28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Analis Proyeksikan Pencapaian BRI Group Kian Mengkilap di Akhir 2022

JAKARTA, BALI EXPRES— Tingkat profitabilitas atau kemampuan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dalam mencetak laba sepanjang semester I/2022 melesat signifikan. Hal ini tercermin dari rasio tingkat pengembalian berdasarkan aset atau Return on Asset (ROA) dan tingkat pengembalian berdasarkan ekuitas atau Return on Equity (ROE).

Mengutip laporan keuangan yang telah dipublikasikan perusahaan, ROE BRI (secara konsolidasi) per Juni 2022 sebesar 17,48% atau naik dibandingkan dengan ROE periode yang sama tahun lalu 10,98%. Pada periode yang sama ROA BRI (konsolidasian) tercatat 3%, naik dibandingkan dengan ROA kuartal II 2021 sebesar 1,61%. Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan tingkat profitabilitas BRI dalam kondisi yang baik.

“Tahun ini perkiraan saya (BRI) akan mencatatkan all time high net profit,” katanya belum lama ini. Meningkatnya kemampuan BRI dalam mencetak laba tidak terlepas dari pertumbuhan kredit, menjaga beban dana, dan menurunnya biaya provisi.

Baca Juga :  Mendag : Kita Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor, Kendalikan Inflasi

Sebagaimana diketahui per Juni 2022, laba bersih BRI secara konsolidasi naik 98,38% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 24,88 triliun.

Bila dibedah lebih lanjut, BRI bersama anak usaha menyalurkan kredit sebesar Rp 1.104,79 triliun atau naik 8,75% yoy. Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama adalah segmen mikro yang naik 15,07% yoy.

Selanjutnya, kredit konsumer tumbuh 5,27% yoy, korporasi naik 3,76% yoy, serta segmen kecil dan menengah bertambah 2,71% yoy. Adapun, portofolio kredit UMKM perseroan tumbuh 9,81% yoy.

Meningkatnya fungsi intermediasi emiten bank bersandi BBRI ini berkontribusi positif terhadap pendapatan bunga yang naik 9,9% yoy. Sementara itu beban bunga turun 18,3% yoy. Sedangkan dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mencatatkan pertumbuhan 3,70% yoy, menjadi Rp 1.136,98 triliun, dengan penopang utama giro dan tabungan yang tumbuh 13,38% yoy.

Baca Juga :  Astra Motor Bali Dukung Program Indonesia Youth Road Safety Warriors 2022

Alhasil rasio dana murah atau Current Account Savings Accounts (CASA) bank naik menjadi 65,12%. Terpisah, berkaca dari kinerja BRI pada paruh pertama tahun ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham BBRI dengan target harga Rp 5.350 per saham.

“Karena hasil paruh pertama 2022 BBRI sesuai dengan perkiraan, kami mempertahankan rekomendasi beli dengan TP (target price) tidak berubah sebesar Rp 5.350, berdasarkan target P/B 2,5x,” kata Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo, dalam riset yang dipublikasikan belum lama ini.

Handiman menuturkan kinerja BBRI ke depan masih sangat mungkin bertumbuh di tengah pelonggaran mobilitas masyarakat, sehingga hal tersebut dapat membantu bisnis perseroan bangkit kembali.

“Oleh karena itu, kami berharap BBRI dapat terus membukukan pertumbuhan kredit yang lebih kuat ke depan dan meningkatkan kualitas asetnya,” pungkasnya.


JAKARTA, BALI EXPRES— Tingkat profitabilitas atau kemampuan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dalam mencetak laba sepanjang semester I/2022 melesat signifikan. Hal ini tercermin dari rasio tingkat pengembalian berdasarkan aset atau Return on Asset (ROA) dan tingkat pengembalian berdasarkan ekuitas atau Return on Equity (ROE).

Mengutip laporan keuangan yang telah dipublikasikan perusahaan, ROE BRI (secara konsolidasi) per Juni 2022 sebesar 17,48% atau naik dibandingkan dengan ROE periode yang sama tahun lalu 10,98%. Pada periode yang sama ROA BRI (konsolidasian) tercatat 3%, naik dibandingkan dengan ROA kuartal II 2021 sebesar 1,61%. Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan tingkat profitabilitas BRI dalam kondisi yang baik.

“Tahun ini perkiraan saya (BRI) akan mencatatkan all time high net profit,” katanya belum lama ini. Meningkatnya kemampuan BRI dalam mencetak laba tidak terlepas dari pertumbuhan kredit, menjaga beban dana, dan menurunnya biaya provisi.

Baca Juga :  Astra Motor Bali Dukung Program Indonesia Youth Road Safety Warriors 2022

Sebagaimana diketahui per Juni 2022, laba bersih BRI secara konsolidasi naik 98,38% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 24,88 triliun.

Bila dibedah lebih lanjut, BRI bersama anak usaha menyalurkan kredit sebesar Rp 1.104,79 triliun atau naik 8,75% yoy. Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama adalah segmen mikro yang naik 15,07% yoy.

Selanjutnya, kredit konsumer tumbuh 5,27% yoy, korporasi naik 3,76% yoy, serta segmen kecil dan menengah bertambah 2,71% yoy. Adapun, portofolio kredit UMKM perseroan tumbuh 9,81% yoy.

Meningkatnya fungsi intermediasi emiten bank bersandi BBRI ini berkontribusi positif terhadap pendapatan bunga yang naik 9,9% yoy. Sementara itu beban bunga turun 18,3% yoy. Sedangkan dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mencatatkan pertumbuhan 3,70% yoy, menjadi Rp 1.136,98 triliun, dengan penopang utama giro dan tabungan yang tumbuh 13,38% yoy.

Baca Juga :  Permintaan Rekomendasi Paspor Meningkat, 215 PMI Sudah Berangkat

Alhasil rasio dana murah atau Current Account Savings Accounts (CASA) bank naik menjadi 65,12%. Terpisah, berkaca dari kinerja BRI pada paruh pertama tahun ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham BBRI dengan target harga Rp 5.350 per saham.

“Karena hasil paruh pertama 2022 BBRI sesuai dengan perkiraan, kami mempertahankan rekomendasi beli dengan TP (target price) tidak berubah sebesar Rp 5.350, berdasarkan target P/B 2,5x,” kata Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo, dalam riset yang dipublikasikan belum lama ini.

Handiman menuturkan kinerja BBRI ke depan masih sangat mungkin bertumbuh di tengah pelonggaran mobilitas masyarakat, sehingga hal tersebut dapat membantu bisnis perseroan bangkit kembali.

“Oleh karena itu, kami berharap BBRI dapat terus membukukan pertumbuhan kredit yang lebih kuat ke depan dan meningkatkan kualitas asetnya,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/