Makna Telur dalam Ritual Hindu Bali: Simbol Kehidupan dan Kesempurnaan Persembahan
I Putu Mardika• Senin, 6 Mei 2024 | 14:41 WIB
Makna telur dalam sarana upakara umat Hindu di Bali.
BALI EXPRESS - Telur bukan sekadar bahan makanan biasa dalam ritual Hindu Bali. Lebih dari itu, telur memiliki makna simbolis yang mendalam dan erat kaitannya dengan konsep kehidupan dan kesempurnaan persembahan. Hal ini tertuang dalam teks kuno Widi Sastra Bhatara Nawa Dunggulan.
Simbol Kehidupan
Menurut Ida Bagus Made Bhaskara dari Griya Sunya Tampaksiring Gianyar, telur melambangkan kehidupan.
Kuning telur diibaratkan sebagai Antah Karana Sarira (jiwa esensial), putih telur sebagai Suksma Sarira (jiwa halus), dan kulit telur sebagai Sthula Sarira (tubuh fisik).
Penggunaan telur dalam ritual Hindu Bali diyakini menyempurnakan persembahan kepada para Dewa.
Telur melambangkan Pinaka Uriping Banten, roh dari persembahan.
Hal ini sesuai dengan kisah Bhagawan Dunggulan yang memberikan wejangan kepada manusia agar menyertakan telur dalam persembahan.
Jenis Telur yang Digunakan
Telur yang digunakan dalam ritual Hindu Bali beragam, mulai dari telur ayam, itik, angsa, hingga reptil seperti tokek dan ular, terutama dalam ritus caru-caru khusus.
Masing-masing jenis telur memiliki makna dan penggunaannya sendiri dalam ritual tertentu.
Salah satu contoh penggunaan telur yang sederhana adalah dalam banten "kacang-taluh" yang merupakan irisan telur dan kacang-kacangan, yang sering ditemui pada sodan alit.
Bahkan dalam ritual dengan tingkat kepentingan tertinggi, telur merupakan bagian tak terpisahkan.
“Misalnya, dalam banten sanggar tawang, telur bebek menjadi bagian wajib dari banten 'suci tiba rwa',” jelasnya.
Bentuk Pengolahan Telur
Telur diolah dengan berbagai cara dalam ritual Hindu Bali, seperti direbus (lalab), digoreng (ginoreng), ditusuk dan dibakar (guling), dan dipecahkan dan digoreng tanpa minyak (medadah).
Telur dalam ritual Hindu Bali bukan sekadar pelengkap, tetapi memiliki makna simbolis yang penting.
Telur melambangkan kehidupan dan kesempurnaan persembahan, serta merepresentasikan ajaran tantra dan konsep pasu-bali (persembahan daging) dalam agama Hindu. ***