alexametrics
26.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Paparan Abu Vulkanik Tak Pengaruhi Tanaman Wortel

BALI EXPRESS, TABANAN – Kendatipun abu vulkanik erupsi Gunung Agung beberapa minggu lalu sampai ke ke Daerah Kabupaten Tabanan, hal itu tidak mempengaruhi hasil kebun masyarakat. Khususnya di Kecamatan Baturiti, yang didominasi sayuran. 

Seperti halnya dituturkan seorang pengepul wortel di Banjar Abang, Desa Batusesa, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Wayan Darmadi. Menurutnya, meskipun sempat terpapar abu vulkanik di wilayah Kecamatan Baturiti. Namun hal itu tidak sampai membuat tanan wortel para petani rusak. “Abunya memamg sempat sampai di Baturiti tetapi tidak tebal, dan tidak mempengaruhi tanaman wortel,” ujarnya Rabu (1/5). 

Ditambahkannya, hasil tanaman wortel para petani di lahan seluas setengah hektar kali ini bahkan sangat bagus. Bahkan banyak wortel tumbuh mulus dan tidak mengkerut meskipun wortel jenis lokal. “Kalau untuk tahun ini pertumbuhanya bagus belum ada rusak,” lanjutnya.

Adapun pertumbuhan wortel biasanya akan terganggu saat sering terjadi hujan. Ditambah jika perawatan yang dilakukan tidak maksimal. “Biasanya terganggu saat musim hujan, biasanya daun wortel cepat busuk yang menyebabkan wortel tidak tumbuh bagus,” imbuhnya.

Selaku pengepul biasanya ia membeli wortel di petani paling banyak satu ton dan paling sedikit dua kwintal. Ia membeli  dengan harga Rp 6.000 untuk yang wortel ukuran kecil dan Rp 4.000 wortel yang ukuran besar. “Biasanya jual ke Singaraja dan Pasar Induk Baturiti,” pungkasnya.


BALI EXPRESS, TABANAN – Kendatipun abu vulkanik erupsi Gunung Agung beberapa minggu lalu sampai ke ke Daerah Kabupaten Tabanan, hal itu tidak mempengaruhi hasil kebun masyarakat. Khususnya di Kecamatan Baturiti, yang didominasi sayuran. 

Seperti halnya dituturkan seorang pengepul wortel di Banjar Abang, Desa Batusesa, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Wayan Darmadi. Menurutnya, meskipun sempat terpapar abu vulkanik di wilayah Kecamatan Baturiti. Namun hal itu tidak sampai membuat tanan wortel para petani rusak. “Abunya memamg sempat sampai di Baturiti tetapi tidak tebal, dan tidak mempengaruhi tanaman wortel,” ujarnya Rabu (1/5). 

Ditambahkannya, hasil tanaman wortel para petani di lahan seluas setengah hektar kali ini bahkan sangat bagus. Bahkan banyak wortel tumbuh mulus dan tidak mengkerut meskipun wortel jenis lokal. “Kalau untuk tahun ini pertumbuhanya bagus belum ada rusak,” lanjutnya.

Adapun pertumbuhan wortel biasanya akan terganggu saat sering terjadi hujan. Ditambah jika perawatan yang dilakukan tidak maksimal. “Biasanya terganggu saat musim hujan, biasanya daun wortel cepat busuk yang menyebabkan wortel tidak tumbuh bagus,” imbuhnya.

Selaku pengepul biasanya ia membeli wortel di petani paling banyak satu ton dan paling sedikit dua kwintal. Ia membeli  dengan harga Rp 6.000 untuk yang wortel ukuran kecil dan Rp 4.000 wortel yang ukuran besar. “Biasanya jual ke Singaraja dan Pasar Induk Baturiti,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/