Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sasih Kasa: Bulan Penuh Makna dan Ritual untuk Umat Hindu Bali, Mengungkap Misteri Kalender Bali

I Putu Suyatra • Minggu, 12 Januari 2025 | 01:18 WIB
Salah satu yadnya yang dilaksanakan umat Hindu Bali.
Salah satu yadnya yang dilaksanakan umat Hindu Bali.

BALIEXPRESS.ID - Pernahkah Anda melihat kalender Bali yang tergantung di rumah warga Hindu Bali? Kalender yang kaya akan makna ini menjadi panduan penting bagi umat Hindu untuk menentukan hari suci dan waktu yang tepat untuk menjalankan berbagai ritual keagamaan.

Meski banyak yang sudah terbiasa dengan kalender Masehi, kalender Bali menggunakan sistem sasih dan wuku yang memiliki keunikan tersendiri.

Sasih Kasa: Bulan Pertama yang Menjadi Titik Awal Ritual Hindu

Kalender Bali dibagi dalam dua sistem utama: sasih dan wuku. Setiap tahun, kalender Bali memiliki 12 sasih, mirip dengan 12 bulan dalam sistem Masehi.

Namun, perhitungan sasih ini berbeda jauh, dengan selisih sekitar enam bulan dari kalender Masehi.

Sebagai contoh, ketika Masehi menunjukkan bulan Juli, dalam perhitungan Sasih, itu adalah bulan pertama, yang dikenal sebagai Sasih Kasa.

Menurut Dr. Gede Sutarya, ahli budaya Bali asal Bangli dan pengamat pariwisata, Sasih Kasa memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Hindu di Bali.

Ia menjelaskan bahwa Sasih Kasa menjadi bulan pertama dalam siklus perhitungan kalender Bali dan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memulai berbagai kegiatan ritual agama Hindu.

Namun, tidak semua ritual bisa dilaksanakan pada bulan ini, melainkan hanya yang berkaitan dengan Pitra Yadnya—upacara yang berfokus pada penghormatan kepada arwah leluhur.

Sasih Kasa dan Pitra Yadnya: Ritual yang Dijalankan dengan Kepercayaan Mendalam

Sutarya, yang juga seorang dosen di UHN Sugriwa Denpasar, menambahkan bahwa Sasih Kasa erat kaitannya dengan upacara Ngaben atau kremasi, serta berbagai ritual Pitra Yadnya lainnya.

Dalam kepercayaan Hindu, bulan ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan upacara ini karena bertepatan dengan posisi matahari yang berada di belahan bumi utara, yang disebut sebagai Utarayana—jalan terang yang dipercaya membawa Sang Pitara (roh leluhur) menuju Surga.

Dalam mitologi Hindu, arah utara selalu dikaitkan dengan pencapaian Surga.

Itulah sebabnya, ketika matahari bergerak ke arah utara pada Sasih Kasa, dipercaya bahwa itu adalah titik balik musim panas—waktu yang baik untuk melaksanakan ritual-ritual penting bagi umat Hindu.

Sutarya juga mengaitkan hal ini dengan kisah Bhisma Putra Gangga yang memilih waktu mati saat musim panas di belahan bumi utara, ketika bunga mulai bermekaran.

Mitos dan Kepercayaan: Perlindungan Dewa Kartikeya

Sasih Kasa juga dipercaya sebagai waktu di mana Dewa Kartikeya, putra Dewa Siwa, kembali ke orbitnya setelah berpergian.

Dalam kepercayaan Bali, kembalinya Dewa Kartikeya ini menandakan perlindungan bagi umat manusia, termasuk perlindungan dari wabah penyakit.

Selain itu, Dewi Uma, Dewi Kesuburan, juga kembali ke bumi pada saat ini untuk mengembalikan kesuburan tanah, mempersiapkan tanah bagi petani untuk memulai tanamannya.

Sasih Kasa dan Siklus Musim: Saat yang Tepat untuk Bertani

Selain dalam konteks keagamaan, Sasih Kasa juga berkaitan dengan siklus alam.

Pada bulan ini, musim kemarau mulai terasa, dengan sumur yang mulai mengering dan debit air yang menurun karena hujan yang semakin jarang.

Meskipun begitu, Sutarya mencatat bahwa kondisi ini bisa saja berubah seiring dengan faktor cuaca.

Bagi petani, Sasih Kasa adalah waktu yang tepat untuk mulai membakar jerami dan menanam palawija—tanaman pengganti padi. Padi baru akan ditanam pada bulan Agustus, setelah musim kemarau mulai berlalu.

Dengan demikian, Sasih Kasa bukan hanya penting dalam konteks ritual, tetapi juga memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali, terutama dalam pertanian.

Kesimpulan: Sasih Kasa, Bulan Penuh Makna dan Simbolik

Sasih Kasa adalah bulan yang penuh makna bagi umat Hindu di Bali. Tidak hanya sebagai awal dari siklus ritual keagamaan, tetapi juga sebagai waktu yang penuh dengan kepercayaan dan simbolisme yang mendalam.

Kepercayaan bahwa bulan ini adalah waktu yang baik untuk memulai aktivitas ritual dan pertanian, menghubungkan manusia dengan alam dan kekuatan ilahi yang lebih tinggi.

Seiring berjalannya waktu, kalender Bali tetap menjadi panduan hidup yang sangat dihargai, melestarikan tradisi yang sudah ada sejak lama.

Berita ini disusun untuk memberikan wawasan yang menarik, mendalam, dan penuh kepercayaan, yang mengundang rasa penasaran pembaca mengenai kekayaan budaya dan kepercayaan umat Hindu Bali. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kasa #pitra yadnya #Sasih #hindu #kalender