26.5 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Astra Motor Bali Gandeng YLPK Sosialisasi ke Dealer Honda

DENPASAR, BALI EXPRESS – Astra Motor Bali bersama dengan seluruh jaringan resmi sepeda motor Honda terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan ke konsumen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengenalkan Undang-undang (UU) perlindungan konsumen ke seluruh jaringan sepeda motor Honda.

Untuk kegiatan sosialisasi UU perlindungan konsumen, Astra Motor Bali menggandeng YLPK (Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen) wilayah Bali dalam memaparkan materi perlindungan konsumen, pelaku usaha, hak kewajiban serta konsumen cerdas via zoom meeting yang diikuti  oleh Dealer Honda seluruh Bali 30 Oktober 2021 lalu.

Dalam pemaparan sharing yang disampaikan ketua YLPK Bali, Putu Armaya mengenalkan UU Nomor 8 Tahun 1999, sejarah lahirnya lembaga konsumen, hingga pada masa pemerintahan Presiden B.J Habibie tepatnya pada tanggal 20 April 1999 UU Nomor 8 Tahun 1999 (UU Perlindungan Konsumen) disahkan. Dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tertuang tentang pengertian perlindungan konsumen, pelaku usaha, siapa konsumen, serta barang dan jasa yang dimanfaatkan konsumen.

Putu Armaya, menegaskan wajib menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen. Sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya. Asas yang digunakan, yakni asas keseimbangan, asas manfaat, asas kepastian hukum, asas keamanan dan keselamatan. Dalam kesempatan itu pula konsumen wajib mengetahui hak dan kewajibannya.

“Sosialisasi UU perlindungan konsumen merupakan salah satu bentuk perhatian pelaku usaha bahwa sebagai konsumen harus bisa berpikir cerdas dalam membaca dan meneliti produk yang akan dibeli. Pada intinya, undang-undang ini mengatur hak dan kewajiban sebagai konsumen dan pelaku usaha agar sama-sama sejalan,” katanya.

Honda Customer Care (HC3) Manager Astra Motor Bali, Gede Partayasa mengatakan, sebagai pelaku usaha dalam hal ini sebagai dealer Honda mengenal hak dan kewajiban pelaku usaha sangat penting. Dengan adanya acara sosialisasi tersebut juga diharapkan Honda Bali tetap dapat memberikan produk yang berkualitas dan pelayanan terbaik yang menunjang produk yang dijual. Seperti service dan sparepart yang ada di semua jaringan dealer Honda dan AHASS.

“Melalui Sosialisasi dan sharing kali ini bisa mendapatkan informasi terkini seputar perlindungan konsumen secara tepat dan akurat. Semoga bermanfaat untuk dealer Honda Bali sebagai pelaku usaha yang bisa mengedukasi para konsumen agar menjadi konsumen yang cerdas,” tuturnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Astra Motor Bali bersama dengan seluruh jaringan resmi sepeda motor Honda terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan ke konsumen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengenalkan Undang-undang (UU) perlindungan konsumen ke seluruh jaringan sepeda motor Honda.

Untuk kegiatan sosialisasi UU perlindungan konsumen, Astra Motor Bali menggandeng YLPK (Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen) wilayah Bali dalam memaparkan materi perlindungan konsumen, pelaku usaha, hak kewajiban serta konsumen cerdas via zoom meeting yang diikuti  oleh Dealer Honda seluruh Bali 30 Oktober 2021 lalu.

Dalam pemaparan sharing yang disampaikan ketua YLPK Bali, Putu Armaya mengenalkan UU Nomor 8 Tahun 1999, sejarah lahirnya lembaga konsumen, hingga pada masa pemerintahan Presiden B.J Habibie tepatnya pada tanggal 20 April 1999 UU Nomor 8 Tahun 1999 (UU Perlindungan Konsumen) disahkan. Dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tertuang tentang pengertian perlindungan konsumen, pelaku usaha, siapa konsumen, serta barang dan jasa yang dimanfaatkan konsumen.

Putu Armaya, menegaskan wajib menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen. Sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya. Asas yang digunakan, yakni asas keseimbangan, asas manfaat, asas kepastian hukum, asas keamanan dan keselamatan. Dalam kesempatan itu pula konsumen wajib mengetahui hak dan kewajibannya.

“Sosialisasi UU perlindungan konsumen merupakan salah satu bentuk perhatian pelaku usaha bahwa sebagai konsumen harus bisa berpikir cerdas dalam membaca dan meneliti produk yang akan dibeli. Pada intinya, undang-undang ini mengatur hak dan kewajiban sebagai konsumen dan pelaku usaha agar sama-sama sejalan,” katanya.

Honda Customer Care (HC3) Manager Astra Motor Bali, Gede Partayasa mengatakan, sebagai pelaku usaha dalam hal ini sebagai dealer Honda mengenal hak dan kewajiban pelaku usaha sangat penting. Dengan adanya acara sosialisasi tersebut juga diharapkan Honda Bali tetap dapat memberikan produk yang berkualitas dan pelayanan terbaik yang menunjang produk yang dijual. Seperti service dan sparepart yang ada di semua jaringan dealer Honda dan AHASS.

“Melalui Sosialisasi dan sharing kali ini bisa mendapatkan informasi terkini seputar perlindungan konsumen secara tepat dan akurat. Semoga bermanfaat untuk dealer Honda Bali sebagai pelaku usaha yang bisa mengedukasi para konsumen agar menjadi konsumen yang cerdas,” tuturnya.


Most Read

Artikel Terbaru