alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

BI Segel 17 Money Changer Bodong, Pemilik Bandel Copot Stiker

BADUNG, BALI EXPRESS – Bank Indonesia (BI) kembali melakukan penyegelan 17 money changer bodong alias tak berizin di Desa Adat Kuta, Kamis (4/8). Penyegelan ini dilakukan setelah dilakukan sidak bersama berbagai unsur, dari Desa Adat Kuta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), LBH dan Forum Kuta Bersatu, TNI, dan Polri.

Dari hasil sidak terdapat beberapa money changer yang membandel. Lantaran sudah beberapa kali ditempeli stiker malah dicopot dan buka kembali. Bahkan ada satu money changer yang menolak untuk tutup.

Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista mengatakan, jumlah temuan dari sidak tersebut sejatinya minim. Sebab biasanya ada ratusan money changer yang beroperasi di lingkup wilayah Desa Adat Kuta. Sehingga ia memperkirakan sidak yang dilaksanakan sudah bocor. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan atur strategi lagi,” ujar Wasista.

Menurutnya, sidak dan penutupan ini sekaligus dalam rangka menyikapi  kriminalitas oleh oknum pengusaha money changer. Pihaknya pun meminta agar Polda Bali memberikan atensi serius terhadap keamanan wilayah Kuta. Bahkan, selain menyikapi penipuan money changer,  juga dapt mengantensi aksi-aksi kriminalitas lain yang dapat mencederai citra pariwisata.

Baca Juga :  Tumbuh Pesat, Transaksi QRIS Sudah Mencpai Rp 133,7 Miliar

“Pihak kepolisian, yakni Polda Bali, mohon turun ke Kuta. Karena hal seperti jambret dan penipuan oknum money changer ini sangat marak. Tolong bantu kami,” ungkapnya.

Sejatinya, Wasista mengaku tidak pernah melarang kegiatan usaha di lingkup desanya. Namun ia menegaskan usaha money changer tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Bahkan pihaknya menyatakan setelah ditempeli stiker malah beberapa money changer melepas sendiri.

“Sudah beberapa kali kami pasangi stiker segel, mereka berani buka. Padahal itu isi logo Kepolisian, mungkin dari Polda Bali bagaimana dengan stiker itu dicopot silakan ditindaklanjuti. Karena penertiban ini adalah bentuk perlindungan konsumen,” tegasnya, seraya mengatakan akan membuat perarem terkit hal tersebut.

Sedangkan Sekretaris LBH Kuta Bersatu Benidiktus Michael Sebastianus Berahi menegaskan, akan melaporkan tindakan money changer yang tak berizin tersebut. Dalam kasus ini ia akan melaporkan dengan Pasal 232 KUHP.

“Nanti kita coba proses laporan dengan Pasal 232 KUHP mengenai pelepasan segel yang dipasang resmi dengan pejabat, dan sudah koordinasi dengan dinas Kejaksaan dan pasal itu akan kita pasang untuk pelaku-pelaku money changer yang tidak punya izin yang sudah disegel oleh BI tetapi di lepas lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  BEC Tahun Ini Bertajuk North Bali Rainbow, Ini Maknanya

Sementara Manajer Pembinaan dan Fungsi Pengawasan BI area Bali-Nusra Ni Putu Sulastri menerangkan, dari sidak yang dilakukan sejatnya masih banyak money changer yng melanggar. Bahkan, sudah ada tempt usaha yang diberikan tiga kali peringatan, namun dari stiker yang ditempel malah dicopot.

“Ini ada yang sudah kesekian kalinya. Kita tetap pasang lagi dan berharap ke depannya tidak ada lagi yang membangkang. Kalau terusan melanggar, nanti akan ada langkah hukum yang ditempuh,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau, agar money changer melakukan pengurusan izin. Apalagi pengurusan izin disebutkan tidaklah sulit, dan tidak ada biaya yang dikenakan. Hanya saja untuk money changer harus memiliki modal awal Rp 250 Juta yang dimasukkan dalam modal perusahaan.

