alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

ASF Mengancam, Peternak Cemas, Distan Ingatkan Biosecurity

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Kasus babi mati mendadak diduga terjangkit African Swine Fever (ASF) sempat merebak beberapa tahun lalu di sejumlah wilayah. Jelang Galungan-Kuningan, seiring permintaan daging babi yang meningkat, masyarakat juga was-was.

Begitu juga para peternak babi di Klungkung yang kini mulai was-was agar ASF tidak merebak lagi. Syukurnya, tak ada kasus babi mati mendadak di Klungkung. Petugas Dinas Pertanian (Distan) Klungkung juga mulai turun ke peternakan maupun tempat-tempat pemotongan daging babi.

Tujuannya memastikan kesehatan babi di Klungkung terjamin dan bebas dari ragam virus. Kondisi ini kian didukung dengan adanya kabar kasus babi mati mendadak di Tabanan. “Hal ini perlu diwaspadai,” ujar Kepala Distan Klungkung, Ida Bagus Juanida, Senin (6/6).

Ia tidak menampik kasus babi mati berpotensi terjadi. Pihaknya terus mengingatkan para peternak babi di Klungkung agar tetap menjaga kebersihan kandang dan menjamin lalu lintas ternak tidak terkontaminasi.

Karena itu, ia mengimbau agar peternak disiplin menerapkan biosecurity. Walaupun tak dapat menular ke manusia, tapi virus dapat dibawa manusia lewat lalu lintas keluar masuk ternak.

Peternak disarankan agar tidak mendatangkan babi dari daerah atau wilayah terjangkit ASF. Penerapan biosecurity, minimal bisa menekan penyebaran virus itu. “Sampai saat ini belum ada laporan babi mati. Kami harap tidak sampai terjadi dan peternak kami ingatkan,” pungkasnya.

 






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Kasus babi mati mendadak diduga terjangkit African Swine Fever (ASF) sempat merebak beberapa tahun lalu di sejumlah wilayah. Jelang Galungan-Kuningan, seiring permintaan daging babi yang meningkat, masyarakat juga was-was.

Begitu juga para peternak babi di Klungkung yang kini mulai was-was agar ASF tidak merebak lagi. Syukurnya, tak ada kasus babi mati mendadak di Klungkung. Petugas Dinas Pertanian (Distan) Klungkung juga mulai turun ke peternakan maupun tempat-tempat pemotongan daging babi.

Tujuannya memastikan kesehatan babi di Klungkung terjamin dan bebas dari ragam virus. Kondisi ini kian didukung dengan adanya kabar kasus babi mati mendadak di Tabanan. “Hal ini perlu diwaspadai,” ujar Kepala Distan Klungkung, Ida Bagus Juanida, Senin (6/6).

Ia tidak menampik kasus babi mati berpotensi terjadi. Pihaknya terus mengingatkan para peternak babi di Klungkung agar tetap menjaga kebersihan kandang dan menjamin lalu lintas ternak tidak terkontaminasi.

Karena itu, ia mengimbau agar peternak disiplin menerapkan biosecurity. Walaupun tak dapat menular ke manusia, tapi virus dapat dibawa manusia lewat lalu lintas keluar masuk ternak.

Peternak disarankan agar tidak mendatangkan babi dari daerah atau wilayah terjangkit ASF. Penerapan biosecurity, minimal bisa menekan penyebaran virus itu. “Sampai saat ini belum ada laporan babi mati. Kami harap tidak sampai terjadi dan peternak kami ingatkan,” pungkasnya.

 






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/