alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Dispar Minta Sikapi Open Border dengan Kewaspadaan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Angin segar dirasakan oleh pelaku pariwisata di Bali ,lantaran adanya wacana penerbangan internasional dibuka pada 14 Oktober mendatang. Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Putu Astawa meminta agar masyarakat tetap menyikapinya dengan penuh kehati-hatian. 

Pihaknya di Dispar pun belum berani memastikan terkait wacana open border tersebut, karena pembukaan pariwisata internasional kewenangan pemerintah pusat. Pihak Dispar hanya mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu pariwisata untuk mancanegara benar dibuka. “Siapa tahu nanti riil dibuka, sehingga kita tidak kelabakan,” jelasnya, Selasa (5/10).

Dalam kesempatan itu, Astawa menyampaikan dari segi kesiapan pariwisata, Bali sendiri dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman) telah melakukan langkah riil. Mulai dari percepatan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan,  pemberlakuan CHSE, hingga aplikasi PeduliLindungi. “Jadi kami tinggal memantapkan SOP saat kedatangan wisatawan mancanegara di Bandara Ngurah Rai,” imbuh Astawa. 

Sementara wacana open border, ia menyampaikan harus disikapi dengan penuh kehati-hatian.  Hal itu supaya jangan sampai ada gelombang baru lonjakan kasus Covid 19. Sehingga dapat berpengaruh terhadap persiapan event internasional yang direncanakan digelar di Bali tahun 2022. 

Ditambahkannya, penerapan prokes harus diterapkan dengan ketat sekali. Begitu juga dengan euforia supaya tidak mempengaruhi program yang akan digelar. “Jadi jangan sampai euforia wacana pembukaan pariwisata ini mempengaruhi program-progam kita,” tandasnya.

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Angin segar dirasakan oleh pelaku pariwisata di Bali ,lantaran adanya wacana penerbangan internasional dibuka pada 14 Oktober mendatang. Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Putu Astawa meminta agar masyarakat tetap menyikapinya dengan penuh kehati-hatian. 

Pihaknya di Dispar pun belum berani memastikan terkait wacana open border tersebut, karena pembukaan pariwisata internasional kewenangan pemerintah pusat. Pihak Dispar hanya mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu pariwisata untuk mancanegara benar dibuka. “Siapa tahu nanti riil dibuka, sehingga kita tidak kelabakan,” jelasnya, Selasa (5/10).

Dalam kesempatan itu, Astawa menyampaikan dari segi kesiapan pariwisata, Bali sendiri dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman) telah melakukan langkah riil. Mulai dari percepatan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan,  pemberlakuan CHSE, hingga aplikasi PeduliLindungi. “Jadi kami tinggal memantapkan SOP saat kedatangan wisatawan mancanegara di Bandara Ngurah Rai,” imbuh Astawa. 

Sementara wacana open border, ia menyampaikan harus disikapi dengan penuh kehati-hatian.  Hal itu supaya jangan sampai ada gelombang baru lonjakan kasus Covid 19. Sehingga dapat berpengaruh terhadap persiapan event internasional yang direncanakan digelar di Bali tahun 2022. 

Ditambahkannya, penerapan prokes harus diterapkan dengan ketat sekali. Begitu juga dengan euforia supaya tidak mempengaruhi program yang akan digelar. “Jadi jangan sampai euforia wacana pembukaan pariwisata ini mempengaruhi program-progam kita,” tandasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/