26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Solar Langka, Pertalite Seret, Upaya Pertahankan Inflasi Terancam Buyar

DENPASAR, BALI EXPRESS — Kelangkaan bahan bakar minyak, khususnya solar kini menjadi atensi eksekutif maupun legislatif. Sebab jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya menormalkan kembali pasokan, maka dipastikan Bali akan mengalami inflasi.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi menceritakan, selama perjalanannya pulang ke Singaraja, Buleleng, melihat hampir di setiap SPBU terdapat antrian panjang. Khususnya kendaraan yang mencari bahan bakar solar. Hal inilah yang diperkirakan akan berdampak pada masalah ekonomi Bali.

“Masalah ekonomi yang menjadi acuan, kami harapkan semua stakeholder mengimbau. Terutama bupati atau gubernur, apalagi gubernur dengan pusat hubungannya bagus. Harapan kami segera dikoordinasikan agar pasokan solar normal kembali,” terangnya, Kamis (8/12).

Politisi Partai Golkar asal Buleleng ini menambahkan, jika hal tersebut dibiarkan dan tidak ada langkah yang diambil, maka akan inflasi naik. “Barang-barang pokok otomatis naik, usaha eksekutif untuk menurunkan kebutuhan pokok juga bisa buyar,” tegasnya.

Kresna Budi memaparkan, kelangkaan solar juga sangat terdampak pada kalangan masyarakat terbawah. Mulai petani, khususnya saat menggunakan traktor, dengan kelangkaan solar otomatis ongkos naik. Termasuk juga nelayan, yang kebutuhan untuk melaut adalah solar.

“Kemarin pertalite agak seret juga, tapi solar paling banyak keluhan. Otomatis harga komoditas kebutuhan pokok naik. Kami sarankan juga kapolda ikut melakukan pengawasan, jangan sampai ada penimbunan minyak. Terutama dalam pendistribusi di Bali, sebab Bali adalah barometer citranya Indonesia,” pungkasnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS — Kelangkaan bahan bakar minyak, khususnya solar kini menjadi atensi eksekutif maupun legislatif. Sebab jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya menormalkan kembali pasokan, maka dipastikan Bali akan mengalami inflasi.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi menceritakan, selama perjalanannya pulang ke Singaraja, Buleleng, melihat hampir di setiap SPBU terdapat antrian panjang. Khususnya kendaraan yang mencari bahan bakar solar. Hal inilah yang diperkirakan akan berdampak pada masalah ekonomi Bali.

“Masalah ekonomi yang menjadi acuan, kami harapkan semua stakeholder mengimbau. Terutama bupati atau gubernur, apalagi gubernur dengan pusat hubungannya bagus. Harapan kami segera dikoordinasikan agar pasokan solar normal kembali,” terangnya, Kamis (8/12).

Politisi Partai Golkar asal Buleleng ini menambahkan, jika hal tersebut dibiarkan dan tidak ada langkah yang diambil, maka akan inflasi naik. “Barang-barang pokok otomatis naik, usaha eksekutif untuk menurunkan kebutuhan pokok juga bisa buyar,” tegasnya.

Kresna Budi memaparkan, kelangkaan solar juga sangat terdampak pada kalangan masyarakat terbawah. Mulai petani, khususnya saat menggunakan traktor, dengan kelangkaan solar otomatis ongkos naik. Termasuk juga nelayan, yang kebutuhan untuk melaut adalah solar.

“Kemarin pertalite agak seret juga, tapi solar paling banyak keluhan. Otomatis harga komoditas kebutuhan pokok naik. Kami sarankan juga kapolda ikut melakukan pengawasan, jangan sampai ada penimbunan minyak. Terutama dalam pendistribusi di Bali, sebab Bali adalah barometer citranya Indonesia,” pungkasnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru