alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

PLN, BTN, 9 BUMN Konstruksi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

BANDUNG, BALI EXPRESS- PT PLN dan 9 BUMN Konstruksi serta 1 BUMN Perbankan, yakni PT Bank Tabungan Negara (BTN Persero) Tbk, menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi Nasional demi mewujudkan energi bersih melalui gerakan penggunaan kompor induksi. 

Sedangkan 9 BUMN Konstruksi yang menandatangani nota kesepahaman adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan Perum Perumnas.

Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah meningkatkan penggunaan kompor induksi di sektor rumah tangga untuk mengurangi impor LPG dan penghematan devisa negara.

“Melalui sinergi BUMN dalam mendorong gerakan penggunaan kompor induksi, dapat mengurangi biaya impor energi dan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Program ini sangat bermanfaat bagi berbagai kalangan, sehingga perlu digaungkan secara berkelanjutan dengan skala yang lebih besar, ” ujar Erick dalam siaran pers PLN, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga :  Apa Beda Server dan VPS?

Bertempat di Kementerian BUMN, penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dengan Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo, Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito, Direktur Utama Adhi Karya (Persero) Tbk Entus Asnawi, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Lukman Hidayat.

Penandatanganan juga dilakukan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Tbk Budi Harto, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Haedar A Karim, Direktur Utama PT Amarta Karya (Persero) Nikolas Agung RS, Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero) Bambang E. Marsono, dan Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro. 

Penandatanganan yang berlangsung  Rabu (31/3) ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan apresiasinya atas dukungan Kementerian BUMN dan seluruh BUMN Karya, yang terlibat dalam sinergi BUMN mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional serta gerakan penggunaan kompor induksi ini.

Baca Juga :  Uu Ruzhanul Tekankan Pentingnya Hargai Perbedaan

“Salah satu upaya untuk mendorong penyerapan konsumsi energi dalam negeri (domestic energy consumption) secara optimal adalah dengan mengajak masyarakat untuk dapat beralih menggunakan kompor induksi, tanpa harus bergantung kepada kompor gas,” ungkap Zulkifli.

Karena saat ini, lanjutnya, penyediaan sumber energi untuk gas masih didapatkan melalui impor, sehingga membuat masyarakat berada pada kondisi imported energy consumption.

Dalam sinergi ini terdapat dua poin yang menjadi landasan utama. Pertama, mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek unit perumahan dan apartemen yang sedang atau akan dibangun. 

Kedua, menciptakan kemudahan kepada mitra kerja yang menerapkan program konversi kompor LPG ke kompor induksi. Melalui gerakan penggunaan kompor induksi ini diharapkan penggunaan energi bersih dan energi dalam negeri, bisa lebih masif, dan secara langsung mendorong kemandirian dan ketahanan energi. 


BANDUNG, BALI EXPRESS- PT PLN dan 9 BUMN Konstruksi serta 1 BUMN Perbankan, yakni PT Bank Tabungan Negara (BTN Persero) Tbk, menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi Nasional demi mewujudkan energi bersih melalui gerakan penggunaan kompor induksi. 

Sedangkan 9 BUMN Konstruksi yang menandatangani nota kesepahaman adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan Perum Perumnas.

Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah meningkatkan penggunaan kompor induksi di sektor rumah tangga untuk mengurangi impor LPG dan penghematan devisa negara.

“Melalui sinergi BUMN dalam mendorong gerakan penggunaan kompor induksi, dapat mengurangi biaya impor energi dan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Program ini sangat bermanfaat bagi berbagai kalangan, sehingga perlu digaungkan secara berkelanjutan dengan skala yang lebih besar, ” ujar Erick dalam siaran pers PLN, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga :  Server PPDB Down Terus, Prescon Disdik Jabar Diserang Netizen

Bertempat di Kementerian BUMN, penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dengan Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo, Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Agung Budi Waskito, Direktur Utama Adhi Karya (Persero) Tbk Entus Asnawi, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Lukman Hidayat.

Penandatanganan juga dilakukan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Tbk Budi Harto, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Haedar A Karim, Direktur Utama PT Amarta Karya (Persero) Nikolas Agung RS, Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero) Bambang E. Marsono, dan Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro. 

Penandatanganan yang berlangsung  Rabu (31/3) ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan apresiasinya atas dukungan Kementerian BUMN dan seluruh BUMN Karya, yang terlibat dalam sinergi BUMN mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional serta gerakan penggunaan kompor induksi ini.

Baca Juga :  PLN Gandeng TNI AL Lakukan Simulasi Tanggap Darurat di Selat Bali

“Salah satu upaya untuk mendorong penyerapan konsumsi energi dalam negeri (domestic energy consumption) secara optimal adalah dengan mengajak masyarakat untuk dapat beralih menggunakan kompor induksi, tanpa harus bergantung kepada kompor gas,” ungkap Zulkifli.

Karena saat ini, lanjutnya, penyediaan sumber energi untuk gas masih didapatkan melalui impor, sehingga membuat masyarakat berada pada kondisi imported energy consumption.

Dalam sinergi ini terdapat dua poin yang menjadi landasan utama. Pertama, mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek unit perumahan dan apartemen yang sedang atau akan dibangun. 

Kedua, menciptakan kemudahan kepada mitra kerja yang menerapkan program konversi kompor LPG ke kompor induksi. Melalui gerakan penggunaan kompor induksi ini diharapkan penggunaan energi bersih dan energi dalam negeri, bisa lebih masif, dan secara langsung mendorong kemandirian dan ketahanan energi. 


Most Read

Artikel Terbaru

/