alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

ASN Peduli Tabanan Serap Produksi Kopi Petani 1,5 Ton

TABANAN, BALI EXPRESS – Adanya program Aparatur  Sipil Negara (ASN) Peduli di Kabupaten Tabanan, berdampak bagi serapan hasil panen petani yang menghadapi kendala pemasaran di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebab, melalui program tersebut, produksi kopi Robusta yang ada di Tabanan mampu diserap rata-rata 1,5 ton per bulan yang disalurkan melalui Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan.

Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan, I Putu Sugi Darmawan, menerangkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, permintaan kopi di pasaran memang mengalami penurunan. Maka dari itu, pihaknya menyerap hasil produksi pertanian sesuai dengan kebutuhan pasar yang dimiliki. “Pandemi Covid-19 ini berdampak pada penurunan angka permintaan kopi. Terlebih sejumlah hotel sampai coffee shop yang sebelumnya menjadi konsumen tetap banyak yang tutup, atau tidak beroperasional secara maksimal. Pasar oleh-oleh juga permintaanya menurun,” paparnya, Selasa (11/8).

Baca Juga :  Penyeberangan Ikut Dibatasi, Bus Berangkat Lebih Awal

Sebagai upaya membantu petani Tabanan di tengah pandemi ini, pemerintah Kabupaten Tabanan meluncurkan program ASN Peduli yang melibatkan PDDS sebagai penyalur produk telah menyerap hasil pertanian, khususnya kopi rata-rata mencapai 1,5 ton per bulan.

Serapan kopi ke petani Tabanan ini, lanjutnya, dalam bentuk bijian yang kemudian disalurkan ke ASN dalam bentuk hasil olahan (bubuk kopi). “Program ini sudah berjalan sejak tiga bulan terakhir, guna membantu petani kopi yang mengalami kendala dalam hal pemasaran saat ini,” sambung Darmawan.

Kemudian untuk permintaan pasar akan kopi di luar program ASN Peduli ini, kata dia, mengalami penurunan hingga 80 persen dari rata-rata sebelumnya yang bisa mengantongi serapan pasar mencapai 2 ton per bulan. Lantaran serapan pasar oleh-oleh yang selama ini mendominasi, kini kondisinya tidak optimal karena dampak pandemi Covid-19. Kondisi yang sama juga terjadi untuk serapan pasar di sejumlah toko modern yang mengalami penurunan akibat persaingan pasar.  “Dengan demikian, saat ini fokus pasar penjualan kopi ini hanya di kalangan ASN saja, karena sumber pendapatan kalangan ASN masih stabil di tengah pandemi,” tandasnya.

Baca Juga :  Apresiasi Konsumen, Astra Motor Group Gianyar Gelar Service Gratis

TABANAN, BALI EXPRESS – Adanya program Aparatur  Sipil Negara (ASN) Peduli di Kabupaten Tabanan, berdampak bagi serapan hasil panen petani yang menghadapi kendala pemasaran di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebab, melalui program tersebut, produksi kopi Robusta yang ada di Tabanan mampu diserap rata-rata 1,5 ton per bulan yang disalurkan melalui Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan.

Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan, I Putu Sugi Darmawan, menerangkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, permintaan kopi di pasaran memang mengalami penurunan. Maka dari itu, pihaknya menyerap hasil produksi pertanian sesuai dengan kebutuhan pasar yang dimiliki. “Pandemi Covid-19 ini berdampak pada penurunan angka permintaan kopi. Terlebih sejumlah hotel sampai coffee shop yang sebelumnya menjadi konsumen tetap banyak yang tutup, atau tidak beroperasional secara maksimal. Pasar oleh-oleh juga permintaanya menurun,” paparnya, Selasa (11/8).

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang, Pengusaha Hotel Sebut Tourism Perkara Kepercayaan

Sebagai upaya membantu petani Tabanan di tengah pandemi ini, pemerintah Kabupaten Tabanan meluncurkan program ASN Peduli yang melibatkan PDDS sebagai penyalur produk telah menyerap hasil pertanian, khususnya kopi rata-rata mencapai 1,5 ton per bulan.

Serapan kopi ke petani Tabanan ini, lanjutnya, dalam bentuk bijian yang kemudian disalurkan ke ASN dalam bentuk hasil olahan (bubuk kopi). “Program ini sudah berjalan sejak tiga bulan terakhir, guna membantu petani kopi yang mengalami kendala dalam hal pemasaran saat ini,” sambung Darmawan.

Kemudian untuk permintaan pasar akan kopi di luar program ASN Peduli ini, kata dia, mengalami penurunan hingga 80 persen dari rata-rata sebelumnya yang bisa mengantongi serapan pasar mencapai 2 ton per bulan. Lantaran serapan pasar oleh-oleh yang selama ini mendominasi, kini kondisinya tidak optimal karena dampak pandemi Covid-19. Kondisi yang sama juga terjadi untuk serapan pasar di sejumlah toko modern yang mengalami penurunan akibat persaingan pasar.  “Dengan demikian, saat ini fokus pasar penjualan kopi ini hanya di kalangan ASN saja, karena sumber pendapatan kalangan ASN masih stabil di tengah pandemi,” tandasnya.

Baca Juga :  Jelang Akhir Tahun, Harga Kebutuhan Pokok Meningkat

Most Read

Artikel Terbaru

/