alexametrics
24.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Vaksin Pariwisata Rampung, Ada Harapan Keran Internasional Dibuka

DENPASAR, BALI EXPRESS –  Dibukanya pariwisata internasional sangat dinanti-nanti oleh pelaku pariwisata di Bali. Segala persiapan pun telah dilakukan, termasuk vaksinasi bagi tenaga pariwisata yang ada. Dengan demikian harapan pembukaan pariwisata untuk wisatawan internasional pun akan mendekati lampu hijau. 

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Senin (1/3) menjelaskan sampai saat ini vaksinasi bagi tenaga pariwisata masih terus berlanjut. “Yang kemarin 2.500 tenaga pariwisata telah divaksin. Kalau pariwisata kan tidak ditutup, tetap dibuka dengan menerapkan prokes tapi untuk wisatawan nusantara saja,” jelasnya. 

 

Sedangkan keran pariwisata internasional sampai saat ini memang belum dibuka, sebab kebijakan itu disebut dari Presiden langsung. Pihaknya pun berharap pasca vaksinasi digelar agar secara tertata dan selektif pariwisata internasional dapat dibuka. “Internasional kan belum, kita berharap internasional dengan tertata selektif bisa dibuka.Itu harapan kita cuma masalahnya yang menentukan itu presiden buka  gubernur, jadi harus menunggu kebijakan pusat,” sambung Astawa. 

 

Dalam kesempatan itu diungkapkan juga per (28/2) tenaga pariwisata yang mendaftar vaksin sebanyak 92 ribu. Data tersebut ia dapatkan sesuai pengisian form yang dilakukan dengan  sistem online. “Sampai kemarin yang daftar sebanyak 92 ribuan,” tandasnya. 

 

Sedangkan dikonfirmasi terpisah Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyebutkan jangka panjang memang ada dibukanya pariwisata untuk wisatawan internasional. “Untuk jangka panjangnya pasti arah kita ke sana. Tapi  upaya kita untuk memberikan vaksin terhadap tenaga kerja pariwisata dan mesyarakat. Kemudian disertai dengan disiplin terhadap prokes, yang keberhasilannya ditandai dengan menurunnya angka yang terinveksi virus covid 19,” paparnya. 

 

Sementara untuk jangka pendeknya, pria yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini menerangkan akan membuka program free covid 19 corridoor (FCC). “Program jangka pendek kita adalah membuka program FCC yaitu free covid 19 corridoor. Untuk sampai pada tahapan tersebut tentu ada pertimbangan lain, diantaranya kebijakan pemerintah pusat, dan kondisi di luar negeri,” tandasnya.

 


DENPASAR, BALI EXPRESS –  Dibukanya pariwisata internasional sangat dinanti-nanti oleh pelaku pariwisata di Bali. Segala persiapan pun telah dilakukan, termasuk vaksinasi bagi tenaga pariwisata yang ada. Dengan demikian harapan pembukaan pariwisata untuk wisatawan internasional pun akan mendekati lampu hijau. 

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Senin (1/3) menjelaskan sampai saat ini vaksinasi bagi tenaga pariwisata masih terus berlanjut. “Yang kemarin 2.500 tenaga pariwisata telah divaksin. Kalau pariwisata kan tidak ditutup, tetap dibuka dengan menerapkan prokes tapi untuk wisatawan nusantara saja,” jelasnya. 

 

Sedangkan keran pariwisata internasional sampai saat ini memang belum dibuka, sebab kebijakan itu disebut dari Presiden langsung. Pihaknya pun berharap pasca vaksinasi digelar agar secara tertata dan selektif pariwisata internasional dapat dibuka. “Internasional kan belum, kita berharap internasional dengan tertata selektif bisa dibuka.Itu harapan kita cuma masalahnya yang menentukan itu presiden buka  gubernur, jadi harus menunggu kebijakan pusat,” sambung Astawa. 

 

Dalam kesempatan itu diungkapkan juga per (28/2) tenaga pariwisata yang mendaftar vaksin sebanyak 92 ribu. Data tersebut ia dapatkan sesuai pengisian form yang dilakukan dengan  sistem online. “Sampai kemarin yang daftar sebanyak 92 ribuan,” tandasnya. 

 

Sedangkan dikonfirmasi terpisah Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyebutkan jangka panjang memang ada dibukanya pariwisata untuk wisatawan internasional. “Untuk jangka panjangnya pasti arah kita ke sana. Tapi  upaya kita untuk memberikan vaksin terhadap tenaga kerja pariwisata dan mesyarakat. Kemudian disertai dengan disiplin terhadap prokes, yang keberhasilannya ditandai dengan menurunnya angka yang terinveksi virus covid 19,” paparnya. 

 

Sementara untuk jangka pendeknya, pria yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini menerangkan akan membuka program free covid 19 corridoor (FCC). “Program jangka pendek kita adalah membuka program FCC yaitu free covid 19 corridoor. Untuk sampai pada tahapan tersebut tentu ada pertimbangan lain, diantaranya kebijakan pemerintah pusat, dan kondisi di luar negeri,” tandasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/