Selain itu, money changer harus memiliki SDM, yakni Direksi minimal Diploma III. “Untuk money changer itu harus berupa PT. Kalau money changer tidak ada PT, itu dipastikan tidak berizin. Untuk itu, saya berharap agar mereka segera mengurus,” imbuhnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Bank Indonesia (BI) kembali melakukan penyegelan 17 money changer bodong alias tak berizin di Desa Adat Kuta, Kamis (4/8). Penyegelan ini dilakukan setelah dilakukan sidak bersama berbagai unsur, dari Desa Adat Kuta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), LBH dan Forum Kuta Bersatu, TNI, dan Polri.

Dari hasil sidak terdapat beberapa money changer yang membandel. Lantaran sudah beberapa kali ditempeli stiker malah dicopot dan buka kembali. Bahkan ada satu money changer yang menolak untuk tutup.

Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista mengatakan, jumlah temuan dari sidak tersebut sejatinya minim. Sebab biasanya ada ratusan money changer yang beroperasi di lingkup wilayah Desa Adat Kuta. Sehingga ia memperkirakan sidak yang dilaksanakan sudah bocor. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan atur strategi lagi,” ujar Wasista.

Menurutnya, sidak dan penutupan ini sekaligus dalam rangka menyikapi  kriminalitas oleh oknum pengusaha money changer. Pihaknya pun meminta agar Polda Bali memberikan atensi serius terhadap keamanan wilayah Kuta. Bahkan, selain menyikapi penipuan money changer,  juga dapt mengantensi aksi-aksi kriminalitas lain yang dapat mencederai citra pariwisata.

Baca Juga :  Diteken Joe Biden, Produk Panel Surya RI Siap Bersaing di AS

“Pihak kepolisian, yakni Polda Bali, mohon turun ke Kuta. Karena hal seperti jambret dan penipuan oknum money changer ini sangat marak. Tolong bantu kami,” ungkapnya.

Sejatinya, Wasista mengaku tidak pernah melarang kegiatan usaha di lingkup desanya. Namun ia menegaskan usaha money changer tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Bahkan pihaknya menyatakan setelah ditempeli stiker malah beberapa money changer melepas sendiri.

“Sudah beberapa kali kami pasangi stiker segel, mereka berani buka. Padahal itu isi logo Kepolisian, mungkin dari Polda Bali bagaimana dengan stiker itu dicopot silakan ditindaklanjuti. Karena penertiban ini adalah bentuk perlindungan konsumen,” tegasnya, seraya mengatakan akan membuat perarem terkit hal tersebut.

Sedangkan Sekretaris LBH Kuta Bersatu Benidiktus Michael Sebastianus Berahi menegaskan, akan melaporkan tindakan money changer yang tak berizin tersebut. Dalam kasus ini ia akan melaporkan dengan Pasal 232 KUHP.

“Nanti kita coba proses laporan dengan Pasal 232 KUHP mengenai pelepasan segel yang dipasang resmi dengan pejabat, dan sudah koordinasi dengan dinas Kejaksaan dan pasal itu akan kita pasang untuk pelaku-pelaku money changer yang tidak punya izin yang sudah disegel oleh BI tetapi di lepas lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit di Kalbar Tembus Rp120.000 per Kilogram

Sementara Manajer Pembinaan dan Fungsi Pengawasan BI area Bali-Nusra Ni Putu Sulastri menerangkan, dari sidak yang dilakukan sejatnya masih banyak money changer yng melanggar. Bahkan, sudah ada tempt usaha yang diberikan tiga kali peringatan, namun dari stiker yang ditempel malah dicopot.

“Ini ada yang sudah kesekian kalinya. Kita tetap pasang lagi dan berharap ke depannya tidak ada lagi yang membangkang. Kalau terusan melanggar, nanti akan ada langkah hukum yang ditempuh,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau, agar money changer melakukan pengurusan izin. Apalagi pengurusan izin disebutkan tidaklah sulit, dan tidak ada biaya yang dikenakan. Hanya saja untuk money changer harus memiliki modal awal Rp 250 Juta yang dimasukkan dalam modal perusahaan.

Selain itu, money changer harus memiliki SDM, yakni Direksi minimal Diploma III. “Untuk money changer itu harus berupa PT. Kalau money changer tidak ada PT, itu dipastikan tidak berizin. Untuk itu, saya berharap agar mereka segera mengurus,” imbuhnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/