alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tingkat Hunian The Nusa Dua Meroket 182 Persen Triwulan I 2022

BADUNG, BALI EXPRESS – Tingkat occupancy rate dan kunjungan wisatawan ke kawasan ITDC The Nusa Dua selama triwulan I tahun 2022, kembali menunjukkan pertumbuhan positif, bahkan lebih dari 100 persen. Tingkat occupancy atau hunian kawasan The Nusa Dua selama Januari hingga Maret 2022 tercatat secara berturut-turut sebesar 20,15 persen, 12,78 persen serta 30,77 persen atau rata-rata mencapai 21,23 persen selama 3 bulan, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 60.388 orang. Angka-angka ini meningkat dibanding tingkat hunian periode yang sama tahun lalu sebesar berturut-turut 7,71 persen, 5,08 persen dan 9,80 persen atau rata-rata sebesar 7,53 persen, dengan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 26.913 orang.

Dengan demikian, tingkat hunian rata-rata The Nusa Dua pada Triwulan I 2022 tumbuh 182 persen dibandingkan tahun 2021. Sedangkan kunjungan wisatawan, yang didominasi oleh wisatawan domestik, tumbuh juga lebih dari 100 persen yaitu sebesar 124 persen.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, tingkat occupancy kawasan selama periode Januari hingga Maret 2022 kembali menunjukkan tren positif. Ia menyebutkan, peningkatan occupancy ini antara lain didorong oleh meningkatnya kegiatan event, kunjungan wisatawan domestik, jumlah pertemuan yang diselenggarakan di dalam kawasan serta kebijakan bebas karantina dan Visa on Arrival (VOA) untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia melalui Bali.

“Kami harapkan peningkatan ini dapat terus terjaga seiring dengan meningkatnya kegiatan kepariwisataan,” katanya, Rabu (6/5).

Pada periode Januari hingga Maret 2022, beberapa event dan konferensi telah dilaksanakan di The Nusa Dua. Diantaranya Goldcoin Conference, COP-4 Minamata Convention on Mercury, serta 144th Assembly of The Inter Parliamentary Union (IPU) yang diikuti oleh lebih dari 1.000 orang. Pada akhir Maret lalu, Pulau Peninsula The Nusa Dua kembali menjadi lokasi event outdoor dengan jumlah peserta mencapai 1.000 orang setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi.

Sedangkan ke depan, Ardita menambahkan, beberapa event juga telah terjadwal dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua pada tahun 2022. Meliputi event Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada bulan Mei 2022, Bali and Beyond Travel Fair 2022 pada bulan Juni 2022 serta rangkaian event KTT G20 pada akhir tahun 2022.

“Saat ini tingkat kunjungan dan occupancy rate The Nusa Dua belum normal seperti sebelum pandemi. Namun kami optimistis tren pertumbuhan akan terus terjaga hingga akhir tahun ini. Semoga saja dengan kebijakan pemerintah terkait karantina dan VOA bagi PPLN, wisatawan mancanegara dapat kembali datang ke Bali, sehingga upaya pemulihan pariwisata Indonesia, khususnya Bali dapat berjalan dengan baik,” harapnya.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Tingkat occupancy rate dan kunjungan wisatawan ke kawasan ITDC The Nusa Dua selama triwulan I tahun 2022, kembali menunjukkan pertumbuhan positif, bahkan lebih dari 100 persen. Tingkat occupancy atau hunian kawasan The Nusa Dua selama Januari hingga Maret 2022 tercatat secara berturut-turut sebesar 20,15 persen, 12,78 persen serta 30,77 persen atau rata-rata mencapai 21,23 persen selama 3 bulan, dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 60.388 orang. Angka-angka ini meningkat dibanding tingkat hunian periode yang sama tahun lalu sebesar berturut-turut 7,71 persen, 5,08 persen dan 9,80 persen atau rata-rata sebesar 7,53 persen, dengan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 26.913 orang.

Dengan demikian, tingkat hunian rata-rata The Nusa Dua pada Triwulan I 2022 tumbuh 182 persen dibandingkan tahun 2021. Sedangkan kunjungan wisatawan, yang didominasi oleh wisatawan domestik, tumbuh juga lebih dari 100 persen yaitu sebesar 124 persen.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, tingkat occupancy kawasan selama periode Januari hingga Maret 2022 kembali menunjukkan tren positif. Ia menyebutkan, peningkatan occupancy ini antara lain didorong oleh meningkatnya kegiatan event, kunjungan wisatawan domestik, jumlah pertemuan yang diselenggarakan di dalam kawasan serta kebijakan bebas karantina dan Visa on Arrival (VOA) untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia melalui Bali.

“Kami harapkan peningkatan ini dapat terus terjaga seiring dengan meningkatnya kegiatan kepariwisataan,” katanya, Rabu (6/5).

Pada periode Januari hingga Maret 2022, beberapa event dan konferensi telah dilaksanakan di The Nusa Dua. Diantaranya Goldcoin Conference, COP-4 Minamata Convention on Mercury, serta 144th Assembly of The Inter Parliamentary Union (IPU) yang diikuti oleh lebih dari 1.000 orang. Pada akhir Maret lalu, Pulau Peninsula The Nusa Dua kembali menjadi lokasi event outdoor dengan jumlah peserta mencapai 1.000 orang setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi.

Sedangkan ke depan, Ardita menambahkan, beberapa event juga telah terjadwal dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua pada tahun 2022. Meliputi event Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada bulan Mei 2022, Bali and Beyond Travel Fair 2022 pada bulan Juni 2022 serta rangkaian event KTT G20 pada akhir tahun 2022.

“Saat ini tingkat kunjungan dan occupancy rate The Nusa Dua belum normal seperti sebelum pandemi. Namun kami optimistis tren pertumbuhan akan terus terjaga hingga akhir tahun ini. Semoga saja dengan kebijakan pemerintah terkait karantina dan VOA bagi PPLN, wisatawan mancanegara dapat kembali datang ke Bali, sehingga upaya pemulihan pariwisata Indonesia, khususnya Bali dapat berjalan dengan baik,” harapnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/