alexametrics
24.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Es Amer Susu, The Next Level Minuman Pinggir Jalan Imam Bonjol

DENPASAR, BALI EXPRESS – Umumnya, minuman beralkohol hanya bisa dinikmati di kafe atau klub-klub di pusat kota. Tetapi, berbeda dengan minuman alkohol yang satu ini. Nanda Delin Setiawan, 25, bisa menyulap es susu pinggir jalan menjadi to the next level es susu dengan campuran minuman alkohol anggur merah (amer).

“Untuk idenya sih kita sempat lihat di Bandung, ada yang jual es amer, jadi kita ngikut nih mau coba jualan es amer. Mumpung pandemi gini kan ekonomi agak sulit, jadi saya coba untuk jualan es amer. Setelah jualan, responnya cukup baik sih dari masyarakat,” ujar Owner Es ASU (Anggur Merah Susu) ini saat ditemui di lokasi Jalan Imam Bonjol, Kamis (2/12).

Kendati amer yang ia gunakan berlabel minuman beralkohol, konsumen tak perlu khawatir. Sebab, ia tak serta-merta menggunakan satu botol amer dalam minumannya, melainkan dicampur dengan gula, susu, atau campuran lainnya seperti soda cola atau sprite yang bisa dibuat sesuai request konsumen. “Untuk usia yang boleh minum sih kita wajibkan di atas 21 tahun karena ini kan sedikit mengandung alkohol. Cuman kita kan sudah racik sedikit, kita mix, jadi kandungan alkoholnya itu sedikit turun jadi tidak memabukkan dan aman,” katanya. Ia pun mengklaim, sejatinya minuman jenis ini memiliki manfaat yang baik untuk tubuh jika dikonsumsi pada porsi yang tepat.

Laki-laki asal Surabaya ini baru membuka usahanya awal bulan November lalu. Meski terbilang baru seumur jagung, nyatanya ia sudah bisa membalikkan modal tak lebih dari seminggu. Nanda bisa menjual paling sedikit 90 cup atau 24 botol amer, dengan omzet kotor sebanyak Rp 1,5 juta sehari. “Modal awal saya ya perabotan-perabotan seperti termos, meja kecil, gelas plastik, terus amernya saya beli 1 dus Rp 550 ribu. Kira-kira modal awal Rp 1,5 juta,” ungkapnya.

Harga minumannya sendiri, mulai dari Rp 10 ribu untuk es amer original dan es amer campur soda, sampai Rp 20 ribu untuk es ASU (es amer susu). Konsumennya sendiri lebih dominan laki-laki ketimbang perempuan. Lapaknya bisa dijumpai setiap hari mulai pukul 11.00 Wita sampai 00.00 Wita paling malam.

Nanda mengungkapkan, mulanya ia adalah seorang pekerja kantoran sebelum memutuskan untuk membuka lapak di pinggir jalan. Tuntutan target pekerjaan di tengah pandemi membuatnya memutuskan membuka usaha sendiri. “Akhirnya kita tidak sengaja sih buka, tapi respon masyarakat bagus, jadi akhirnya kita terus buka. Fokusnya sekarang di sini,” kata dia.

Dalam waktu dekat, akunya, cabang kedua akan segera ia buka berlokasi di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer.

Salah satu konsumen yang diwawancarai di lokasi, Rizal menuturkan, hari ini merupakan kali ketiga ia membeli es amer. Es amer ini dirasakannya manis dan segar, serta minuman yang cocok untuknya yang berusia muda. “Suka saja sih, karena kan manis. Selain itu harganya juga murah, jadi paslah buat anak muda seperti saya,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Umumnya, minuman beralkohol hanya bisa dinikmati di kafe atau klub-klub di pusat kota. Tetapi, berbeda dengan minuman alkohol yang satu ini. Nanda Delin Setiawan, 25, bisa menyulap es susu pinggir jalan menjadi to the next level es susu dengan campuran minuman alkohol anggur merah (amer).

“Untuk idenya sih kita sempat lihat di Bandung, ada yang jual es amer, jadi kita ngikut nih mau coba jualan es amer. Mumpung pandemi gini kan ekonomi agak sulit, jadi saya coba untuk jualan es amer. Setelah jualan, responnya cukup baik sih dari masyarakat,” ujar Owner Es ASU (Anggur Merah Susu) ini saat ditemui di lokasi Jalan Imam Bonjol, Kamis (2/12).

Kendati amer yang ia gunakan berlabel minuman beralkohol, konsumen tak perlu khawatir. Sebab, ia tak serta-merta menggunakan satu botol amer dalam minumannya, melainkan dicampur dengan gula, susu, atau campuran lainnya seperti soda cola atau sprite yang bisa dibuat sesuai request konsumen. “Untuk usia yang boleh minum sih kita wajibkan di atas 21 tahun karena ini kan sedikit mengandung alkohol. Cuman kita kan sudah racik sedikit, kita mix, jadi kandungan alkoholnya itu sedikit turun jadi tidak memabukkan dan aman,” katanya. Ia pun mengklaim, sejatinya minuman jenis ini memiliki manfaat yang baik untuk tubuh jika dikonsumsi pada porsi yang tepat.

Laki-laki asal Surabaya ini baru membuka usahanya awal bulan November lalu. Meski terbilang baru seumur jagung, nyatanya ia sudah bisa membalikkan modal tak lebih dari seminggu. Nanda bisa menjual paling sedikit 90 cup atau 24 botol amer, dengan omzet kotor sebanyak Rp 1,5 juta sehari. “Modal awal saya ya perabotan-perabotan seperti termos, meja kecil, gelas plastik, terus amernya saya beli 1 dus Rp 550 ribu. Kira-kira modal awal Rp 1,5 juta,” ungkapnya.

Harga minumannya sendiri, mulai dari Rp 10 ribu untuk es amer original dan es amer campur soda, sampai Rp 20 ribu untuk es ASU (es amer susu). Konsumennya sendiri lebih dominan laki-laki ketimbang perempuan. Lapaknya bisa dijumpai setiap hari mulai pukul 11.00 Wita sampai 00.00 Wita paling malam.

Nanda mengungkapkan, mulanya ia adalah seorang pekerja kantoran sebelum memutuskan untuk membuka lapak di pinggir jalan. Tuntutan target pekerjaan di tengah pandemi membuatnya memutuskan membuka usaha sendiri. “Akhirnya kita tidak sengaja sih buka, tapi respon masyarakat bagus, jadi akhirnya kita terus buka. Fokusnya sekarang di sini,” kata dia.

Dalam waktu dekat, akunya, cabang kedua akan segera ia buka berlokasi di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer.

Salah satu konsumen yang diwawancarai di lokasi, Rizal menuturkan, hari ini merupakan kali ketiga ia membeli es amer. Es amer ini dirasakannya manis dan segar, serta minuman yang cocok untuknya yang berusia muda. “Suka saja sih, karena kan manis. Selain itu harganya juga murah, jadi paslah buat anak muda seperti saya,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/