alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Tabanan Kembali Dapat Bantuan Pengembangan Jahe Gajah

TABANAN, BALI EXPRESS – Kabupaten Tabanan kembali mendapatkan bantuan yang bersumber dari dana APBN untuk pengembangan jahe. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budana, mengatakan, pengembangan jahe di Kabupaten Tabanan di tahun 2020 dananya bersumber dari APBN Dirjen Hortikultura Kementan RI.

Bantuan tersebut diterima oleh Subak Aya Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan seluas 10 hektare dengan pagu anggaran Rp 120 Juta, dan Subak Abian Pucak Belebu, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan seluas 5 hektare.

“Bantuannya berupa benih jahe gajah varietas Cimanggu 1 dan pupuk organik remah,” ujarnya, saat dikonfirmasi Kamis (10/9).

Ditambahkan Nyoman Budana, saat ini benih dan pupuk sudah diterima oleh petani, sehingga kini masing-masing subak sedang melakukan persiapan karena jadwal tanamnya pertengahan bulan September 2020 ini.

Sedangkan di tahun 2019, Tabanan juga mendapatkan bantuan pengembangan jahe yang juga bersumber dari APBN dengan luas 15 hektare di Subak Belaluan, Desa Baru, Kecamatan Marga, dan 10 hektare di Subak Jegu, Desa Jegu, Kecamatan Penebel.

“15 hektare di Subak Belaluan itu terdiri dari 10 hektare varietas jahe gajah Cimanggu 1 dan 5 hektare jahe merah varietas Jahira. Sedangkan di Subak Jegu masing-masing 5 hektare jahe gajah dan 5 hektare jahe merah dengan pagu anggaran Rp 12 juta per hektare,” paparnya.

Pihaknya pun berharap pengembangan jahe di tahun 2020 mendapatkan hasil yang memuaskan, didukung dengan perawatan yang baik serta cuaca yang mendukung. “Tentu harapan kita agar produksinya bagus, sehingga kedepannya bisa terus dikembangkan,” tandasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Kabupaten Tabanan kembali mendapatkan bantuan yang bersumber dari dana APBN untuk pengembangan jahe. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budana, mengatakan, pengembangan jahe di Kabupaten Tabanan di tahun 2020 dananya bersumber dari APBN Dirjen Hortikultura Kementan RI.

Bantuan tersebut diterima oleh Subak Aya Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan seluas 10 hektare dengan pagu anggaran Rp 120 Juta, dan Subak Abian Pucak Belebu, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan seluas 5 hektare.

“Bantuannya berupa benih jahe gajah varietas Cimanggu 1 dan pupuk organik remah,” ujarnya, saat dikonfirmasi Kamis (10/9).

Ditambahkan Nyoman Budana, saat ini benih dan pupuk sudah diterima oleh petani, sehingga kini masing-masing subak sedang melakukan persiapan karena jadwal tanamnya pertengahan bulan September 2020 ini.

Sedangkan di tahun 2019, Tabanan juga mendapatkan bantuan pengembangan jahe yang juga bersumber dari APBN dengan luas 15 hektare di Subak Belaluan, Desa Baru, Kecamatan Marga, dan 10 hektare di Subak Jegu, Desa Jegu, Kecamatan Penebel.

“15 hektare di Subak Belaluan itu terdiri dari 10 hektare varietas jahe gajah Cimanggu 1 dan 5 hektare jahe merah varietas Jahira. Sedangkan di Subak Jegu masing-masing 5 hektare jahe gajah dan 5 hektare jahe merah dengan pagu anggaran Rp 12 juta per hektare,” paparnya.

Pihaknya pun berharap pengembangan jahe di tahun 2020 mendapatkan hasil yang memuaskan, didukung dengan perawatan yang baik serta cuaca yang mendukung. “Tentu harapan kita agar produksinya bagus, sehingga kedepannya bisa terus dikembangkan,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/