26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Gencarkan Promosi, UMKM Diminta Manfaatkan Kanal Digital

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Guna mempromosikan produk kerajinannya, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan memanfaatkan kanal digital. Terlebih perkembangan dunia digital sangat mempengaruhi penjualan produk. Apalagi produk UMKM Buleleng saat ini memiliki kualitas yang tak kalah dengan barang branded lainnya. Hal itu disampaikan Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana.

Lebih lanjut Lihadnyana mengungkapkan, kedepannya akan mengelompokkan UMKM pemula, muda, madya, utama sampai yang mandiri. Hal ini sebagai teknik pembagian klaster, sehingga yang muda akan dibina untuk naik tingkat menjadi madya.

“Kalau ini sudah bergerak dan komitmen masyarakat bangkit rasa jengahnya untuk memprioritaskan produk lokal. Saya yakin seperti apapun sebuah goncangan ekonomi global, maka tidak begitu berat pengaruhnya,” terangnya.

Menurut Lihadnyana, pariwisata tidak bisa dijadikan sektor penopang ekonomi sepenuhnya. Karena pariwisata merupakan sektor yang resisten baik dengan isu keamanan, bencana, hingga penyakit. Sehingga jika pariwisata kolaps, tentu akan berdampak buruk bagi sektor yang ditunjangnya. Karena itu, lanjutnya, diperlukan desain ulang kebijakan ekonomi yang lebih mengutamakan pada potensi lokal dan UMKM.

“Salah satu upayanya adalah bagaimana UMKM kita yang banyak, dengan varian produk yang melimpah, dan kualitas yang bagus, ini perlu kita dorong,” paparnya.

 






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Guna mempromosikan produk kerajinannya, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan memanfaatkan kanal digital. Terlebih perkembangan dunia digital sangat mempengaruhi penjualan produk. Apalagi produk UMKM Buleleng saat ini memiliki kualitas yang tak kalah dengan barang branded lainnya. Hal itu disampaikan Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana.

Lebih lanjut Lihadnyana mengungkapkan, kedepannya akan mengelompokkan UMKM pemula, muda, madya, utama sampai yang mandiri. Hal ini sebagai teknik pembagian klaster, sehingga yang muda akan dibina untuk naik tingkat menjadi madya.

“Kalau ini sudah bergerak dan komitmen masyarakat bangkit rasa jengahnya untuk memprioritaskan produk lokal. Saya yakin seperti apapun sebuah goncangan ekonomi global, maka tidak begitu berat pengaruhnya,” terangnya.

Menurut Lihadnyana, pariwisata tidak bisa dijadikan sektor penopang ekonomi sepenuhnya. Karena pariwisata merupakan sektor yang resisten baik dengan isu keamanan, bencana, hingga penyakit. Sehingga jika pariwisata kolaps, tentu akan berdampak buruk bagi sektor yang ditunjangnya. Karena itu, lanjutnya, diperlukan desain ulang kebijakan ekonomi yang lebih mengutamakan pada potensi lokal dan UMKM.

“Salah satu upayanya adalah bagaimana UMKM kita yang banyak, dengan varian produk yang melimpah, dan kualitas yang bagus, ini perlu kita dorong,” paparnya.

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru