alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Kejari Cek Dugaan Hotel & Vila Caplok Tanah Negara di Pantai Berawa

BADUNG, BALI EXPRESS – Pelanggaran tata ruang atau pencaplokan sempadan pantai sebagai tanah negara diduga terjadi di Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung. Dua bangunan, yakni Legon Kraton Beach Hotel dan Morabito Beach Ard Villa disebut-sebut terlibat dalam perkara ini.

Menyikapi masalah ini, Kejari Badung sudah melakukan pengecekan. Kasi Pidsus Kejari Badung Dewa Lanang Arya Raharja pun mengakui pihaknya telah turun untuk mengecek ke lapangan perihal dugaan pencaplokan lahan oleh Pengelola Legon Kraton Beach Hotel dan Morabito Beach Ard Villa yang terletak di Jalan Pantai Berawa.

Ternyata sebelum Kejari Badung, Satpol PP Badung sudah terlebih dulu melakukan pengecekan mengenai masalah yang disinyalir sudah terjadi beberapa tahun.

Baca Juga :  Bupati Artha Panen Perdana Pisang Cavendish Kualitas Ekspor

Lanang menjelaskan pihaknya masih mengkaji perihal pencaplokan tanah negara ini. Kejaksaan masih perlu berkoodinasi dengan dinas terkait seperti Pekerjaan Umum (PU) mengenai aspek tata ruang. “Iya kami memang sudah mengecek ke lokasi dan sekarang dikaji, sejauh mana harusnya jarak sempadan pantai dan lahan yang bisa dipakai ini kami lihat dulu aturan Perda RTRW,” tandasnya, Senin (4/7).

Jika Satpol PP menemukan adanya pelanggaran, pihaknya mengatakan tindakan yang diambil sesuai dengan instansi masing-masing. Namun tetap dilakukan koordinasi antar instansi.

“Kepala Kejari soal pengecekan kami harapannya bisa memberikan kepastian investasi, apalagi terkait pemulihan ekonomi di Badung, mengingat bisa mendatangkan PAD juga bagi Badung, tapi jika memang betul ada melanggar, kan pasti diambil tindakan dan kami juga koordinasikan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kejari Badung Gas Penyidikan Kasus Korupsi Mantri Bank

 






Reporter: Suharnanto

BADUNG, BALI EXPRESS – Pelanggaran tata ruang atau pencaplokan sempadan pantai sebagai tanah negara diduga terjadi di Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung. Dua bangunan, yakni Legon Kraton Beach Hotel dan Morabito Beach Ard Villa disebut-sebut terlibat dalam perkara ini.

Menyikapi masalah ini, Kejari Badung sudah melakukan pengecekan. Kasi Pidsus Kejari Badung Dewa Lanang Arya Raharja pun mengakui pihaknya telah turun untuk mengecek ke lapangan perihal dugaan pencaplokan lahan oleh Pengelola Legon Kraton Beach Hotel dan Morabito Beach Ard Villa yang terletak di Jalan Pantai Berawa.

Ternyata sebelum Kejari Badung, Satpol PP Badung sudah terlebih dulu melakukan pengecekan mengenai masalah yang disinyalir sudah terjadi beberapa tahun.

Baca Juga :  Laporkan Kemnaker, Kerja Lebih Setahun Terima Gaji Upah Mininum

Lanang menjelaskan pihaknya masih mengkaji perihal pencaplokan tanah negara ini. Kejaksaan masih perlu berkoodinasi dengan dinas terkait seperti Pekerjaan Umum (PU) mengenai aspek tata ruang. “Iya kami memang sudah mengecek ke lokasi dan sekarang dikaji, sejauh mana harusnya jarak sempadan pantai dan lahan yang bisa dipakai ini kami lihat dulu aturan Perda RTRW,” tandasnya, Senin (4/7).

Jika Satpol PP menemukan adanya pelanggaran, pihaknya mengatakan tindakan yang diambil sesuai dengan instansi masing-masing. Namun tetap dilakukan koordinasi antar instansi.

“Kepala Kejari soal pengecekan kami harapannya bisa memberikan kepastian investasi, apalagi terkait pemulihan ekonomi di Badung, mengingat bisa mendatangkan PAD juga bagi Badung, tapi jika memang betul ada melanggar, kan pasti diambil tindakan dan kami juga koordinasikan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Buleleng Siapkan Rp 3 M untuk Beli Beras Petani

 






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/