26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

BEC Tahun Ini Bertajuk North Bali Rainbow, Ini Maknanya

BALI EXPRESS, SINGARAJA – Event bergengsi Buleleng Endek Carnaval (BEC) dan Pawai Pembanguan tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Minggu (5/8). Ajang bergengsi yang penyelenggaraannya memasuki tahun kelima ini mengambil tema ‘North Bali Rainbow’ yang artinya Pelangi Bali Utara.

Seperti namanya, Karnaval yang melibatkan 32 peserta dari pengrajin endek, designer, sekolah hingga BUMD ini mengutamakan desain endek lokal Buleleng untuk ditampilkan. Mereka tampil memukau di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai Singaraja. Tak pelak, masyarakat Buleleng tumpah ruah menyaksikan event yang masih satu rangkaian dengan pelaksanaan Bulfest tahun 2018 ini.

Kepala Bappeda Litbang Buleleng, Gde Dharmaja, menjelaskan BEC tahun ini juga dirangkaikan dengan Pawai Pembangunan yang diikuti oleh masing-masing Kecamatan. Tema North Bali Rainbow diambil dengan harapan Endek Buleleng menunjukkan keindahan sehingga dikenal di Bali, Nasional bahkan Internasional.

 

“Rainbow (pelangi) itu sangat indah. Untuk itu kami berharap bisa menunjukkan keindahan Bali Utara sehingga menarik untuk dikunjungi dan ditinggali oleh penduduknya, utamanya dalam konteks endek. Kami ingin endek itu menarik seperti pelangi,” katanya.

Baca Juga :  Sinergi bank bjb Perkuat Penetrasi Laku Pandai di Semarang

 

Dharmaja pun mengakui jika Endek Buleleng sejauh ini sudah mulai berkembang. Namun semuanya butuh proses, mengingat masyarakat saat ini masih memiliki pola pikir modernitas, dengan menggunakan pakaian berbahan dasar kain jins, corduroy, atau tetoron. Padahal imbuh Dharmajaya, Bali khususnya Buleleng memiliki kekayaan budaya seperti Endek, yang tidak kalah menarik bila di desain sebaik mungkin.

 

“Maknanya agar Endek Buleleng bisa berkembang sehingga bisa menjadi sumber pencaharian warga Buleleng yang menekuninya,” jelasnya.

 

Disinggung terkait peserta, kata Dharmajaya seluruhnya berasal dari warga Buleleng. Dengan jumlah 32 kelompok, yang terdiri dari 14 kelompok untuk BEC, 11 kelompok untuk pawai pembangunan, dan sisanya adalah partisipan (Komunitas Buleleng). Warga Buleleng dipilih sebagai peserta dengan tujuan ingin memberikan kesempatan pada masyarakat lokal untuk mengembangkan kreasinya.

 

Sementara itu Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengapresiasi langkah Ketua Panitia BEC yang lebih mengedepankan masyarakat Buleleng untuk mengembangkan kreasinya. Bupati Suradnyana.

Baca Juga :  Fadli Zon Diberi Penghargaan Sri Paduka Raja dari Raja Buleleng

 

Namun, Bupati Suradnyana berharap gelaran BEC bukan sebatas acara hiburan dan seremonial belaka. Melainkan bisa menjadikan ajang bagi desainer lokal Buleleng untuk adu kreatifitas hingga bisa memimpin pangsa pasar endek.

 

“Para perajin dan desainer endek di Buleleng agar mampu bersaing di berbagai segmen pasar. Saya berharap endek Buleleng bisa memikat selera, diterima masyarakat dan dicintai masyarakat, sehingga merasa bangga menggunakan endek Buleleng tanpa harus membedakan suku agama dan ras,” ujar Bupati Suradnyana.

 

Bupati Suradnyana juga tak menampik bila sejumlah tantangan dan hambatan menghantui perajin Endek Buleleng. Sehingga perkembangannya belum sesuai harapan. Hal ini tidak terlepas dari terbatasnya diversifikasi produk serta terbatasnya promosi.

 

“Mesin dan warna memang belum kreatif. Saya tantang kedepan agar seluruh stakeholder baik dinas-dinas, untuk menggairahkan endek ini mulai dari sektor industrinya,” tutupnya. 


