alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Kasus Melonjak, Mal di Bali Alami Penurunan Kunjungan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Lonjakan kasus Covid-19 di Bali tampaknya mulai membuat masyarakat mulai waspada dengan mengurangi rutinitas di luar rumah. Pasalnya, per Selasa (8/2), tercatat rekor tertinggi kasus Covid-19 awal tahun 2022 di Bali sebanyak 2.425 kasus. Kenaikan kasus ini, diperkirakan menyebabkan kunjungan mal di Bali mulai menurun.

“Sudah turun pengunjung kami. Kemungkinan besar karena itu (kenaikan kasus Covid-19), ujar Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bali, Gita Sunarwulan, Rabu (9/2).

Terlebih, kata dia, Bali kini menempati posisi PPKM level 3 sesuai Instruksi Menteri dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2022. Kendati tak menyebut berapa persen penurunan kunjungan mal, Gita menyebutkan, kedepannya untuk operasional atau jam buka mal akan mengikuti instruksi dalam Inmendagri tersebut.

Di sisi lain, Bali kembali menempati posisi PPKM level 3 ini mendapat tanggapan dari industri pariwisata, salah satunya Bali Hotels Association (BHA). Ketua BHA, Fransiska Handoko mengatakan, kenaikan level PPKM ini dirasanya sebuah konsekuensi dari kenaikan kasus yang terjadi sesuai dengan tolak ukur yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Namun, kata dia, kembali lagi yang terpenting adalah mitigasi dari kenaikan kasus agar dapat terkendali, baik ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, program tracing dan tracking, tempat isolasi terpusat maupun tanggung jawab pribadi untuk isolasi mandiri. Selain itu, menuturnya, menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan bertanggung jawab termasuk mendukung usaha pemerintah dalam akselerasi program booster vaksin menjadi tugas utama seluruh masyarakat Bali.

Disinggung apakah kenaikan level ini tak lantas membuat kekhawatiran di kalangan pariwisata, Fransiska mengatakan, pihaknya akan tetap optimis. “Pada saat ini memang sejak selesai liburan Nataru, domestik market belum kembali ke Bali untuk berwisata kembali. Semoga cepat berlalu untuk Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya sehingga keadaan cepat membaik,” harapnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Lonjakan kasus Covid-19 di Bali tampaknya mulai membuat masyarakat mulai waspada dengan mengurangi rutinitas di luar rumah. Pasalnya, per Selasa (8/2), tercatat rekor tertinggi kasus Covid-19 awal tahun 2022 di Bali sebanyak 2.425 kasus. Kenaikan kasus ini, diperkirakan menyebabkan kunjungan mal di Bali mulai menurun.

“Sudah turun pengunjung kami. Kemungkinan besar karena itu (kenaikan kasus Covid-19), ujar Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bali, Gita Sunarwulan, Rabu (9/2).

Terlebih, kata dia, Bali kini menempati posisi PPKM level 3 sesuai Instruksi Menteri dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2022. Kendati tak menyebut berapa persen penurunan kunjungan mal, Gita menyebutkan, kedepannya untuk operasional atau jam buka mal akan mengikuti instruksi dalam Inmendagri tersebut.

Di sisi lain, Bali kembali menempati posisi PPKM level 3 ini mendapat tanggapan dari industri pariwisata, salah satunya Bali Hotels Association (BHA). Ketua BHA, Fransiska Handoko mengatakan, kenaikan level PPKM ini dirasanya sebuah konsekuensi dari kenaikan kasus yang terjadi sesuai dengan tolak ukur yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Namun, kata dia, kembali lagi yang terpenting adalah mitigasi dari kenaikan kasus agar dapat terkendali, baik ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, program tracing dan tracking, tempat isolasi terpusat maupun tanggung jawab pribadi untuk isolasi mandiri. Selain itu, menuturnya, menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan bertanggung jawab termasuk mendukung usaha pemerintah dalam akselerasi program booster vaksin menjadi tugas utama seluruh masyarakat Bali.

Disinggung apakah kenaikan level ini tak lantas membuat kekhawatiran di kalangan pariwisata, Fransiska mengatakan, pihaknya akan tetap optimis. “Pada saat ini memang sejak selesai liburan Nataru, domestik market belum kembali ke Bali untuk berwisata kembali. Semoga cepat berlalu untuk Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya sehingga keadaan cepat membaik,” harapnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/