alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

IKKAPI Bali Segera Daftarkan Pedagang Pasar dan PKL ke BPJS TK

DENPASAR, BALI EXPRESS – Melihat situasi dan kondisi para pedagang dalam berjualan yang berpotensi mengalami kecelakaan kerja, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali akan mendaftarkan para pedagang pasar di Provinsi Bali agar tercover BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya telah menyambangi BPJS Ketenagakerjaan Bali dan melakukan audiensi terkait rencana tersebut.

“Kami konsultasi dengan pejabat di BPJamsostek Kacab Denpasar terkait asuransi yang tepat untuk pedagang pasar dan pedagang kaki lima. Karena melihat risiko kerja bapak-ibu pedagang, maka sudah tepat bila para pedagang itu mendapatkan asuransi yang dicover oleh BPJS Tenagakerjaan,” ujar Ketua IKAPPI Bali, Sudadi Murtadho saat dihubungi Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (1/9).

Rencananya, kata dia, kesepakatan akan dibuat pada awal bulan September. Jika kesepakatan telah dibuat, maka dari IKAPPI Bali bersama dengan Tim BPJS Ketenagakerjaan akan turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada kepala pasar. Sehingga nantinya para pedagang pasar akan tercover BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Petani di Subak Lanyah 2 Terancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya

“Kami harapkan ini segera terealisasi karena di provinsi lain sudah melaksanakan ini. Targetnya awal bulan ini sudah terealisasi. Jadi manfaatnya untuk mengcover kecelakaan kerja saat berjualan atau kematian. Apalagi pedagang pasar kita di Bali ini rata-rata sudah berumur. Jadi membantu mereka nantinya,” jelasnya. “Target pedagangnya saja untuk di Denpasar bisa mencapai 5.000 lebih. Di Pasar Kreneng saja data kami sekitar 1.500 pedagang, ini baru Pasar Kreneng, belum pasar lainnya,” imbuh dia.

Pihaknya pun meyakini, tidak semua pedagang yang bersedia untuk mendaftarkan diri. Namun, Sudadi akan mencoba untuk memberi sosialisasi dan menjelaskan terkait keuntungan yang nantinya diperoleh pihak pedagang. Disamping itu, ia pula yakin ada pedagang yang telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. Untuk itu ia mengupayakan pedagang yang belum tercover agar bersedia mendaftarkan diri. “Dengan adanya asuransi ini paling tidak mereka terbantukan,” kata dia.

Baca Juga :  DTW Mulai Buka, Pengunjung Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Mekanismenya, Sudadi menjelaskan, per pedagang hanya mengeluarkan iuran sebesar Rp 16.800 per bulan. Agar tak memberatkan pedagang, iuran tersebut dikumpulkan setiap harinya sejumlah Rp 500. Yang mana, nantinya pedagang tinggal menyetorkan kepada kepala pasar, dan kepala pasar akan membayarkannya ke BPJS Ketenagakerjaan. 

Sementara itu, Account Representative BPJamsostek Kepala Cabang Denpasar Ode Dasanova mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan untuk pedagang pasar ini merupakan Program BPU (Bukan Penerima Upah). “Program BPJS Ketenagakerjaan yang rencana dilaksanakan untuk pedagang pasar adalah program BPU (Bukan Penerima Upah). Iuran terendah dengan program JKK dan JKM dasar upah Rp 1 juta dengan iuran hanya Rp 16.800,” katanya.(ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Melihat situasi dan kondisi para pedagang dalam berjualan yang berpotensi mengalami kecelakaan kerja, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali akan mendaftarkan para pedagang pasar di Provinsi Bali agar tercover BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya telah menyambangi BPJS Ketenagakerjaan Bali dan melakukan audiensi terkait rencana tersebut.

“Kami konsultasi dengan pejabat di BPJamsostek Kacab Denpasar terkait asuransi yang tepat untuk pedagang pasar dan pedagang kaki lima. Karena melihat risiko kerja bapak-ibu pedagang, maka sudah tepat bila para pedagang itu mendapatkan asuransi yang dicover oleh BPJS Tenagakerjaan,” ujar Ketua IKAPPI Bali, Sudadi Murtadho saat dihubungi Bali Express (Jawa Pos Group), Rabu (1/9).

Rencananya, kata dia, kesepakatan akan dibuat pada awal bulan September. Jika kesepakatan telah dibuat, maka dari IKAPPI Bali bersama dengan Tim BPJS Ketenagakerjaan akan turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada kepala pasar. Sehingga nantinya para pedagang pasar akan tercover BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Topang CHSE, Digitalisasi Sport Tourism Berbasis QRIS Diresmikan

“Kami harapkan ini segera terealisasi karena di provinsi lain sudah melaksanakan ini. Targetnya awal bulan ini sudah terealisasi. Jadi manfaatnya untuk mengcover kecelakaan kerja saat berjualan atau kematian. Apalagi pedagang pasar kita di Bali ini rata-rata sudah berumur. Jadi membantu mereka nantinya,” jelasnya. “Target pedagangnya saja untuk di Denpasar bisa mencapai 5.000 lebih. Di Pasar Kreneng saja data kami sekitar 1.500 pedagang, ini baru Pasar Kreneng, belum pasar lainnya,” imbuh dia.

Pihaknya pun meyakini, tidak semua pedagang yang bersedia untuk mendaftarkan diri. Namun, Sudadi akan mencoba untuk memberi sosialisasi dan menjelaskan terkait keuntungan yang nantinya diperoleh pihak pedagang. Disamping itu, ia pula yakin ada pedagang yang telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. Untuk itu ia mengupayakan pedagang yang belum tercover agar bersedia mendaftarkan diri. “Dengan adanya asuransi ini paling tidak mereka terbantukan,” kata dia.

Baca Juga :  Menangkan Prabowo-Sandi, Roemah Djoeang Bali Gelar Jalan Santai

Mekanismenya, Sudadi menjelaskan, per pedagang hanya mengeluarkan iuran sebesar Rp 16.800 per bulan. Agar tak memberatkan pedagang, iuran tersebut dikumpulkan setiap harinya sejumlah Rp 500. Yang mana, nantinya pedagang tinggal menyetorkan kepada kepala pasar, dan kepala pasar akan membayarkannya ke BPJS Ketenagakerjaan. 

Sementara itu, Account Representative BPJamsostek Kepala Cabang Denpasar Ode Dasanova mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan untuk pedagang pasar ini merupakan Program BPU (Bukan Penerima Upah). “Program BPJS Ketenagakerjaan yang rencana dilaksanakan untuk pedagang pasar adalah program BPU (Bukan Penerima Upah). Iuran terendah dengan program JKK dan JKM dasar upah Rp 1 juta dengan iuran hanya Rp 16.800,” katanya.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/