alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Harga Cabai Meroket, Masyarakat Diberi Alternatif Pakai Merica

GIANYAR, BALI EXPRESS – Cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini membuat harga cabai meroket. Tak terkecuali di Gianyar. Bahkan kenaikan harga cabai mencapai 100 persen.

 

Dari pantauan di lapangan, satu minggu yang lalu harga cabai ada di harga Rp 20.000 per kilogram, namun kini naik mencapai Rp 40.000 per kilogram.

 

Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary, Selasa (7/12). “Kenaikannya sekitar 100 persen,” tegasnya.

 

Menurutnya meroketnya harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang terjadi belakangan ini. Hujan deras disertai angin kencang membuat cabai para petani banyak yang busuk sehingga tidak bisa panen secara maksimal. Disamping itu, stok juga semakin menipis. “Ya akibat faktor cuaca, stok berkurang dari pengepul. Di pasaran bahkan ada yang menjual Rp 50.000 hingga Rp 60.000,” sambungnya.

 

Sayangnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena menurutnya ini faktor alam. Hanya saja para petani diminta bersabar sembari menunggu cuaca ekstrim berlalu menunggu.

 

Sedangkan untuk masyarakat, ia memberikan alternatif untuk menggunakan merica sebagai pengganti cabai dalam makanan. “(Merica) kan sama seperti cabai. Kita tidak bisa bergerak, jadi hanya bisa menyarankan konsumen yang biasa memakai cabai agar bisa memakai merica untuk dirumah tangga,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini membuat harga cabai meroket. Tak terkecuali di Gianyar. Bahkan kenaikan harga cabai mencapai 100 persen.

 

Dari pantauan di lapangan, satu minggu yang lalu harga cabai ada di harga Rp 20.000 per kilogram, namun kini naik mencapai Rp 40.000 per kilogram.

 

Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary, Selasa (7/12). “Kenaikannya sekitar 100 persen,” tegasnya.

 

Menurutnya meroketnya harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang terjadi belakangan ini. Hujan deras disertai angin kencang membuat cabai para petani banyak yang busuk sehingga tidak bisa panen secara maksimal. Disamping itu, stok juga semakin menipis. “Ya akibat faktor cuaca, stok berkurang dari pengepul. Di pasaran bahkan ada yang menjual Rp 50.000 hingga Rp 60.000,” sambungnya.

 

Sayangnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena menurutnya ini faktor alam. Hanya saja para petani diminta bersabar sembari menunggu cuaca ekstrim berlalu menunggu.

 

Sedangkan untuk masyarakat, ia memberikan alternatif untuk menggunakan merica sebagai pengganti cabai dalam makanan. “(Merica) kan sama seperti cabai. Kita tidak bisa bergerak, jadi hanya bisa menyarankan konsumen yang biasa memakai cabai agar bisa memakai merica untuk dirumah tangga,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/