alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Jual Anggrek Panda, Raup Omzet Jutaan Setiap Bulan

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman berbunga yang banyak diminati masyarakat. Berkat banyaknya pecinta anggrek, penjualan anggrek pun menjadi bisnis yang menjanjikan. Seperti yang dilakukan oleh I Wayan Maha Putra Aprianto yang telah menekuni bisnis anggrek sejak tahun 2018. Hingga kini ia mengganggap bisnis ini sebagai pekerjaan utamanya. 

Aprianto mengatakan, awal mula dirinya menyukai anggrek karena terpengaruh oleh keluarganya. Sehingga di tahun 2018 dirinya memutuskan untuk menjual anggrek. “Karena dulu orang tua memang suka terutama ibu, jadi saya mencoba untuk memelihara kemudian menjualnya,” ujarnya, Jumat (5/11). 

Menurutnya, ada beberapa jenis anggrek yang dimiliki, seperti anggrek panda dan beberapa koleksi lainnya. Untuk anggrek panda pria asal Banjar Jeroan Desa Sading ini, mampu dijual dengan kisaran harga Rp 200-300 ribu. Sementara untuk anggrek koleksi yng tidak disebutkan namanya mampu dijual dengan harga Rp 5 juta.

“Untuk anggrek panda saya menjualnya ke sekitaran Bali, sementara untuk anggrek koleksi lainnya saya jual melalui market place secara online. Kenapa harganya beda karena anggrek koleksi itu dilihat dari ukuran, warna, dan jenisnya. Kalau semakin bagus dan langka jenisnya semakin mahal harganya,” ungkapnya.

Aprianto juga mengungkapkan, bahwa angrek panda yang ia jual didatangkan dari Thailand. Untuk proses impor ia dibantu oleh temannya yang ada di Jakarta. “Anggrek yang saya datangkan dari Jakarta itu merupakan anggrek yang usianya dewasa siap berbunga, biasanya saya rawat selama tiga bulan sudah berbunga. Jadi disini saya fokus pembesaran saja tidak membuat bibit,” bebernya. 

Pria 30 tahun ini mengaku, dalam sebulan dirinya mendapatkan omzet sebesar Rp 3 juta dari satu link penjualan online. Sementara jika digabungkan seluruh penjualan omzet yang ia terima mencapai Rp 6 juta. “Jadi dari penjualan anggrek panda ini cukup lah untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya. Sebenarnya ini bisnis sampingan tapi juga bisa di bilang penghasilan utama,” jelas pegawai kontrak di salah satu Dinas Provinsi Bali tersebut. 

Disinggung kenapa memilih anggrek panda sebagai bisnis, Aprianto menerangkan, bahwa anggrek panda lebih banyak peminatnya. Bahkan sebelum berbunga anggrek panda sudah mampu laku dipasaran dibandingkan dengan anggrek bulan yang harus menunggu bunganya mekar. “Yang penting sudah tahu jenis, dan wanra bunga yang akan tumbuh, anggrek panda bisa terjual,” terangnya. 

Lebih lanjut Aprianto menambahkan, untuk oerawatan anggrek tidak begitu sulit. Lantaran dalam sehari cukup disiram sebanyak satu kali saja. Namun dalam musim hujan barulah mendapatkan perawatan tambahan. “Kalau hujan saya tambahkan fungisida untuk mencegah jamur, selain itu saya juga tambahkan insektisida agar terhibdar dari hama serangga,” pungkasnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman berbunga yang banyak diminati masyarakat. Berkat banyaknya pecinta anggrek, penjualan anggrek pun menjadi bisnis yang menjanjikan. Seperti yang dilakukan oleh I Wayan Maha Putra Aprianto yang telah menekuni bisnis anggrek sejak tahun 2018. Hingga kini ia mengganggap bisnis ini sebagai pekerjaan utamanya. 

Aprianto mengatakan, awal mula dirinya menyukai anggrek karena terpengaruh oleh keluarganya. Sehingga di tahun 2018 dirinya memutuskan untuk menjual anggrek. “Karena dulu orang tua memang suka terutama ibu, jadi saya mencoba untuk memelihara kemudian menjualnya,” ujarnya, Jumat (5/11). 

Menurutnya, ada beberapa jenis anggrek yang dimiliki, seperti anggrek panda dan beberapa koleksi lainnya. Untuk anggrek panda pria asal Banjar Jeroan Desa Sading ini, mampu dijual dengan kisaran harga Rp 200-300 ribu. Sementara untuk anggrek koleksi yng tidak disebutkan namanya mampu dijual dengan harga Rp 5 juta.

“Untuk anggrek panda saya menjualnya ke sekitaran Bali, sementara untuk anggrek koleksi lainnya saya jual melalui market place secara online. Kenapa harganya beda karena anggrek koleksi itu dilihat dari ukuran, warna, dan jenisnya. Kalau semakin bagus dan langka jenisnya semakin mahal harganya,” ungkapnya.

Aprianto juga mengungkapkan, bahwa angrek panda yang ia jual didatangkan dari Thailand. Untuk proses impor ia dibantu oleh temannya yang ada di Jakarta. “Anggrek yang saya datangkan dari Jakarta itu merupakan anggrek yang usianya dewasa siap berbunga, biasanya saya rawat selama tiga bulan sudah berbunga. Jadi disini saya fokus pembesaran saja tidak membuat bibit,” bebernya. 

Pria 30 tahun ini mengaku, dalam sebulan dirinya mendapatkan omzet sebesar Rp 3 juta dari satu link penjualan online. Sementara jika digabungkan seluruh penjualan omzet yang ia terima mencapai Rp 6 juta. “Jadi dari penjualan anggrek panda ini cukup lah untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya. Sebenarnya ini bisnis sampingan tapi juga bisa di bilang penghasilan utama,” jelas pegawai kontrak di salah satu Dinas Provinsi Bali tersebut. 

Disinggung kenapa memilih anggrek panda sebagai bisnis, Aprianto menerangkan, bahwa anggrek panda lebih banyak peminatnya. Bahkan sebelum berbunga anggrek panda sudah mampu laku dipasaran dibandingkan dengan anggrek bulan yang harus menunggu bunganya mekar. “Yang penting sudah tahu jenis, dan wanra bunga yang akan tumbuh, anggrek panda bisa terjual,” terangnya. 

Lebih lanjut Aprianto menambahkan, untuk oerawatan anggrek tidak begitu sulit. Lantaran dalam sehari cukup disiram sebanyak satu kali saja. Namun dalam musim hujan barulah mendapatkan perawatan tambahan. “Kalau hujan saya tambahkan fungisida untuk mencegah jamur, selain itu saya juga tambahkan insektisida agar terhibdar dari hama serangga,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/