alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

G20 Indonesia Usung Tema Recover Together, Recover Stronger

BADUNG, BALI EXPRESS – The Group of Twenty atau G20 merupakan 19 negara dan Uni Eropa dengan perekonomian terbesar dunia yang menentukan lebih dari 80 persen dari dan ekonomi dunia dan 75 persen arus perdagangan dunia. Pergerakan dari negara-negara yang tergabung dalam G20 ini akan memberi pengaruh terhadap seluruh dunia.

Indonesia sebagai pemimpin sekaligus tuan rumah penyelenggaraan G20 2022 mendatang mengusung tema ‘recover together, recover stronger’. Tak sekadar tema, ini merupakan suatu tema yang menggambarkan solidaritas dari Indonesia terutama sebagai emerging country agar pemulihan ekonomi dunia akibat dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun ini bisa berjalan bersama-sama.

“Tidak hanya recovery together, kita juga recovery stronger bersama-sama,” ujar Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam Kick Off Presidensi G20 yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12).

Dalam G20 2022 ini, Sri Mulyani menyebutkan, ada enam prioritas agenda. Yaitu Exit Strategy to Support Recovery, Addressing Scarring Effect to Secure Future Growth, Payment System in Digital Era, Sustainable Finance, Digital Financial Inclusion, dan International Taxation. Selain itu, ada tiga isu yang disesuaikan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo diantaranya kesehatan yang inklusif, transformasi digital, dan transmisi energi.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjabarkan dalam konferensi pers, recover together, recover stronger merupakan simbol untuk Indonesia bisa menjembatani negara-negara emerging dan negara berkembang, yang memang dalam situasi yang sangat rentan karena lingkungan aturan yang cukup kompleks dalam pemulihan ekonomi bersama ini.

“Jadi kalau ingin pulih bersama, ingin lebih kuat, tantangannya juga tidak mudah. Leadership Indonesia sangat diharapkan, kita sebagai host namun juga sekaligus merepresentasikan negara emerging dengan negara besar, jadi kita punya tanggung jawab,” jelasnya. “Tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi untuk bagian dari dunia yang suaranya mungkin tidak terwakili di G20. Itulah yang disebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) kita menjaga ketertiban dunia, berdasarkan perdamaian abadi, keadilan sosial, dan dari sisi kemerdekaan,” imbuhnya.

Dengan berlangsungnya G20 nanti, pihaknya berharap akan mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih Indonesia dalam menangani event internasional dikenal selalu sukses. Tidak hanya dari sisi logistik, tetapi juga dari respon masyarakatnya. “Masyarakatnya (Indonesia) selalu dipuji karena kita selalu ramah dan baik, tapi juga kita selalu bisa mengorganisir konten-konten yang penting bagi dunia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai G20 Indonesia Presidensi Tahun 2022 adalah pagelaran yang sangat penting. Sebab, satu, di sinilah Indonesia menunjukkan bagaimana menggagas dan juga mendiskusikan dan membagi berbagai kesepakatan dan hasil konkrit dunia. “Kedua, adalah bagaimana Indonesia bisa mensuprising berbagai kemajuan-kemajuan reformasi serta maupun ekonomi Indonesia untuk recovery together recovery stronger,” katanya.

Pertemuan tingkat deputi ini akan digelar selama dua hari, yakni pada 9-10 Desember 2021. Dengan agenda pertama yakni seminar dengan narasumber Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri Keuangan Italia Daniele Franco, dan Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman.


BADUNG, BALI EXPRESS – The Group of Twenty atau G20 merupakan 19 negara dan Uni Eropa dengan perekonomian terbesar dunia yang menentukan lebih dari 80 persen dari dan ekonomi dunia dan 75 persen arus perdagangan dunia. Pergerakan dari negara-negara yang tergabung dalam G20 ini akan memberi pengaruh terhadap seluruh dunia.

Indonesia sebagai pemimpin sekaligus tuan rumah penyelenggaraan G20 2022 mendatang mengusung tema ‘recover together, recover stronger’. Tak sekadar tema, ini merupakan suatu tema yang menggambarkan solidaritas dari Indonesia terutama sebagai emerging country agar pemulihan ekonomi dunia akibat dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun ini bisa berjalan bersama-sama.

“Tidak hanya recovery together, kita juga recovery stronger bersama-sama,” ujar Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam Kick Off Presidensi G20 yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12).

Dalam G20 2022 ini, Sri Mulyani menyebutkan, ada enam prioritas agenda. Yaitu Exit Strategy to Support Recovery, Addressing Scarring Effect to Secure Future Growth, Payment System in Digital Era, Sustainable Finance, Digital Financial Inclusion, dan International Taxation. Selain itu, ada tiga isu yang disesuaikan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo diantaranya kesehatan yang inklusif, transformasi digital, dan transmisi energi.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjabarkan dalam konferensi pers, recover together, recover stronger merupakan simbol untuk Indonesia bisa menjembatani negara-negara emerging dan negara berkembang, yang memang dalam situasi yang sangat rentan karena lingkungan aturan yang cukup kompleks dalam pemulihan ekonomi bersama ini.

“Jadi kalau ingin pulih bersama, ingin lebih kuat, tantangannya juga tidak mudah. Leadership Indonesia sangat diharapkan, kita sebagai host namun juga sekaligus merepresentasikan negara emerging dengan negara besar, jadi kita punya tanggung jawab,” jelasnya. “Tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi untuk bagian dari dunia yang suaranya mungkin tidak terwakili di G20. Itulah yang disebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) kita menjaga ketertiban dunia, berdasarkan perdamaian abadi, keadilan sosial, dan dari sisi kemerdekaan,” imbuhnya.

Dengan berlangsungnya G20 nanti, pihaknya berharap akan mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih Indonesia dalam menangani event internasional dikenal selalu sukses. Tidak hanya dari sisi logistik, tetapi juga dari respon masyarakatnya. “Masyarakatnya (Indonesia) selalu dipuji karena kita selalu ramah dan baik, tapi juga kita selalu bisa mengorganisir konten-konten yang penting bagi dunia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai G20 Indonesia Presidensi Tahun 2022 adalah pagelaran yang sangat penting. Sebab, satu, di sinilah Indonesia menunjukkan bagaimana menggagas dan juga mendiskusikan dan membagi berbagai kesepakatan dan hasil konkrit dunia. “Kedua, adalah bagaimana Indonesia bisa mensuprising berbagai kemajuan-kemajuan reformasi serta maupun ekonomi Indonesia untuk recovery together recovery stronger,” katanya.

Pertemuan tingkat deputi ini akan digelar selama dua hari, yakni pada 9-10 Desember 2021. Dengan agenda pertama yakni seminar dengan narasumber Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri Keuangan Italia Daniele Franco, dan Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman.


Most Read

Artikel Terbaru

/