alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Triwulan I 2022, Ekonomi Bali Tumbuh Negatif 4,27 Persen

DENPASAR, BALI EXPRESS – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, total perekonomian Bali pada triwulan I 2022 yang diukur berdasarkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp 55,24 triliun. Atau jika diukur atas dasar harga konstan (ADHK) tahun 2010, PDRB Bali tersebut tercatat sebesar Rp 35,33 triliun. Dengan besaran tersebut, ekonomi Bali triwulan 2022 tercatat tumbuh negatif (kontraksi) sedalam 4,27 persen jika dibandingkan dengan capaian triwulan IV 2021 (quarter to quarter/qtq).

 

Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya mengatakan, dari sisi produksi, kontraksi terdalam tercatat pada lapangan usaha Kategori O (Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib) sedalam 27,44 persen. “Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam tercatat pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Pemerintah yaitu minus 58,90 persen,” katanya, Selasa (10/5).

 

Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), ekonomi Bali triwulan I 2022 tercatat tumbuh sebesar 1,46 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha Kategori C (Industri Pengolahan) sebesar 16,21 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Komponen Ekspor Luar Negri yaitu sebesar 79,78 persen.

 

Struktur ekonomi Bali dari sisi produksi, pada triwulan I 2022 masih didominasi oleh Kategori I (Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum) yang tercatat berkontribusi sebesar 17,18 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar tercatat pada Komponen Konsumsi Rumah Tangga yaitu 57,11 persen.

 

Realisasi pertumbuhan ekonomi yang meningkat ini sesuai dengan proyeksi dan hasil survei Bank Indonesia. Menguatnya pertumbuhan ekonomi Bali terutama didorong oleh perbaikan kinerja lapangan usaha industri pengolahan yang meningkat untuk memenuhi kenaikan permintaan selama bulan puasa dan permintaan ekspor.

 

Sementara peningkatan kinerja lapangan usaha perdagangan dan transportasi terjadi seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara pada triwulan I 2022.

 

“Selain itu, kinerja sektor konstruksi juga meningkat seiring dengan berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur untuk mendukung penyelenggaraan acara internasional di Provinsi Bali. Di sisi lain, kinerja pertanian mengalami kontraksi akibat penurunan produksi padi, komoditas hortikultura, dan perikanan,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho.

 

Dari sisi pengeluaran, berlanjutnya pemulihan ekonomi terutama bersumber dari peningkatan ekspor jasa, sejalan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara pada triwulan I 2022 yang didorong oleh pelonggaran Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), perluasan cakupan negara penerima Visa on Arrival (VoA), dan penambahan jumlah direct flight dari luar negeri ke Bali. Selain itu, ekspor barang juga meningkat seiring dengan kenaikan permintaan dan semakin banyaknya direct flight ke luar negeri. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga tetap positif meski tertahan oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada Februari 2022 akibat lonjakan kasus Covid-19.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, total perekonomian Bali pada triwulan I 2022 yang diukur berdasarkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp 55,24 triliun. Atau jika diukur atas dasar harga konstan (ADHK) tahun 2010, PDRB Bali tersebut tercatat sebesar Rp 35,33 triliun. Dengan besaran tersebut, ekonomi Bali triwulan 2022 tercatat tumbuh negatif (kontraksi) sedalam 4,27 persen jika dibandingkan dengan capaian triwulan IV 2021 (quarter to quarter/qtq).

 

Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya mengatakan, dari sisi produksi, kontraksi terdalam tercatat pada lapangan usaha Kategori O (Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib) sedalam 27,44 persen. “Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam tercatat pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Pemerintah yaitu minus 58,90 persen,” katanya, Selasa (10/5).

 

Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), ekonomi Bali triwulan I 2022 tercatat tumbuh sebesar 1,46 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha Kategori C (Industri Pengolahan) sebesar 16,21 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Komponen Ekspor Luar Negri yaitu sebesar 79,78 persen.

 

Struktur ekonomi Bali dari sisi produksi, pada triwulan I 2022 masih didominasi oleh Kategori I (Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum) yang tercatat berkontribusi sebesar 17,18 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar tercatat pada Komponen Konsumsi Rumah Tangga yaitu 57,11 persen.

 

Realisasi pertumbuhan ekonomi yang meningkat ini sesuai dengan proyeksi dan hasil survei Bank Indonesia. Menguatnya pertumbuhan ekonomi Bali terutama didorong oleh perbaikan kinerja lapangan usaha industri pengolahan yang meningkat untuk memenuhi kenaikan permintaan selama bulan puasa dan permintaan ekspor.

 

Sementara peningkatan kinerja lapangan usaha perdagangan dan transportasi terjadi seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara pada triwulan I 2022.

 

“Selain itu, kinerja sektor konstruksi juga meningkat seiring dengan berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur untuk mendukung penyelenggaraan acara internasional di Provinsi Bali. Di sisi lain, kinerja pertanian mengalami kontraksi akibat penurunan produksi padi, komoditas hortikultura, dan perikanan,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho.

 

Dari sisi pengeluaran, berlanjutnya pemulihan ekonomi terutama bersumber dari peningkatan ekspor jasa, sejalan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara pada triwulan I 2022 yang didorong oleh pelonggaran Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), perluasan cakupan negara penerima Visa on Arrival (VoA), dan penambahan jumlah direct flight dari luar negeri ke Bali. Selain itu, ekspor barang juga meningkat seiring dengan kenaikan permintaan dan semakin banyaknya direct flight ke luar negeri. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga tetap positif meski tertahan oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada Februari 2022 akibat lonjakan kasus Covid-19.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/