28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Belasan Warga Makassar Tertipu Investasi Berkedok Tambang Digital

MAKASSAR, BALI EXPRESS – Belasan warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tertipu investasi bodong berkedok Tambang Digital dengan total kerugian mencapai Rp 10 miliar lebih.

“Ada 19 orang yang sudah tertipu investasi bodong itu. Klien kami pun sudah melaporkan dugaan penipuan ini ke Polda Sulsel, namun belum ada tindakan hukum,” ujar penasihat hukum korban, Budiman saat dihubungi di Makassar, Selasa (4/1).

Ia mengatakan, kliennya ditipu oleh tiga orang yang mengiming-imingi keuntungan besar agar mau berinvestasi di Tambang Digital tersebut. Namun, belakangan merugi miliar rupiah.

Kliennya saat itu diajak membeli akun dan disiapkan satu laptop untuk memantau pergerakan investasi dengan modal awal Rp 800 juta, dan bisa mendapatkan keuntungan Rp 40 juta hingga Rp100 juta per bulan. Salah satu kliennya bernama Jimmy Chandra sudah tertipu hingga Rp 5,6 miliar.

Baca Juga :  Hotel Tutup, Petambak Bingung Jual Udang

Kendati tiga pelaku tersebut kini sudah ditetapkan tersangka masing-masing Siti Saleha (32), Hamsul (39), dan Sulfikar (39), namun saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO. Pelaku mulai menjalankan aksinya sejak April 2020 lalu.

Budiman mengatakan, dari total 19 orang yang sudah tertipu investasi bodong itu, tiga diantaranya adalah kliennya dengan kerugian Rp 5,6 miliar dari jumlah akumulasi kerugian mencapai Rp 10 miliar lebih.

“Kami berharap polisi segera menangkap pelakunya, apalagi sudah berstatus tersangka. Pelaku ini masih berkeliaran melancarkan aksinya lagi dengan modus sama tapi dengan nama investasi lain,” ujar dia.

Budiman juga mempertanyakan kinerja kepolisian terkait asas keadilan para kliennya, sebab sejak ditetapkan tersangka, tidak ada satu pun pelaku ditahan, padahal jelas kasus penipuan yang merugikan kliennya. “Kami hanya minta keadilan seadil-adilnya. Klien kami rugi besar, tapi tidak ada tindakan penahanan dan pelakunya bebas berkeliaran mencari mangsa baru,” katanya.

Baca Juga :  200 Nelayan Ikuti Pelatihan Peningkatan Produktivitas

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana melalui telepon selulernya mengatakan belum mengetahui persis dugaan penipuan terhadap beberapa korban, termasuk sudah sejauh mana penanganan pada kasus tersebut. “Belum, ini baru anggota cari datanya. Nanti, kalau dapat informasi akan disampaikan,” kata pejabat baru Kabid Humas Polda Sulsel itu. ant

 


MAKASSAR, BALI EXPRESS – Belasan warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tertipu investasi bodong berkedok Tambang Digital dengan total kerugian mencapai Rp 10 miliar lebih.

“Ada 19 orang yang sudah tertipu investasi bodong itu. Klien kami pun sudah melaporkan dugaan penipuan ini ke Polda Sulsel, namun belum ada tindakan hukum,” ujar penasihat hukum korban, Budiman saat dihubungi di Makassar, Selasa (4/1).

Ia mengatakan, kliennya ditipu oleh tiga orang yang mengiming-imingi keuntungan besar agar mau berinvestasi di Tambang Digital tersebut. Namun, belakangan merugi miliar rupiah.

Kliennya saat itu diajak membeli akun dan disiapkan satu laptop untuk memantau pergerakan investasi dengan modal awal Rp 800 juta, dan bisa mendapatkan keuntungan Rp 40 juta hingga Rp100 juta per bulan. Salah satu kliennya bernama Jimmy Chandra sudah tertipu hingga Rp 5,6 miliar.

Baca Juga :  Sejumlah Industri Mobil Tertarik Berinvestasi di Indonesia

Kendati tiga pelaku tersebut kini sudah ditetapkan tersangka masing-masing Siti Saleha (32), Hamsul (39), dan Sulfikar (39), namun saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO. Pelaku mulai menjalankan aksinya sejak April 2020 lalu.

Budiman mengatakan, dari total 19 orang yang sudah tertipu investasi bodong itu, tiga diantaranya adalah kliennya dengan kerugian Rp 5,6 miliar dari jumlah akumulasi kerugian mencapai Rp 10 miliar lebih.

“Kami berharap polisi segera menangkap pelakunya, apalagi sudah berstatus tersangka. Pelaku ini masih berkeliaran melancarkan aksinya lagi dengan modus sama tapi dengan nama investasi lain,” ujar dia.

Budiman juga mempertanyakan kinerja kepolisian terkait asas keadilan para kliennya, sebab sejak ditetapkan tersangka, tidak ada satu pun pelaku ditahan, padahal jelas kasus penipuan yang merugikan kliennya. “Kami hanya minta keadilan seadil-adilnya. Klien kami rugi besar, tapi tidak ada tindakan penahanan dan pelakunya bebas berkeliaran mencari mangsa baru,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Badung Dorong Bupati Bangun Badan Investasi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana melalui telepon selulernya mengatakan belum mengetahui persis dugaan penipuan terhadap beberapa korban, termasuk sudah sejauh mana penanganan pada kasus tersebut. “Belum, ini baru anggota cari datanya. Nanti, kalau dapat informasi akan disampaikan,” kata pejabat baru Kabid Humas Polda Sulsel itu. ant

 


Most Read

Artikel Terbaru

/