alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Bank Indonesia Dorong Digitalisasi Kawasan Mangrove

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bank Indonesia terus menggalakkan penggunaan Quick Response Code Standars (QRIS) sebagai alat pembayaran digital. Kali ini, pengenalan QRIS tersebut menyasar kawasan mangrove khususnya para kelompok nelayan di wilayah Wana Segara Kertih Kedonganan, Selasa (8/2). Agenda ini, merupakan serangkaian dari hari ulang tahun ke-61 Korem 163/Wira Satya yang jatuh pada 24 Februari mendatang. Selain pengenalan digitalisasi kawasan mangrove, digelar juga penanaman mangrove bersama Bank Indonesia, Korem 163/Wira Satya, dan sejumlah stakeholders terkait.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho mengatakan, Wana Segara Kertih Kedonganan merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki UMKM dengan produk-produk asli olahan dari budidaya mangrove. Diharapkan, baik destinasi wisatanya serta UMKM sekitarnya telah menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan Wana Segara Kertih Kedonganan juga telah didorong untuk menggunakan QRIS.

“Nanti warung-warung yang sekecil ini pun akan memakai QRIS, nanti juga wisata kano, wisata perahu, akan memakai QRIS, ini pastinya lebih aman dan tidak ribet, ini salah satu tujuan kita disamping penanaman mangrove juga menjadi salah satu tujuan untuk green economy,” jelasnya.

Trisno menyebutkan, dari hasil kerja sama Polda Bali, Danrem dan Bank Indonesia, tercetuslah program patroli QRIS dan serbuan QRIS. Yang mana keduanya, mendorong penggunaan QRIS dalam lingkup masyarakat. “Bersama Pak Danrem kemarin kan serbu vaksin booster, sekarang serbuan QRIS, dan ada lagi patroli QRIS, kita mengajak masyarakat untuk menggunakan QRIS. Baik patroli QRIS maupun serbuan QRIS ini membantu bagi siapa yang belum menggunakan QRIS, kita dorong. Karena ini sebuah keniscayaan, kita harus cepat dorong penggunaan QRIS. Kalau kita tidak menggunakan QRIS kita akan ketinggalan,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf menyampaikan, digitalisasi kawasan mangrove dan penanaman pohon mangrove merupakan komitmen bersama dengan Bank Indonesia, serta merupakan agenda serangkaian hari ulang tahun ke-61 Korem 163/Wira Satya. Menurutnya, penanaman mangrove ini memiliki banyak manfaat. Selain ekosistem menjadi baik, ia mengatakan, dari hasil penelitian 1 hektar mangrove bisa menangkap dua ton karbon dioksida. Disamping itu, budidaya mangrove bisa mencegah adanya abrasi.

“Yang istimewa bagi Bali, nanti pada KTT G20, salah satu sasarannya meninjau mangrove. Jadi mangrove ini menjadi concern dari seluruh dunia karena paru-paru dunia sangat terpengaruh oleh mangrove,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Wana Segara Kerthi Kedonganan, Nyoman Sunarta, menyambut baik digitalisasi kawasan mangrove ini. Pihaknya pun menyebutkan, akan mendukung penggunaan QRIS di Wana Segara Kertih. “Kami sangat mendukung sekali dan senang. Di sini kami ada anggota nelayan yang belum mengenal soal pembayaran digital itu sendiri. Dengan adanya BI, bisa memberikan pengetahuan terhadap kami,” jelasnya.

Rencana kedepan, pihaknya akan membuat pasar ikan dan akan mengimplementasikan QRIS. Diharapkan, QRIS bisa bermanfaat bagi kelompoknya sebagai sarana transaksi. “UMKM di sini juga sudah ada QRIS, kami juga memiliki warung kelompok nelayan Wana Segara Kertih sudah ada QRIS, sudah kami sediakan. Anggota kami juga sudah berproses menggunakannya,” kata dia.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Bank Indonesia terus menggalakkan penggunaan Quick Response Code Standars (QRIS) sebagai alat pembayaran digital. Kali ini, pengenalan QRIS tersebut menyasar kawasan mangrove khususnya para kelompok nelayan di wilayah Wana Segara Kertih Kedonganan, Selasa (8/2). Agenda ini, merupakan serangkaian dari hari ulang tahun ke-61 Korem 163/Wira Satya yang jatuh pada 24 Februari mendatang. Selain pengenalan digitalisasi kawasan mangrove, digelar juga penanaman mangrove bersama Bank Indonesia, Korem 163/Wira Satya, dan sejumlah stakeholders terkait.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho mengatakan, Wana Segara Kertih Kedonganan merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki UMKM dengan produk-produk asli olahan dari budidaya mangrove. Diharapkan, baik destinasi wisatanya serta UMKM sekitarnya telah menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan Wana Segara Kertih Kedonganan juga telah didorong untuk menggunakan QRIS.

“Nanti warung-warung yang sekecil ini pun akan memakai QRIS, nanti juga wisata kano, wisata perahu, akan memakai QRIS, ini pastinya lebih aman dan tidak ribet, ini salah satu tujuan kita disamping penanaman mangrove juga menjadi salah satu tujuan untuk green economy,” jelasnya.

Trisno menyebutkan, dari hasil kerja sama Polda Bali, Danrem dan Bank Indonesia, tercetuslah program patroli QRIS dan serbuan QRIS. Yang mana keduanya, mendorong penggunaan QRIS dalam lingkup masyarakat. “Bersama Pak Danrem kemarin kan serbu vaksin booster, sekarang serbuan QRIS, dan ada lagi patroli QRIS, kita mengajak masyarakat untuk menggunakan QRIS. Baik patroli QRIS maupun serbuan QRIS ini membantu bagi siapa yang belum menggunakan QRIS, kita dorong. Karena ini sebuah keniscayaan, kita harus cepat dorong penggunaan QRIS. Kalau kita tidak menggunakan QRIS kita akan ketinggalan,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf menyampaikan, digitalisasi kawasan mangrove dan penanaman pohon mangrove merupakan komitmen bersama dengan Bank Indonesia, serta merupakan agenda serangkaian hari ulang tahun ke-61 Korem 163/Wira Satya. Menurutnya, penanaman mangrove ini memiliki banyak manfaat. Selain ekosistem menjadi baik, ia mengatakan, dari hasil penelitian 1 hektar mangrove bisa menangkap dua ton karbon dioksida. Disamping itu, budidaya mangrove bisa mencegah adanya abrasi.

“Yang istimewa bagi Bali, nanti pada KTT G20, salah satu sasarannya meninjau mangrove. Jadi mangrove ini menjadi concern dari seluruh dunia karena paru-paru dunia sangat terpengaruh oleh mangrove,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Wana Segara Kerthi Kedonganan, Nyoman Sunarta, menyambut baik digitalisasi kawasan mangrove ini. Pihaknya pun menyebutkan, akan mendukung penggunaan QRIS di Wana Segara Kertih. “Kami sangat mendukung sekali dan senang. Di sini kami ada anggota nelayan yang belum mengenal soal pembayaran digital itu sendiri. Dengan adanya BI, bisa memberikan pengetahuan terhadap kami,” jelasnya.

Rencana kedepan, pihaknya akan membuat pasar ikan dan akan mengimplementasikan QRIS. Diharapkan, QRIS bisa bermanfaat bagi kelompoknya sebagai sarana transaksi. “UMKM di sini juga sudah ada QRIS, kami juga memiliki warung kelompok nelayan Wana Segara Kertih sudah ada QRIS, sudah kami sediakan. Anggota kami juga sudah berproses menggunakannya,” kata dia.


Most Read

Artikel Terbaru

/