alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Juli 2020, Kota Denpasar Deflasi -0,46 Persen

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pada bulan Juli 2020 Kota Denpasar tercatat mengalami deflasi sedalam -0,46 persen yang ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 104,40 pada Juni 2020 menjadi 103,92 pada Juli 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Adi Nugroho Senin (3/8) mengatakan, tingkat inflasi tahun berjalan Juli 2020 tercatat setinggi 0,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2020 terhadap Juli 2019 atau YoY) tercatat setinggi 0,92 persen. “Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi,” jelasnya.

Adapun lima kelompok tersebut antara lain, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sedalam 1,77 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sedalam -1,29 persen, kelompok VI transportasi sedalam -1,05 persen, kelompok II pakaian dan alas kaki sedalam -0,61persen dan kelompok III perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sedalam -0,03 persen. 

Baca Juga :  Syarat Hasil Antigen Negatif bagi PPDN ke Bandara Dihentikan Sementara

Sementara itu, empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yaitu kelompok, pendidikan setinggi 1,42 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, setinggi 0,41 persen kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan setinggi 0,08 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,05 persen. “Dua kelompok pengeluaran tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok kesehatan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” lanjutnya.

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan deflasi pada bulan Juli 2020 antara lain, tarif angkutan udara, canang sari, bawang merah, air kemasan, daging ayam ras, cabai rawit, jeruk, cabai merah, sabun mandi cair, dan sawi hijau.

Baca Juga :  Puji Mini Teater, Penggiat Film Harapkan Kejelasan Prosedur Penggunaan

Dari 90 kota IHK, tercatat 61 kota mengalami deflasi dan 29 kota mengalami inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Kota Manokwari sedalam -1,09 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Kota Gunung Sitoli, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Luwuk, dan Kota Bulukumba masing-masing sedalam -0,01 persen. 

Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat di Kota Timika setinggi 1,45 persensedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Jember dan Kota Banyuwangi masing-masing setinggi 0,01 persen. “Jika diurutkan dari deflasi terdalam, maka Denpasar menempati urutan ke-8 dari 61 kota yang mengalami deflasi,” paparnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pada bulan Juli 2020 Kota Denpasar tercatat mengalami deflasi sedalam -0,46 persen yang ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 104,40 pada Juni 2020 menjadi 103,92 pada Juli 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Adi Nugroho Senin (3/8) mengatakan, tingkat inflasi tahun berjalan Juli 2020 tercatat setinggi 0,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2020 terhadap Juli 2019 atau YoY) tercatat setinggi 0,92 persen. “Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi,” jelasnya.

Adapun lima kelompok tersebut antara lain, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sedalam 1,77 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sedalam -1,29 persen, kelompok VI transportasi sedalam -1,05 persen, kelompok II pakaian dan alas kaki sedalam -0,61persen dan kelompok III perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sedalam -0,03 persen. 

Baca Juga :  14 Mall di Bali Mulai Dibuka

Sementara itu, empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yaitu kelompok, pendidikan setinggi 1,42 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, setinggi 0,41 persen kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan setinggi 0,08 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,05 persen. “Dua kelompok pengeluaran tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok kesehatan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” lanjutnya.

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan deflasi pada bulan Juli 2020 antara lain, tarif angkutan udara, canang sari, bawang merah, air kemasan, daging ayam ras, cabai rawit, jeruk, cabai merah, sabun mandi cair, dan sawi hijau.

Baca Juga :  Grand New Daihatsu Xenia Dikenalkan di Bali

Dari 90 kota IHK, tercatat 61 kota mengalami deflasi dan 29 kota mengalami inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Kota Manokwari sedalam -1,09 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Kota Gunung Sitoli, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Luwuk, dan Kota Bulukumba masing-masing sedalam -0,01 persen. 

Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat di Kota Timika setinggi 1,45 persensedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Jember dan Kota Banyuwangi masing-masing setinggi 0,01 persen. “Jika diurutkan dari deflasi terdalam, maka Denpasar menempati urutan ke-8 dari 61 kota yang mengalami deflasi,” paparnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/