alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Selama PPKM, PLN UID Bali Siagakan 2.456 Personel

DENPASAR, BALI EXPRESS – PLN UID Bali menyiagakan sebanyak 2.456 personel di seluruh Bali guna memastikan keadalan pasokan di rumah sakit dan fasilitas pendukung lainnya, khususnya bagi rumah sakit rujukan Covid-19. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan PLN selama penerapan PPKM Darurat di Bali.

Menurut General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana, selain personel, PLN menyiapkan 45 posko yang dilengkapi dengan 12 unit UPS, 26 unit gardu bergerak, dan 21 unit genset. Selain itu juga disiagakan kendaraan pendukung untuk pelayanan teknik maupun tim dari Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

“Tidak hanya personel dan peralatan yang kami lengkapi, namun juga Standard Operational Procedure untuk memastikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bali sebanyak 11 lokasi aman dari gangguan listrik,” ujar Udayana, Minggu (11/7).

Saat ini Rumah Sakit Umum Provinsi Sanglah dipasok oleh dua sumber yang berbeda yaitu dari GI (Gardu Induk) Sanur sebagai pemasok utama dan GI (Gardu Induk) pesanggaran sebagai cadangan. “Sehingga jika mengalami gangguan akan dengan mudah memindahkan dari pasokan listrik utama ke pasokan listrik cadangan. Hal ini juga diterapkan pada rumah sakit rujukan di masing-masing kabupaten, serta fasilitas pendukung seperti pemasok oksigen dan peralatan medis lainnya,” jelasnya.

Udayana menyebutkan, saat ini subsistem Bali dalam keadaan aman dengan Daya Mampu sebesar 1.322,1 Mega Watt (MW) dan Beban Puncak 700,6 MW, sehingga cadangan daya 47 persen atau sebesar 621,5 MW.

Lebih lanjut Udayana menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menjaga keandalan listrik. Selain itu pihaknya juga memastikan bahwa petugas PLN di garda terdepan telah menerima vaksin. Yang mana, secara bertahap telah dipastikan sebanyak 1.689 pegawai dan tenaga alih daya telah melaksanakan vaksinasi.  

“Kami perusahaan yang dituntut untuk bekerja 24 jam 7 hari, tentu harus dipastikan bahwa petugas khususnya yang berada di lapangan memiliki imunitas yang baik dan mampu memberikan pelayanan terbaik khususnya di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.

Pihaknya pula mengimbau agar masyarakat dapat berpartisipasi untuk menyukseskan upaya pemerintah menurunkan angka penyebaran Covid-19 dengan mematuhi 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.(ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – PLN UID Bali menyiagakan sebanyak 2.456 personel di seluruh Bali guna memastikan keadalan pasokan di rumah sakit dan fasilitas pendukung lainnya, khususnya bagi rumah sakit rujukan Covid-19. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan PLN selama penerapan PPKM Darurat di Bali.

Menurut General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana, selain personel, PLN menyiapkan 45 posko yang dilengkapi dengan 12 unit UPS, 26 unit gardu bergerak, dan 21 unit genset. Selain itu juga disiagakan kendaraan pendukung untuk pelayanan teknik maupun tim dari Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

“Tidak hanya personel dan peralatan yang kami lengkapi, namun juga Standard Operational Procedure untuk memastikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bali sebanyak 11 lokasi aman dari gangguan listrik,” ujar Udayana, Minggu (11/7).

Saat ini Rumah Sakit Umum Provinsi Sanglah dipasok oleh dua sumber yang berbeda yaitu dari GI (Gardu Induk) Sanur sebagai pemasok utama dan GI (Gardu Induk) pesanggaran sebagai cadangan. “Sehingga jika mengalami gangguan akan dengan mudah memindahkan dari pasokan listrik utama ke pasokan listrik cadangan. Hal ini juga diterapkan pada rumah sakit rujukan di masing-masing kabupaten, serta fasilitas pendukung seperti pemasok oksigen dan peralatan medis lainnya,” jelasnya.

Udayana menyebutkan, saat ini subsistem Bali dalam keadaan aman dengan Daya Mampu sebesar 1.322,1 Mega Watt (MW) dan Beban Puncak 700,6 MW, sehingga cadangan daya 47 persen atau sebesar 621,5 MW.

Lebih lanjut Udayana menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menjaga keandalan listrik. Selain itu pihaknya juga memastikan bahwa petugas PLN di garda terdepan telah menerima vaksin. Yang mana, secara bertahap telah dipastikan sebanyak 1.689 pegawai dan tenaga alih daya telah melaksanakan vaksinasi.  

“Kami perusahaan yang dituntut untuk bekerja 24 jam 7 hari, tentu harus dipastikan bahwa petugas khususnya yang berada di lapangan memiliki imunitas yang baik dan mampu memberikan pelayanan terbaik khususnya di masa pandemi seperti saat ini,” katanya.

Pihaknya pula mengimbau agar masyarakat dapat berpartisipasi untuk menyukseskan upaya pemerintah menurunkan angka penyebaran Covid-19 dengan mematuhi 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/