alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Pandemi Belum Berakhir, Lima Lapangan Usaha Belum Pulih

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dari sisi lapangan usaha (LU), kinerja LU akmamin dan LU transportasi tercatat membaik, meskipun masih terkontraksi seiring masih terbatasnya wisatawan mancanegara yang merupakan penggerak utama aktivitas pariwisata Bali. Sementara itu, LU perdagangan tercatat meningkat sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan reopening pusat perdagangan pasca pelonggaran PPKM. Kinerja LU pertanian juga tercatat meningkat, didorong oleh peningkatan produksi padi, komoditas perkebunan, serta produksi perikanan. Demikian yang disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho.

 

“Pada triwulan IV tahun 2021, terdapat 12 dari 17 lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada LU pengadaan listrik dan gas (10,62 persen, yoy), LU industri pengolahan (8,68 persen, yoy), serta LU jasa kesehatan dan kegiatan sosial (7,00 persen, yoy),” sebutnya, Kamis (10/2).

 

Sementara itu, menurut data Pusat Badan Statistik (BPS) Provinsi Bali, lima kategori lapangan usaha yang masih belum pulih dibanding kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 yaitu Kategori Transportasi dan Pergudangan terkontraksi sedalam 10,73 persen. Kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum terkontraksi sedalam 5,92 persen. Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi terkontraksi sedalam 2,00 persen. Kategori Jasa Perusahaan terkontraksi sedalam 1,08 persen, dan Kategori Jasa Lainnya terkontraksi sedalam 0,18 persen.

 

Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya mengatakan, beberapa kategori lapangan usaha yang mengalami kontraksi tersebut memang merupakan kategori-kategori lapangan usaha yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata di Bali. Sehingga, kata dia, wajar kiranya apabila kategori-kategori tersebut masih mencatatkan kontraksi sejalan dengan aktivitas pariwisata di Bali yang masih belum pulih sepenuhnya.

 

Hanif membeberkan, struktur PDRB Bali pada tahun 2021 masih didominasi oleh penyediaan akomodasi dan makan minum)m dengan besaran nilai tambah Rp 36,62 triliun, atau 16,66 persen dari total PDRB Bali. “Kontributor terbesar kedua disumbangkan oleh pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 15,71 persen, kemudian disusul oleh jasa konstruksi dengan kontribusi sebesar 11,00 persen,” ungkapnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dari sisi lapangan usaha (LU), kinerja LU akmamin dan LU transportasi tercatat membaik, meskipun masih terkontraksi seiring masih terbatasnya wisatawan mancanegara yang merupakan penggerak utama aktivitas pariwisata Bali. Sementara itu, LU perdagangan tercatat meningkat sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan reopening pusat perdagangan pasca pelonggaran PPKM. Kinerja LU pertanian juga tercatat meningkat, didorong oleh peningkatan produksi padi, komoditas perkebunan, serta produksi perikanan. Demikian yang disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho.

 

“Pada triwulan IV tahun 2021, terdapat 12 dari 17 lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada LU pengadaan listrik dan gas (10,62 persen, yoy), LU industri pengolahan (8,68 persen, yoy), serta LU jasa kesehatan dan kegiatan sosial (7,00 persen, yoy),” sebutnya, Kamis (10/2).

 

Sementara itu, menurut data Pusat Badan Statistik (BPS) Provinsi Bali, lima kategori lapangan usaha yang masih belum pulih dibanding kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 yaitu Kategori Transportasi dan Pergudangan terkontraksi sedalam 10,73 persen. Kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum terkontraksi sedalam 5,92 persen. Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi terkontraksi sedalam 2,00 persen. Kategori Jasa Perusahaan terkontraksi sedalam 1,08 persen, dan Kategori Jasa Lainnya terkontraksi sedalam 0,18 persen.

 

Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya mengatakan, beberapa kategori lapangan usaha yang mengalami kontraksi tersebut memang merupakan kategori-kategori lapangan usaha yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata di Bali. Sehingga, kata dia, wajar kiranya apabila kategori-kategori tersebut masih mencatatkan kontraksi sejalan dengan aktivitas pariwisata di Bali yang masih belum pulih sepenuhnya.

 

Hanif membeberkan, struktur PDRB Bali pada tahun 2021 masih didominasi oleh penyediaan akomodasi dan makan minum)m dengan besaran nilai tambah Rp 36,62 triliun, atau 16,66 persen dari total PDRB Bali. “Kontributor terbesar kedua disumbangkan oleh pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 15,71 persen, kemudian disusul oleh jasa konstruksi dengan kontribusi sebesar 11,00 persen,” ungkapnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/