tentang tanaman yang ditanam di pekarangan rumah mereka.
Menurut Jro Panca dalam Kanal Youtube Taksu Poleng, pemilihan tanaman bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang menghadirkan energi baik dan menghalau yang negatif.
Di pintu masuk, tanaman seperti pohon beregu dan Belatung Gada dianjurkan untuk mengubah mindset negatif dan menghalau energi buruk.
"Beregu diyakini dapat mengubah mindset manusia yang tidak baik menjadi baik, karena di dalam Weda pohon beregu mengajarkan ilmu pengetahuan sehingga manusia bisa memilah yang benar dan salah,” ujarnya.
Begitu masuk ke pekarangan, kayu tulak (di sebelah kiri) dan pohon sisih (di sebelah kanan) memainkan peran penting dalam menolak energi yang tidak diinginkan.
“Agar saat kita masuk ke dalam rumah, energi negative itu ditolak dan dipisahkan,” paparnya.
Tidak hanya itu, penempatan tanaman seperti pohon kelor di depan dapur dan pohon tunjang langit diyakini memberikan efek positif pada rumah dan penghuninya.
Bahkan pohon mangkok dianggap sebagai wadah rejeki.
“Kalau di pekarangan, pohon yang dapat menyerap energi bisa ditanam daun sirih," katanya.
Jika pekarangan rumah bekas kuburan atau tempat pembantaian atau pemotongan hewan, disarankan untuk menanam pohon pisang batu.
Sementara jika rumah miring ke arah Barat Laut, disarankan menanam biu gedang saba.
"Sementara untuk bunga kamboja tidak dianjurkan di pekarangan rumah tetapi dianjurkan di merajan,” imbuhnya.
Namun, ada juga tanaman yang sebaiknya dihindari.
Misalnya, pohon kelapa yang memiliki kisah terkait Brahma dan Ganesha tidak disarankan untuk ditanam di rumah.
Jika sudah telanjur ditanam, bisa dinetralisir dengan ritual puja dengan mengikat pohon kelapa menggunakan lalang pada hari Tumpek Uye.
Selain itu, pohon pisang juga dilarang ditanam di pekarangan rumah, selain pekarangan bekas kuburan dan pekarangan miring ke arah Barat Laut.
Begitu juga dengan pohon bambu dan tanaman berbuku lainnya yang diyakini dapat menghambat perjalanan dan rejeki.
Tanaman yang Dianjurkan:
1. Pohon Beregu
Ditanam di sebelah kiri pintu masuk untuk mengubah mindset negatif menjadi positif.
2. Belatung Gada
Ditempatkan di sebelah kanan pintu masuk untuk menghalau energi negatif dari makhluk tak kasat mata.
3. Kayu Tulak
Ditanam di sebelah kiri pekarangan untuk menolak energi negatif.
4. Pohon Sisih
Ditempatkan di sebelah kanan pekarangan untuk menyisihkan hal-hal negatif.
5. Pohon Kelor
Idealnya ditanam di depan dapur untuk meredupkan energi negatif.
6. Pohon Tunjang Langit
Berfungsi sebagai penyerap energi negatif dan penolong doa agar lebih cepat sampai kepada Hyang Widhi.
7. Pohon Mangkok
Dipercaya sebagai wadah rejeki yang baik.
Tanaman yang Dilarang atau Tidak Disarankan:
1. Pohon Kelapa
Tidak dianjurkan ditanam di rumah karena kisah Brahma dan Ganesha.
2. Pohon Pisang
Dilarang ditanam di pekarangan rumah selain pekarangan bekas kuburan atau miring ke arah Barat Laut.
3. Pohon Bambu
Tidak disarankan ditanam di dalam rumah karena diyakini dapat menghambat perjalanan dan rejeki.
4. Tanaman Lain
Seperti pohon asem, pohon beringin, dan cempaka, tidak dianjurkan ditanam di dalam rumah. Jika ingin menanam, disarankan untuk ditempatkan di dalam pot agar akarnya tidak menyentuh tanah.