BALI EXPRESS, SINGARAJA – Event bergengsi Buleleng Endek Carnaval (BEC) dan Pawai Pembanguan tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Minggu (5/8). Ajang bergengsi yang penyelenggaraannya memasuki tahun kelima ini mengambil tema ‘North Bali Rainbow’ yang artinya Pelangi Bali Utara.

Seperti namanya, Karnaval yang melibatkan 32 peserta dari pengrajin endek, designer, sekolah hingga BUMD ini mengutamakan desain endek lokal Buleleng untuk ditampilkan. Mereka tampil memukau di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai Singaraja. Tak pelak, masyarakat Buleleng tumpah ruah menyaksikan event yang masih satu rangkaian dengan pelaksanaan Bulfest tahun 2018 ini.

Kepala Bappeda Litbang Buleleng, Gde Dharmaja, menjelaskan BEC tahun ini juga dirangkaikan dengan Pawai Pembangunan yang diikuti oleh masing-masing Kecamatan. Tema North Bali Rainbow diambil dengan harapan Endek Buleleng menunjukkan keindahan sehingga dikenal di Bali, Nasional bahkan Internasional.

 

“Rainbow (pelangi) itu sangat indah. Untuk itu kami berharap bisa menunjukkan keindahan Bali Utara sehingga menarik untuk dikunjungi dan ditinggali oleh penduduknya, utamanya dalam konteks endek. Kami ingin endek itu menarik seperti pelangi,” katanya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Melaya Mengaku Tidak Nyaman karena Ini

 

Dharmaja pun mengakui jika Endek Buleleng sejauh ini sudah mulai berkembang. Namun semuanya butuh proses, mengingat masyarakat saat ini masih memiliki pola pikir modernitas, dengan menggunakan pakaian berbahan dasar kain jins, corduroy, atau tetoron. Padahal imbuh Dharmajaya, Bali khususnya Buleleng memiliki kekayaan budaya seperti Endek, yang tidak kalah menarik bila di desain sebaik mungkin.

 

“Maknanya agar Endek Buleleng bisa berkembang sehingga bisa menjadi sumber pencaharian warga Buleleng yang menekuninya,” jelasnya.

 

Disinggung terkait peserta, kata Dharmajaya seluruhnya berasal dari warga Buleleng. Dengan jumlah 32 kelompok, yang terdiri dari 14 kelompok untuk BEC, 11 kelompok untuk pawai pembangunan, dan sisanya adalah partisipan (Komunitas Buleleng). Warga Buleleng dipilih sebagai peserta dengan tujuan ingin memberikan kesempatan pada masyarakat lokal untuk mengembangkan kreasinya.

 

Sementara itu Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengapresiasi langkah Ketua Panitia BEC yang lebih mengedepankan masyarakat Buleleng untuk mengembangkan kreasinya. Bupati Suradnyana.

Baca Juga :  BI 7-Day Reverse Repo Rate Turun Sebesar 25 bps

 

Namun, Bupati Suradnyana berharap gelaran BEC bukan sebatas acara hiburan dan seremonial belaka. Melainkan bisa menjadikan ajang bagi desainer lokal Buleleng untuk adu kreatifitas hingga bisa memimpin pangsa pasar endek.

 

“Para perajin dan desainer endek di Buleleng agar mampu bersaing di berbagai segmen pasar. Saya berharap endek Buleleng bisa memikat selera, diterima masyarakat dan dicintai masyarakat, sehingga merasa bangga menggunakan endek Buleleng tanpa harus membedakan suku agama dan ras,” ujar Bupati Suradnyana.

 

Bupati Suradnyana juga tak menampik bila sejumlah tantangan dan hambatan menghantui perajin Endek Buleleng. Sehingga perkembangannya belum sesuai harapan. Hal ini tidak terlepas dari terbatasnya diversifikasi produk serta terbatasnya promosi.

 

“Mesin dan warna memang belum kreatif. Saya tantang kedepan agar seluruh stakeholder baik dinas-dinas, untuk menggairahkan endek ini mulai dari sektor industrinya,” tutupnya. 


Most Read

Artikel Terbaru