alexametrics
28.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Pengelola Hotel dan Restoran Sumringah, Hibah Pariwisata Diserahkan  

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pelaku pariwisata di Buleleng akhirnya bisa bernapas agak lega. Pasalnya, ratusan pengelola hotel dan restoran menerima hibah pariwsata dari Kemenparekraf RI sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Selain disalurkan, dana hibah pariwisata ini digunakan untuk sertifikasi Cleanlines, Healthy, Safety, Environment Sustainbility (CHSE) oleh Pemerintah Daerah.

Dana hibah ini diserahkan secara simbolis oleh Sekda Buleleng Gede Suyasa, yang mewakili Bupati Buleleng, diterima oleh perwakilan pelaku industri wisata di Buleleng di Ranggon Sunset Restaurant, Kamis (3/12).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana menjelaskan, setelah melalui berbagai proses, akhirnya pada sektor pariwisata di Buleleng mendapatkan dana hibah sebesar Rp 13,4 Miliar. 

Dari jumlah tersebut, 70 persen atau sekitar Rp 9,3 Miliar diperuntukkan hibah operasional hotel dan restoran. Sisanya, sebanyak 30 persen atau sekitar Rp 4,1 Miliar untuk Pemerintah Daerah yang akan digunakan untuk Sertifikasi CHSE.

“Jadi, dana hibah ini diberikan kepada total 291 Industri wisata. Baik itu hotel maupun restoran. Dari Rp 9,3 Miliar, terakomodasi sebesar Rp 7,2 Miliar. Sedangkan Rp 2,1 Miliar sisanya tidak terserap karena ketentuan yang tidak memungkinkan dan faktor teknis,” jelasnya

Terkait dengan sertifikasi, Sudama Diana menambahkan, itu bukan merupakan salah satu syarat penerima dana hibah. Namun, sertifikasi dilakukan agar industri wisata aman dalam membuka dan menjalankan usahanya di masa pandemi. Hingga saat ini, ada 101 industri wisata yang sudah disertifikasi.

“Kita masih fokus ke hibah sehingga sertifikasi belum bisa dilanjutkan. Setelah ini akan kita proses lagi. Untuk dana hibah kepada hotel dan restoran ini khusus untuk opersional, termasuk juga gaji pegawainya. Akhir bulan ini harus sudah ada pertanggungjawaban penggunaan dananya. Agar bisa kita laporkan ke pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Suyasa berharap dana hibah yang dikelola dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan peruntukkannya. Sehingga Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dapat melaporkan kondisi realisasinya ke Pemerintah Pusat dengan baik.

“Saya juga berpesan agar pelaku industri wisata di Buleleng selalu mengurus administrasinya dengan baik. Sehingga nanti ketika terdapat program-program dari pemerintah dapat diberikan sesuai dengan persyaratannya. Karena kelengkapan administrasi juga cukup penting sebagai salah satu syarat penerima bantuan hibah dari pemerintah,” pungkasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pelaku pariwisata di Buleleng akhirnya bisa bernapas agak lega. Pasalnya, ratusan pengelola hotel dan restoran menerima hibah pariwsata dari Kemenparekraf RI sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Selain disalurkan, dana hibah pariwisata ini digunakan untuk sertifikasi Cleanlines, Healthy, Safety, Environment Sustainbility (CHSE) oleh Pemerintah Daerah.

Dana hibah ini diserahkan secara simbolis oleh Sekda Buleleng Gede Suyasa, yang mewakili Bupati Buleleng, diterima oleh perwakilan pelaku industri wisata di Buleleng di Ranggon Sunset Restaurant, Kamis (3/12).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana menjelaskan, setelah melalui berbagai proses, akhirnya pada sektor pariwisata di Buleleng mendapatkan dana hibah sebesar Rp 13,4 Miliar. 

Dari jumlah tersebut, 70 persen atau sekitar Rp 9,3 Miliar diperuntukkan hibah operasional hotel dan restoran. Sisanya, sebanyak 30 persen atau sekitar Rp 4,1 Miliar untuk Pemerintah Daerah yang akan digunakan untuk Sertifikasi CHSE.

“Jadi, dana hibah ini diberikan kepada total 291 Industri wisata. Baik itu hotel maupun restoran. Dari Rp 9,3 Miliar, terakomodasi sebesar Rp 7,2 Miliar. Sedangkan Rp 2,1 Miliar sisanya tidak terserap karena ketentuan yang tidak memungkinkan dan faktor teknis,” jelasnya

Terkait dengan sertifikasi, Sudama Diana menambahkan, itu bukan merupakan salah satu syarat penerima dana hibah. Namun, sertifikasi dilakukan agar industri wisata aman dalam membuka dan menjalankan usahanya di masa pandemi. Hingga saat ini, ada 101 industri wisata yang sudah disertifikasi.

“Kita masih fokus ke hibah sehingga sertifikasi belum bisa dilanjutkan. Setelah ini akan kita proses lagi. Untuk dana hibah kepada hotel dan restoran ini khusus untuk opersional, termasuk juga gaji pegawainya. Akhir bulan ini harus sudah ada pertanggungjawaban penggunaan dananya. Agar bisa kita laporkan ke pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Suyasa berharap dana hibah yang dikelola dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan peruntukkannya. Sehingga Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng dapat melaporkan kondisi realisasinya ke Pemerintah Pusat dengan baik.

“Saya juga berpesan agar pelaku industri wisata di Buleleng selalu mengurus administrasinya dengan baik. Sehingga nanti ketika terdapat program-program dari pemerintah dapat diberikan sesuai dengan persyaratannya. Karena kelengkapan administrasi juga cukup penting sebagai salah satu syarat penerima bantuan hibah dari pemerintah,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/