alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Lebaran, Hotel Hewan Peliharaan Laris Manis, Penitipan Meningkat 200 Persen

GIANYAR, BALI EXPRESS – Libur Lebaran rupanya memberi berkah bagi beberapa usaha, salah satunya usaha “hotel hewan peliharaan” atau tempat penitipan hewan peliharaan. Sebut saja usaha yang digeluti I Gusti Ngurah Jagad Anom Ksatria, 20, asal Karangasem, Bali Pet Care and Service. Selama libur Lebaran ini, banyak hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing yang dititipkan di tempat penitipannya lantaran si empunya tengah mudik atau menikmati liburan panjang Lebaran.

 

Anom mengungkapkan, jumlah anjing yang dititipkan Lebaran tahun ini naik 100 persen sampai 200 persen jika dibandingkan Lebaran tahun lalu. “Sekarang PPKM sudah dilonggarkan, sudah banyak masyarakat yang mulai liburan, seperti Lebaran sekarang pada mudik, jadi banyak yang menitipkan hewannya. Hari-hari biasanya hanya sekitar 5 ekor, sekarang sudah 20 ekor yang dititipkan,” katanya saat ditemui di lokasi, Jalan Raya Batu Bulan, Sukawati, Gianyar, Rabu (4/5).

 

Di lokasi, ia bisa menampung sekitar 15 ekor anjing besar. Bahkan, pada Nyepi sebelum pandemi, ia pernah menampung sekitar 30 ekor anjing baik berukuran kecil hingga besar. Saking membludaknya, ia menempatkan 2 anjing dalam 1 kandang.

 

Tarif menginap di tempatnya beragam. Mulai dari Rp 50 ribu per malam untuk jenis anjing kecil, Rp 60 ribu per malam untuk anjing medium seperti anjing Bali dan beagle, dan Rp 70 ribu per malam untuk anjing besar seperti golden dan pitbull. Harga-harga tersebut sudah termasuk makanan. Sedangkan untuk kucing, ia memasang tarif Rp 50 ribu per malam untuk berbagai ukuran.

 

“Hanya saja ada pengecualian, kalau anjing masih kecil atau puppy, kami anjurkan makanan dari pemiliknya langsung agar tidak ganti-ganti makanan. Kalau kucing khusus makanan dari pemiliknya langsung karena kucing biasanya sensitif pada makanan,” jelas mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ini.

 

Biasanya, pihaknya memberikan free grooming untuk anjing yang dititip sekitar 2 minggu lebih. Atau jika ingin dititip beberapa hari ditambah grooming bisa diberikan dengan tambahan biaya.

 

Usahanya ini, ungkap dia, sudah berjalan sekitar 15 tahun lebih. Usaha ini bermula dari kecintaan keluarganya akan hewan.

 

“Pencetusnya orang tua saya. Jadi melihat banyaknya orang-orang bepergian, memiliki hewan peliharaan yang ditinggal, jadi orang tua melihat ada peluang usaha di sini. Awalnya kami buka Pet Shop dan grooming dulu, kemudian pelan-pelan mulai buka tempat penitipan hewan,” tuturnya.

 

Kendala utama dalam usahanya yakni karakter hewan yang dititipkan, khususnya anjing. Sebab, kata dia, karakter setiap anjing tidak bisa disamakan. Selain itu, terkadang pemilik yang terlalu khawatir, padahal ia bisa menjamin bahwa hewan-hewan yang dititipkan aman dan terjaga.

 

Rata-rata hewan dititipkan selama seminggu. Tak jarang juga sebelum pandemi, ia menampung selama sebulan. Bahkan, terlama sampai hampir setahun. “Kondisi pemiliknya kena lockdown di Malaysia. Setiap hari kami konfirmasi apakah mereka ingin memperpanjang lagi karena belum bisa balik ke Bali,” terangnya.

 

Pernah terjadi beberapa kasus, hewan peliharaan yang tidak diambil kembali oleh pemiliknya, terutama selama musim pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, hal tersebut lantaran sulitnya ekonomi di masa pandemi Covid-19 kemarin sehingga hewan yang dititipkan ditinggal. “Untuk anjing-anjing yang ditinggal ini biasanya kami rawat sendiri dulu, sambil kami terus menghubungi pemiliknya, kami tetap berusaha. Jika pemiliknya tidak mau mengambilnya lagi, biasanya kami adopsikan,” bebernya.

 

Ownernya dari hewan titipan ini pun beragam, baik lokal maupun pendatang. Tetapi khusus Lebaran, keseluruhan anjing yang dititipkan pemiliknya merupakan orang lokal yang tengah bepergian ke luar kota.

 

Di tempatnya, ia menerima berbagai jenis anjing dan kucing. Dengan catatan, hewan-hewan tersebut ketika dititipkan dalam keadaan sehat dan sudah divaksin. Selain itu, ia pun menerima antar jemput bagi peliharaan yang hendak dititipkan khusus untuk wilayah Gianyar, Denpasar, dan Badung.






