alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Aprindo Bali Sebut Banyak Karyawan akan Dirumahkan Bila PPKM Berlanjut

DENPASAR, BALI EXPRESS – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali diperpanjang melebihi 20 Juli mendatang, akan banyak karyawan yang menjadi ‘korban’. Sebab, berdasarkan aturan PPKM, hanya sektor usaha kebutuhan pokok yang diperbolehkan beroperasi itupun dengan batasan jam operasional. Seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, rumah makan, kafe, dan sejenisnya.

“Jika ini diperpanjang, kami melihatnya akan berdampak cukup signifikan. Karena tidak bisa beroperasi secara penuh, ada ritel-ritel yang mau tidak mau harus menutup gerainya. Secara otomatis dari sale pasti akan turun. Kemudian, dengan tidak beroperasinya secara penuh, tidak menutup kemungkinan ada karyawan yang dirumahkan. Jadi ada efisiensi sumber daya manusia di sini. Artinya ini kembali menurunkan pendapatan mereka,” jelas Ketua Aprindo Bali, Agung Agra Putra kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (4/7).

Menurutnya, karena hanya sebagian yang diizinkan untuk beroperasi, ini menimbulkan ketidakadilan bagi industri lainnya, seperti industri fashion dan sejenis. “Ini kan tidak adil bagi mereka, terutama dengan mereka tidak bisa beroperasi otomatis karyawan tidak bisa bekerja. Dengan tenant yang tidak mendapat penghasilan, mereka harus tetap memberi gaji dan membayar sewa. Hal seperti inilah yang kami dorong agar pemerintah bisa mempertimbangkannya,” kata dia.

Kendati demikian, Aprindo Bali mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19 sepanjang langkah itu tepat dan efektif. Pihaknya mendorong pemerintah dalam menerapkan PPKM agar menggelontorkan bantuan. Baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha agar bisa bertahan selama pandemi ini berlangsung.

“Kami dari Aprindo sendiri sudah menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dari awal. Mulai dari penyediaan fasilitas cuci tangan, pengukuran suhu, penggunaan masker dan sebagainya itu sudah kami jalankan,” tuturnya.(ika)

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali diperpanjang melebihi 20 Juli mendatang, akan banyak karyawan yang menjadi ‘korban’. Sebab, berdasarkan aturan PPKM, hanya sektor usaha kebutuhan pokok yang diperbolehkan beroperasi itupun dengan batasan jam operasional. Seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, rumah makan, kafe, dan sejenisnya.

“Jika ini diperpanjang, kami melihatnya akan berdampak cukup signifikan. Karena tidak bisa beroperasi secara penuh, ada ritel-ritel yang mau tidak mau harus menutup gerainya. Secara otomatis dari sale pasti akan turun. Kemudian, dengan tidak beroperasinya secara penuh, tidak menutup kemungkinan ada karyawan yang dirumahkan. Jadi ada efisiensi sumber daya manusia di sini. Artinya ini kembali menurunkan pendapatan mereka,” jelas Ketua Aprindo Bali, Agung Agra Putra kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (4/7).

Menurutnya, karena hanya sebagian yang diizinkan untuk beroperasi, ini menimbulkan ketidakadilan bagi industri lainnya, seperti industri fashion dan sejenis. “Ini kan tidak adil bagi mereka, terutama dengan mereka tidak bisa beroperasi otomatis karyawan tidak bisa bekerja. Dengan tenant yang tidak mendapat penghasilan, mereka harus tetap memberi gaji dan membayar sewa. Hal seperti inilah yang kami dorong agar pemerintah bisa mempertimbangkannya,” kata dia.

Kendati demikian, Aprindo Bali mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19 sepanjang langkah itu tepat dan efektif. Pihaknya mendorong pemerintah dalam menerapkan PPKM agar menggelontorkan bantuan. Baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha agar bisa bertahan selama pandemi ini berlangsung.

“Kami dari Aprindo sendiri sudah menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dari awal. Mulai dari penyediaan fasilitas cuci tangan, pengukuran suhu, penggunaan masker dan sebagainya itu sudah kami jalankan,” tuturnya.(ika)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/