alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Ramai Diburu, Penjual Ikan Predator Kantongi Omzet 30 Juta Per Bulan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pandemi memunculkan banyak hobi-hobi baru, salah satunya memelihara ikan. Saat pandemi, penghobi ikan membludak berburu berbagai jenis ikan, bahkan sampai ikan predator. Penjualan untuk jenis ikan itupun menjadi laris-manis. Hal ini diakui salah seorang penjual ikan predator di Pasar Burung Satria, Damar.

Pasalnya, dalam sebulan Damar mengaku bisa mendapatkan omzet Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. “Sebulan saya dapat kira-kira Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Itu baru dari ikan predator saja, belum lagi dari reptil yang saya jual seperti ular, kura-kura, maupun iguana,” ujar Damar saat ditemui di Pasar Burung Satria Rabu (11/8).

 

Untuk jenis ikan predator yang ia jual, mulai dari ikan channa, ikan oscar, aligator, hingga peacock bass. Ikan-ikan yang dijual ini ia datangkan dari pembudidaya ikan di Jawa. “Ikan Ini dibudidayakan di Jawa, tapi habitat asli ikannya ada dari Kalimantan, juga dari India, China, Myanmar,” jelasnya.

 

Damar menyebutkan, ikan predator yang paling banyak diburu oleh pecinta ikan yakni jenis oscar dan vibas. Menurutnya, kebanyakan pembeli menyukai jenis ikan ini karena ganas saat memangsa makanan. “Saya juga termasuk yang suka melihat saat ikan predator ini memangsa mangsanya, ganas. Dulu ikan predator jenis ini tak laku, tapi belakangan mulai ramai bahkan mahal harganya,” ungkap dia.

 

Harga yang ditawarkan untuk jenis ikan predator ini pun bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu tergantung pada ukuran dan warna. Namun, kata dia, sempat menjual ikan predator perekornya hingga Rp 7 juta. Yang mana, ikan tersebut merupakan jenis platinum aligator berwarna putih dengan panjang mencapai 60 cm.

 

“Kebanyakan pembeli yang datang membeli ikan dengan sistem borongan. Perharinya bisa laku 20 sampai 30 ekor. Kalau satuan, paling untuk ikan yang ukurannya agak besar,” tuturnya.

 

Sementara untuk pakan ikan ini biasanya berupa ikan kecil ataupun belalang. Damar mengungkapkan, dalam hal pemeliharaan tak begitu sulit karena habitat asli ikan ini adalah air tawar khususnya di sungai. Pemelihara tinggal menjaga kebersihan air dan penghangat suhu. “Ikan ini hanya makan seminggu tiga kali. Kebanyakan awal peminatnya dari online baik instagram maupun facebook. Kemudian sekarang sudah mulai ramai di pasar sini,” tandasnya. (ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pandemi memunculkan banyak hobi-hobi baru, salah satunya memelihara ikan. Saat pandemi, penghobi ikan membludak berburu berbagai jenis ikan, bahkan sampai ikan predator. Penjualan untuk jenis ikan itupun menjadi laris-manis. Hal ini diakui salah seorang penjual ikan predator di Pasar Burung Satria, Damar.

Pasalnya, dalam sebulan Damar mengaku bisa mendapatkan omzet Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. “Sebulan saya dapat kira-kira Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Itu baru dari ikan predator saja, belum lagi dari reptil yang saya jual seperti ular, kura-kura, maupun iguana,” ujar Damar saat ditemui di Pasar Burung Satria Rabu (11/8).

 

Untuk jenis ikan predator yang ia jual, mulai dari ikan channa, ikan oscar, aligator, hingga peacock bass. Ikan-ikan yang dijual ini ia datangkan dari pembudidaya ikan di Jawa. “Ikan Ini dibudidayakan di Jawa, tapi habitat asli ikannya ada dari Kalimantan, juga dari India, China, Myanmar,” jelasnya.

 

Damar menyebutkan, ikan predator yang paling banyak diburu oleh pecinta ikan yakni jenis oscar dan vibas. Menurutnya, kebanyakan pembeli menyukai jenis ikan ini karena ganas saat memangsa makanan. “Saya juga termasuk yang suka melihat saat ikan predator ini memangsa mangsanya, ganas. Dulu ikan predator jenis ini tak laku, tapi belakangan mulai ramai bahkan mahal harganya,” ungkap dia.

 

Harga yang ditawarkan untuk jenis ikan predator ini pun bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu tergantung pada ukuran dan warna. Namun, kata dia, sempat menjual ikan predator perekornya hingga Rp 7 juta. Yang mana, ikan tersebut merupakan jenis platinum aligator berwarna putih dengan panjang mencapai 60 cm.

 

“Kebanyakan pembeli yang datang membeli ikan dengan sistem borongan. Perharinya bisa laku 20 sampai 30 ekor. Kalau satuan, paling untuk ikan yang ukurannya agak besar,” tuturnya.

 

Sementara untuk pakan ikan ini biasanya berupa ikan kecil ataupun belalang. Damar mengungkapkan, dalam hal pemeliharaan tak begitu sulit karena habitat asli ikan ini adalah air tawar khususnya di sungai. Pemelihara tinggal menjaga kebersihan air dan penghangat suhu. “Ikan ini hanya makan seminggu tiga kali. Kebanyakan awal peminatnya dari online baik instagram maupun facebook. Kemudian sekarang sudah mulai ramai di pasar sini,” tandasnya. (ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/