Reporter: Rika Riyanti

GIANYAR, BALI EXPRESS – Libur Lebaran rupanya memberi berkah bagi beberapa usaha, salah satunya usaha “hotel hewan peliharaan” atau tempat penitipan hewan peliharaan. Sebut saja usaha yang digeluti I Gusti Ngurah Jagad Anom Ksatria, 20, asal Karangasem, Bali Pet Care and Service. Selama libur Lebaran ini, banyak hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing yang dititipkan di tempat penitipannya lantaran si empunya tengah mudik atau menikmati liburan panjang Lebaran.

 

Anom mengungkapkan, jumlah anjing yang dititipkan Lebaran tahun ini naik 100 persen sampai 200 persen jika dibandingkan Lebaran tahun lalu. “Sekarang PPKM sudah dilonggarkan, sudah banyak masyarakat yang mulai liburan, seperti Lebaran sekarang pada mudik, jadi banyak yang menitipkan hewannya. Hari-hari biasanya hanya sekitar 5 ekor, sekarang sudah 20 ekor yang dititipkan,” katanya saat ditemui di lokasi, Jalan Raya Batu Bulan, Sukawati, Gianyar, Rabu (4/5).

 

Di lokasi, ia bisa menampung sekitar 15 ekor anjing besar. Bahkan, pada Nyepi sebelum pandemi, ia pernah menampung sekitar 30 ekor anjing baik berukuran kecil hingga besar. Saking membludaknya, ia menempatkan 2 anjing dalam 1 kandang.

 

Tarif menginap di tempatnya beragam. Mulai dari Rp 50 ribu per malam untuk jenis anjing kecil, Rp 60 ribu per malam untuk anjing medium seperti anjing Bali dan beagle, dan Rp 70 ribu per malam untuk anjing besar seperti golden dan pitbull. Harga-harga tersebut sudah termasuk makanan. Sedangkan untuk kucing, ia memasang tarif Rp 50 ribu per malam untuk berbagai ukuran.

 

“Hanya saja ada pengecualian, kalau anjing masih kecil atau puppy, kami anjurkan makanan dari pemiliknya langsung agar tidak ganti-ganti makanan. Kalau kucing khusus makanan dari pemiliknya langsung karena kucing biasanya sensitif pada makanan,” jelas mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ini.

 

Biasanya, pihaknya memberikan free grooming untuk anjing yang dititip sekitar 2 minggu lebih. Atau jika ingin dititip beberapa hari ditambah grooming bisa diberikan dengan tambahan biaya.

 

Usahanya ini, ungkap dia, sudah berjalan sekitar 15 tahun lebih. Usaha ini bermula dari kecintaan keluarganya akan hewan.

 

“Pencetusnya orang tua saya. Jadi melihat banyaknya orang-orang bepergian, memiliki hewan peliharaan yang ditinggal, jadi orang tua melihat ada peluang usaha di sini. Awalnya kami buka Pet Shop dan grooming dulu, kemudian pelan-pelan mulai buka tempat penitipan hewan,” tuturnya.

 

Kendala utama dalam usahanya yakni karakter hewan yang dititipkan, khususnya anjing. Sebab, kata dia, karakter setiap anjing tidak bisa disamakan. Selain itu, terkadang pemilik yang terlalu khawatir, padahal ia bisa menjamin bahwa hewan-hewan yang dititipkan aman dan terjaga.

 

Rata-rata hewan dititipkan selama seminggu. Tak jarang juga sebelum pandemi, ia menampung selama sebulan. Bahkan, terlama sampai hampir setahun. “Kondisi pemiliknya kena lockdown di Malaysia. Setiap hari kami konfirmasi apakah mereka ingin memperpanjang lagi karena belum bisa balik ke Bali,” terangnya.

 

Pernah terjadi beberapa kasus, hewan peliharaan yang tidak diambil kembali oleh pemiliknya, terutama selama musim pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, hal tersebut lantaran sulitnya ekonomi di masa pandemi Covid-19 kemarin sehingga hewan yang dititipkan ditinggal. “Untuk anjing-anjing yang ditinggal ini biasanya kami rawat sendiri dulu, sambil kami terus menghubungi pemiliknya, kami tetap berusaha. Jika pemiliknya tidak mau mengambilnya lagi, biasanya kami adopsikan,” bebernya.

 

Ownernya dari hewan titipan ini pun beragam, baik lokal maupun pendatang. Tetapi khusus Lebaran, keseluruhan anjing yang dititipkan pemiliknya merupakan orang lokal yang tengah bepergian ke luar kota.

 

Di tempatnya, ia menerima berbagai jenis anjing dan kucing. Dengan catatan, hewan-hewan tersebut ketika dititipkan dalam keadaan sehat dan sudah divaksin. Selain itu, ia pun menerima antar jemput bagi peliharaan yang hendak dititipkan khusus untuk wilayah Gianyar, Denpasar, dan Badung.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/