alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Amankan Jalur Bali, PLN Gencar Sosialisasi Bijak Bermain Layangan

DENPASAR, BALI EXPRESS – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus berupaya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, utamanya untuk mendukung rangkaian perhelatan internasional KTT G20 di Bali hingga puncaknya pada November mendatang.

Komitmen ini diwujudkan melalui Sosialisasi Bahaya Layang-Layang dan Benda Lain yang intensif dilakukan oleh Unit Pelaksana Trasnmisi Bali (UPT Bali) kepada masyarakat, terutama yang berada di dekat jaringan PLN dan di sekitar jaringan Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV.

Sosialisasi Bahaya Layang-Layang dan Benda Lain atau lebih dikenal dengan SOBAT yang diinisiasi langsung oleh Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Sanur, Eko Purwanto, dan Tim Gardu Induk Sanur pada Senin (1/8), dilakukan bersama perangkat dan pembinaan keamanan Desa Sanur Kauh bertujuan untuk membentuk sinergi yang baik dengan stakeholder.

“Dalam mempertahankan keandalan dan kualitas pasokan listrik di sisi transmisi, PLN tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan stakeholders, bersedia bersama mendukung pengamanan sistem kelistrikan di Bali, sehingga dapat mengantisipasi potensi yang kerap kali menjadi penyebab gangguan transmisi, yakni layang-layang serta balon udara, dan PLN dapat tetap fokus memastikan keandalan penyaluran listrik mengingat momen KTT G20 ini adalah event internasional yang sangat krusial pelaksanaannya,” terang General Manager PLN UIT JBM, Didik Fauzi Dakhlan, menjelaskan langkah antisipatif PLN.

Baca Juga :  PLN Sosialisasi Bahaya Tegakan dan Manfaat Listrik SUTT di Desa Sembung

Lebih lanjut disampaikan Didik, beban puncak di Bali saat ini pada tanggal 10 Juli 2022 telah mencapai 747,5 MW, yang dapat meningkat selama gelaran G20.

“PLN berkomitmen untuk mengantisipasi kemungkinan yang berpotensi menjadi penyebab gangguan, sehingga sistem penyaluran kebutuhan listrik tetap aman,” ungkapnya.

Senada, disampaikan Manajer Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali, I Made Sujaya, layang-layang kerap kali menjadi penyebab gangguan transmisi, sehingga menjadi perhatian dan membutuhkan penanganan khusus, salah satunya dengan upaya sosialisasi yang dilakukan semakin intensif.

“Kami memahami bahwa layang-layang merupakan budaya asli Bali dan termasuk sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Meski demikian PLN terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat, agar kegiatan dilakukan di tempat yang tepat dan tidak membahayakan bagi pemain maupun jaringan listrik,” papar Made Sujaya.

Baca Juga :  BRI Bawa Pekerja Berprestasi di Daerah Terima Penghargaan Internasional

Berdasarkan pada temuan kejadian di lapangan, jumlah layang-layang serta balon udara yang tersangkut pada jaringan transmisi di sistem Bali sejumlah 320 pada tahun 2021 lalu.

Sedangkan sejak awal tahun 2022 hingga saat ini tercatat 111 layangan dan balon udara yang tersangkut di SUTT. Selain dapat mengganggu penyaluran energi listrik, hal itu juga berbahaya bagi pelaku yang bermain layangan dekat jaringan listrik, baik Tegangan Menengah atau Tegangan Tinggi.

Melalui sosialisasi ini, PLN berkomitmen untuk selalu menjalin koordinasi yang baik dengan masyarakat, Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholder lainnya, sehingga dapat bersama-sama menjaga infrastruktur kelistrikan agar pelayanan kepada seluruh pelanggan yang ada di Bali dan sekitarnya dapat terus berjalan optimal.

 






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus berupaya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, utamanya untuk mendukung rangkaian perhelatan internasional KTT G20 di Bali hingga puncaknya pada November mendatang.

Komitmen ini diwujudkan melalui Sosialisasi Bahaya Layang-Layang dan Benda Lain yang intensif dilakukan oleh Unit Pelaksana Trasnmisi Bali (UPT Bali) kepada masyarakat, terutama yang berada di dekat jaringan PLN dan di sekitar jaringan Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV.

Sosialisasi Bahaya Layang-Layang dan Benda Lain atau lebih dikenal dengan SOBAT yang diinisiasi langsung oleh Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Sanur, Eko Purwanto, dan Tim Gardu Induk Sanur pada Senin (1/8), dilakukan bersama perangkat dan pembinaan keamanan Desa Sanur Kauh bertujuan untuk membentuk sinergi yang baik dengan stakeholder.

“Dalam mempertahankan keandalan dan kualitas pasokan listrik di sisi transmisi, PLN tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan stakeholders, bersedia bersama mendukung pengamanan sistem kelistrikan di Bali, sehingga dapat mengantisipasi potensi yang kerap kali menjadi penyebab gangguan transmisi, yakni layang-layang serta balon udara, dan PLN dapat tetap fokus memastikan keandalan penyaluran listrik mengingat momen KTT G20 ini adalah event internasional yang sangat krusial pelaksanaannya,” terang General Manager PLN UIT JBM, Didik Fauzi Dakhlan, menjelaskan langkah antisipatif PLN.

Baca Juga :  Akses Pantai Ditutup, Mantan Tour Driver Pindah Tempat Berjualan

Lebih lanjut disampaikan Didik, beban puncak di Bali saat ini pada tanggal 10 Juli 2022 telah mencapai 747,5 MW, yang dapat meningkat selama gelaran G20.

“PLN berkomitmen untuk mengantisipasi kemungkinan yang berpotensi menjadi penyebab gangguan, sehingga sistem penyaluran kebutuhan listrik tetap aman,” ungkapnya.

Senada, disampaikan Manajer Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali, I Made Sujaya, layang-layang kerap kali menjadi penyebab gangguan transmisi, sehingga menjadi perhatian dan membutuhkan penanganan khusus, salah satunya dengan upaya sosialisasi yang dilakukan semakin intensif.

“Kami memahami bahwa layang-layang merupakan budaya asli Bali dan termasuk sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Meski demikian PLN terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat, agar kegiatan dilakukan di tempat yang tepat dan tidak membahayakan bagi pemain maupun jaringan listrik,” papar Made Sujaya.

Baca Juga :  Pemprov Bali Kejar Posisi Pemegang Saham Mayoritas BPD dan Jamkrida

Berdasarkan pada temuan kejadian di lapangan, jumlah layang-layang serta balon udara yang tersangkut pada jaringan transmisi di sistem Bali sejumlah 320 pada tahun 2021 lalu.

Sedangkan sejak awal tahun 2022 hingga saat ini tercatat 111 layangan dan balon udara yang tersangkut di SUTT. Selain dapat mengganggu penyaluran energi listrik, hal itu juga berbahaya bagi pelaku yang bermain layangan dekat jaringan listrik, baik Tegangan Menengah atau Tegangan Tinggi.

Melalui sosialisasi ini, PLN berkomitmen untuk selalu menjalin koordinasi yang baik dengan masyarakat, Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholder lainnya, sehingga dapat bersama-sama menjaga infrastruktur kelistrikan agar pelayanan kepada seluruh pelanggan yang ada di Bali dan sekitarnya dapat terus berjalan optimal.

 






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/