alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Ekonomi Bali Tahun 2020 Masih Terkontraksi akibat Pandemi Covid

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketergantungan ekonomi Bali terhadap sektor pariwisata menjadi salah satu penyebab terkoreksinya pertumbuhan ekonomi Bali hingga ke titik terendah. Bahkan selama triwulan kedua tahun 2020, kunjungan wisatawan asingb ke Bali mengalami penurunan hingga -49 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam siaran pernya, Kamis (9/8), memprediksi, untuk tahun 2020, perekonomian di Pulau Dewata akan terkontraksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. “Secara historis, penurunan wisman tercatat berdampak langsung dan signifikan terhadap perekonomian Bali,” jelasnya.

Selama Triwulan I tahun 2020, disebutkan Trisno, kinerja perekonomian Bali pada triwulan mengalami kontraksi hingga -1,14 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2019 sebesar 5,51 persen (yoy). Angka tersebut, menurutnya, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sebesar 2,97 persen (yoy). 

Sementara itu, pada triwulan II tahun 2020, ekonomi Bali diprediksi terkontraksi semakin dalam dibandingkan triwulan sebelumnya. “Perkiraan ini seiring kebijakan antisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin ketat dibandingkan triwulan sebelumnya,” lanjutnya.

Penurunan ini,  selain akibat jumlah kunjungan wisatawan asing yang menurun, menurut Trisno, juga disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari tingkat konsumsi pemerintah yang mengalami penurunan selama tiga bulan aktivitas WFH, selanjutnya juga dipengaruhi oleh kinerja ekspor asal Bali yang turun hingga -53 persen pada bulan April. 

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan kredit investasi juga melambat, dari 16,45 persen (yoy) pada triwulan I 2020 menjadi 10,25 persen (yoy) pada triwulan II-2020. “Dari sisi penawaran, hasil tracking menunjukkan penurunan kinerja lapangan usaha utama. Sektor akomodasi makan minum (akmamin) terkontraksi seiring dengan kontraksi kunjungan wisman dan wisdom,” paparnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketergantungan ekonomi Bali terhadap sektor pariwisata menjadi salah satu penyebab terkoreksinya pertumbuhan ekonomi Bali hingga ke titik terendah. Bahkan selama triwulan kedua tahun 2020, kunjungan wisatawan asingb ke Bali mengalami penurunan hingga -49 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam siaran pernya, Kamis (9/8), memprediksi, untuk tahun 2020, perekonomian di Pulau Dewata akan terkontraksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. “Secara historis, penurunan wisman tercatat berdampak langsung dan signifikan terhadap perekonomian Bali,” jelasnya.

Selama Triwulan I tahun 2020, disebutkan Trisno, kinerja perekonomian Bali pada triwulan mengalami kontraksi hingga -1,14 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2019 sebesar 5,51 persen (yoy). Angka tersebut, menurutnya, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sebesar 2,97 persen (yoy). 

Sementara itu, pada triwulan II tahun 2020, ekonomi Bali diprediksi terkontraksi semakin dalam dibandingkan triwulan sebelumnya. “Perkiraan ini seiring kebijakan antisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin ketat dibandingkan triwulan sebelumnya,” lanjutnya.

Penurunan ini,  selain akibat jumlah kunjungan wisatawan asing yang menurun, menurut Trisno, juga disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari tingkat konsumsi pemerintah yang mengalami penurunan selama tiga bulan aktivitas WFH, selanjutnya juga dipengaruhi oleh kinerja ekspor asal Bali yang turun hingga -53 persen pada bulan April. 

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan kredit investasi juga melambat, dari 16,45 persen (yoy) pada triwulan I 2020 menjadi 10,25 persen (yoy) pada triwulan II-2020. “Dari sisi penawaran, hasil tracking menunjukkan penurunan kinerja lapangan usaha utama. Sektor akomodasi makan minum (akmamin) terkontraksi seiring dengan kontraksi kunjungan wisman dan wisdom,” paparnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/