alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

VoA Diberlakukan Kepada 42 Negara

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wisatawan internasional yang datang ke Bali saat ini diberlakukannya tanpa karantina dan Visa on Arrival (VoA). Sampai saat ini total sebanyak 42 negara yang diberlakukan kebijakan VoA tersebut di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

VoA tersebut hanya dikenakan biaya Rp 500 ribu per orang, baik orang dewasa maupun anak-anak dan pembayaran saat kedatangan. “VoA berhak untuk satu kali masuk ke Bali atau Indonesia. Tinggal hingga 30 hari dan dapat diperpanjang maksimal 1 kali di Kantor Imigrasi,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, Rabu (6/4).

Dalam kesempatan itu, dipaparkan juga para wisatawan harus divaksin dua kali, dan masuk dalam aplikasi Peduli Lindungi. Terlebih setiba di bandara, petugas akan membantu wisatawan mengintegrasikan data ke dalam aplikasi tersebut.

Dengan demikian 42 negara yang telah diberlakukannya VoA, akan dapat pelayanan yang baik setibanya di bandara.  Negara-negara tersebut terdiri dari Australia, USA , Inggris , Jerman , Belanda ,  Prancis , Qatar , Jepang , Korea Selatan, Kanada, Selandia Baru. Italia.

Turki, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Laos, Thailand, Myanmar, Kamboja, Filipina, Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Belgia, Brasil, Denmark. Finlandia, Hungaria, India, Meksiko, Norwegia, Polandia, Seychelles, Spanyol,  Swedia,  Swiss, Taiwan, Tiongkok, dan Tunisia.

Sementara asuransi perjalanan dengan pertanggungan Covid-19 bagi wisatawan dapat juga dibooking terlebih dahulu. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi jika saat diswab, hasilnya positif. “Swab positif, dan jika tidak ada atau hanya gejala yang sangat ringan maka diharuskan menjalani isolasi 5 hari di hotel isolasi khusus,” imbuhnya.

Sehingga pembiayaan itu dapat ditanggung oleh asuransi tersebut atau atas biaya sendiri. Pada hari ke-5 jika tamu dinyatakan negatif, mereka dapat melanjutkan rencana perjalanan pada hari ke-6. “ Mereka (wisatawan,red) internasional harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat,” tegas Tjok Pemayun.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wisatawan internasional yang datang ke Bali saat ini diberlakukannya tanpa karantina dan Visa on Arrival (VoA). Sampai saat ini total sebanyak 42 negara yang diberlakukan kebijakan VoA tersebut di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

VoA tersebut hanya dikenakan biaya Rp 500 ribu per orang, baik orang dewasa maupun anak-anak dan pembayaran saat kedatangan. “VoA berhak untuk satu kali masuk ke Bali atau Indonesia. Tinggal hingga 30 hari dan dapat diperpanjang maksimal 1 kali di Kantor Imigrasi,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, Rabu (6/4).

Dalam kesempatan itu, dipaparkan juga para wisatawan harus divaksin dua kali, dan masuk dalam aplikasi Peduli Lindungi. Terlebih setiba di bandara, petugas akan membantu wisatawan mengintegrasikan data ke dalam aplikasi tersebut.

Dengan demikian 42 negara yang telah diberlakukannya VoA, akan dapat pelayanan yang baik setibanya di bandara.  Negara-negara tersebut terdiri dari Australia, USA , Inggris , Jerman , Belanda ,  Prancis , Qatar , Jepang , Korea Selatan, Kanada, Selandia Baru. Italia.

Turki, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Laos, Thailand, Myanmar, Kamboja, Filipina, Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Belgia, Brasil, Denmark. Finlandia, Hungaria, India, Meksiko, Norwegia, Polandia, Seychelles, Spanyol,  Swedia,  Swiss, Taiwan, Tiongkok, dan Tunisia.

Sementara asuransi perjalanan dengan pertanggungan Covid-19 bagi wisatawan dapat juga dibooking terlebih dahulu. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi jika saat diswab, hasilnya positif. “Swab positif, dan jika tidak ada atau hanya gejala yang sangat ringan maka diharuskan menjalani isolasi 5 hari di hotel isolasi khusus,” imbuhnya.

Sehingga pembiayaan itu dapat ditanggung oleh asuransi tersebut atau atas biaya sendiri. Pada hari ke-5 jika tamu dinyatakan negatif, mereka dapat melanjutkan rencana perjalanan pada hari ke-6. “ Mereka (wisatawan,red) internasional harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat,” tegas Tjok Pemayun.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/