alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Launching AKDP di Terminal Mengwi, Para Sopir Cemas Mati Pelan-Pelan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Perhubungan Provinsi Bali meresmikan memulai operasional Kompartemen Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) pada terminal tipe A  Mengwi, dan mewajibkan AKDP menggunakan terminal tersebut sebagai pemberangkatan beberapa rute antar kabupaten. Mengetahui kondisi terminal tersebut sepi penumpang, sehingga para sopir angkutan pun cemas akan mati pelan-pelan dengan kebijakan itu.

Kadis Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta menjelaskan langkah tersebut sebagai perbaikan interkoneksi rute angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan AKDP. Sesuai dengan PM 15 tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaran bermotor umum dalam trayek.

“Dimana posisinya kemudian dari Terminal Mengwi sendiri akan menyiapkan waktu dan juga mempersiapkan jalurnya. Kami ada PR (pekerjaan rumah,red)  memindahkan trans metro dewata agar terkonektifitas. Dari AKAP masuk ke AKDP, kalau masuk dalam kota bisa masuk Trans Metro Dewata,” jelas Samsi, Kamis (10/2).

Dia pun menyampaikan langkah ini sebagai memikirkan program jangka panjang. Sebab selama ini pihaknya masih mengupayakan penegakan sistem terlebih dahulu.  Maka dalam satu tahun ini Dishub mempersiakan untuk menyusun apa yang dilakukan untuk  para supir angkutan ini mencari jalan keluar terkait melayani penumpang.

Sementara I Wayan Sulendra yang merupakan pengurus AKDP Denpasar – Gilimanuk mewakili rekan-rekannya mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. Pasalnya di Terminal Mengwi penumpang tidak ada. “Keberatannya, pokok masalahnya sampai di sini kita akan mati pelan -pelan.  Terminal sudah sangat bagus, tapi penumpang tidak ada,” tegasnya.

Meski telah disampaikan dalam kegiatan launching tersebut, pihaknya berharap agar aspirasi mereka didengar. Sebab selama ini mereka menuju Terminal Ubung dan Terminal Mengwi hanya sebagai tempat persinggahan saja.

“Nanti kami mohonkan biar dikasi masuk ke sini (Mengwi,red) kemudian lanjut ke Ubung, itu pun jika diizinkan.  Mengwi boleh, Ubung boleh. Karena dari Mengwi saya hanya dapat dua penumpang saja, beda sama di Ubung masih lah ada penumpangnya karena dekat pusat kota,” pungkas sopir asal Jembrana ini.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Perhubungan Provinsi Bali meresmikan memulai operasional Kompartemen Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) pada terminal tipe A  Mengwi, dan mewajibkan AKDP menggunakan terminal tersebut sebagai pemberangkatan beberapa rute antar kabupaten. Mengetahui kondisi terminal tersebut sepi penumpang, sehingga para sopir angkutan pun cemas akan mati pelan-pelan dengan kebijakan itu.

Kadis Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta menjelaskan langkah tersebut sebagai perbaikan interkoneksi rute angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan AKDP. Sesuai dengan PM 15 tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaran bermotor umum dalam trayek.

“Dimana posisinya kemudian dari Terminal Mengwi sendiri akan menyiapkan waktu dan juga mempersiapkan jalurnya. Kami ada PR (pekerjaan rumah,red)  memindahkan trans metro dewata agar terkonektifitas. Dari AKAP masuk ke AKDP, kalau masuk dalam kota bisa masuk Trans Metro Dewata,” jelas Samsi, Kamis (10/2).

Dia pun menyampaikan langkah ini sebagai memikirkan program jangka panjang. Sebab selama ini pihaknya masih mengupayakan penegakan sistem terlebih dahulu.  Maka dalam satu tahun ini Dishub mempersiakan untuk menyusun apa yang dilakukan untuk  para supir angkutan ini mencari jalan keluar terkait melayani penumpang.

Sementara I Wayan Sulendra yang merupakan pengurus AKDP Denpasar – Gilimanuk mewakili rekan-rekannya mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. Pasalnya di Terminal Mengwi penumpang tidak ada. “Keberatannya, pokok masalahnya sampai di sini kita akan mati pelan -pelan.  Terminal sudah sangat bagus, tapi penumpang tidak ada,” tegasnya.

Meski telah disampaikan dalam kegiatan launching tersebut, pihaknya berharap agar aspirasi mereka didengar. Sebab selama ini mereka menuju Terminal Ubung dan Terminal Mengwi hanya sebagai tempat persinggahan saja.

“Nanti kami mohonkan biar dikasi masuk ke sini (Mengwi,red) kemudian lanjut ke Ubung, itu pun jika diizinkan.  Mengwi boleh, Ubung boleh. Karena dari Mengwi saya hanya dapat dua penumpang saja, beda sama di Ubung masih lah ada penumpangnya karena dekat pusat kota,” pungkas sopir asal Jembrana ini.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/