alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Biaya Operasional Pasar Banyuasri Tinggi, Cukai Harian Bakal Naik

SINGARAJA, BALI EXPRESS-PD Pasar Buleleng tengah mengkaji opsi menaikkan cukai harian pedagang di Pasar Banyuasri. Opsi ini muncul lantaran biaya operasional pasar pasca direvitalisasi cukup tinggi. Namun, rencana inipun masih dikonsultasikan dengan Pemkab Buleleng

Dikonfirmasi Jumat (11/12) siang, Direktur Utama PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudi Arsana  menyebut, setelah dikalkulasi, biaya operasional Pasar Banyuasri pasca direvitalisasi khusus untuk biaya istrik saja, mencapai Rp 750 juta per bulan.

Kondisi  ini pun dirasa berat jika masih menerapkan nominal cukai harian yang ditetapkan sejak delapan tahun lalu, sebesar Rp 3.000 per lapak, dan biaya sewa tanah Rp 3.300 per bulan per meter persegi. 

Yudi menyebut, nominal cukai harian sejatinya juga dapat direvisi setiap tiga tahun sekali, mengikuti inflasi daerah. Pihaknya akan mencoba mengonsultasikan rencana kenaikan nominal cukai ini kepada Pemkab Buleleng, sehingga bisa diterapkan saat Pasar Banyuasri mulai beroperasi, serta untuk pasar-pasar lain yang dikekola oleh PD Pasar Buleleng.

Dari hasil penghitungan, cukai harian akan dinaikan menjadi Rp 5 ribu per pedagang. Sedangkan sewa tanah menjadi Rp 4 ribu per meter persegi per bulan. Khusus untuk pedagang musiman bisa mencapai Rp 7 ribu per pedagang per bulan. 

“Tahun depan kami memang ada rencana menaikkan tarif cukai harian karena sudah delapan tahun tidak di breakdown. Kami ambil rata-rata inflasi yang terjadi selama 7 tahun terakhir, sehingga kenaikan tarif mencapai 70 persen,” jelasnya.

Sejauh ini Yudi menyebut pihaknya juga menggunakan penyertaan modal sebagai model pengelolaan pasar. Namun, khusus untuk pengelolaan Pasar Banyuasri, pola ini dinilai tidak memungkinkan, karena akan menyebabkan kerugian yang cukup besar. 

“Kalau pakai pola penyertaan modal, harus ada penyusutan nilai bangunannya. Sedangkan dengan nilai bangunan, kami berpotensi mengalami kerugian karena harus menanggung penyusutan lima persen atau Rp 9 Miliar per tahun. Untuk itu kami juga akan mengusulkan untuk  menggunakan pola Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ucapnya. 

Menurut Yudi, dengan menggunakan pola PKS ini pihaknya tidak lagi menanggung biaya penyusutan bangunan. Di samping itu, Yudi mengaku pihaknya juga telah menyediakan alternatif lain untuk mengefektifkan biaya operasional Pasar Banyuasri.

Khusus untuk listrik, pihaknya akan mengupayakan untuk melakukan penghematan. “Pedagang kan jualan tidak 24 jam. Listrik yang tidak dibutuhkan akan kami matikan,” tutupnya. 

Seperti diketahui Pasar Banyuasri sebelum direvitalisasi menampung sebanyak 1.364 pedagang. Jumlah tersebut terdiri dari 92 orang pedagang di toko, 116 orang pedagang di kios, 729 orang pedagang di los dan pedagang musiman di pasar tumpah sebanyak 427 orang. 

Setelah rampung dibangun, pasar yang terdiri dari tiga lantai ini, pada lantai satu akan disiapkan 200 los basah dan 252 los kering. Sementara di lantai dua, disiapkan 244 los dan 184 unit kios. Sedangkan di lantai tiga disiapkan 8 unit kios kuliner dan areal parkir untuk 136 mobil. Pasar ini nantinya bisa menampung sebanyak 1.448 pedagang, dan dilengkapi dengan lift barang dan lift untuk pengunjung. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-PD Pasar Buleleng tengah mengkaji opsi menaikkan cukai harian pedagang di Pasar Banyuasri. Opsi ini muncul lantaran biaya operasional pasar pasca direvitalisasi cukup tinggi. Namun, rencana inipun masih dikonsultasikan dengan Pemkab Buleleng

Dikonfirmasi Jumat (11/12) siang, Direktur Utama PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudi Arsana  menyebut, setelah dikalkulasi, biaya operasional Pasar Banyuasri pasca direvitalisasi khusus untuk biaya istrik saja, mencapai Rp 750 juta per bulan.

Kondisi  ini pun dirasa berat jika masih menerapkan nominal cukai harian yang ditetapkan sejak delapan tahun lalu, sebesar Rp 3.000 per lapak, dan biaya sewa tanah Rp 3.300 per bulan per meter persegi. 

Yudi menyebut, nominal cukai harian sejatinya juga dapat direvisi setiap tiga tahun sekali, mengikuti inflasi daerah. Pihaknya akan mencoba mengonsultasikan rencana kenaikan nominal cukai ini kepada Pemkab Buleleng, sehingga bisa diterapkan saat Pasar Banyuasri mulai beroperasi, serta untuk pasar-pasar lain yang dikekola oleh PD Pasar Buleleng.

Dari hasil penghitungan, cukai harian akan dinaikan menjadi Rp 5 ribu per pedagang. Sedangkan sewa tanah menjadi Rp 4 ribu per meter persegi per bulan. Khusus untuk pedagang musiman bisa mencapai Rp 7 ribu per pedagang per bulan. 

“Tahun depan kami memang ada rencana menaikkan tarif cukai harian karena sudah delapan tahun tidak di breakdown. Kami ambil rata-rata inflasi yang terjadi selama 7 tahun terakhir, sehingga kenaikan tarif mencapai 70 persen,” jelasnya.

Sejauh ini Yudi menyebut pihaknya juga menggunakan penyertaan modal sebagai model pengelolaan pasar. Namun, khusus untuk pengelolaan Pasar Banyuasri, pola ini dinilai tidak memungkinkan, karena akan menyebabkan kerugian yang cukup besar. 

“Kalau pakai pola penyertaan modal, harus ada penyusutan nilai bangunannya. Sedangkan dengan nilai bangunan, kami berpotensi mengalami kerugian karena harus menanggung penyusutan lima persen atau Rp 9 Miliar per tahun. Untuk itu kami juga akan mengusulkan untuk  menggunakan pola Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ucapnya. 

Menurut Yudi, dengan menggunakan pola PKS ini pihaknya tidak lagi menanggung biaya penyusutan bangunan. Di samping itu, Yudi mengaku pihaknya juga telah menyediakan alternatif lain untuk mengefektifkan biaya operasional Pasar Banyuasri.

Khusus untuk listrik, pihaknya akan mengupayakan untuk melakukan penghematan. “Pedagang kan jualan tidak 24 jam. Listrik yang tidak dibutuhkan akan kami matikan,” tutupnya. 

Seperti diketahui Pasar Banyuasri sebelum direvitalisasi menampung sebanyak 1.364 pedagang. Jumlah tersebut terdiri dari 92 orang pedagang di toko, 116 orang pedagang di kios, 729 orang pedagang di los dan pedagang musiman di pasar tumpah sebanyak 427 orang. 

Setelah rampung dibangun, pasar yang terdiri dari tiga lantai ini, pada lantai satu akan disiapkan 200 los basah dan 252 los kering. Sementara di lantai dua, disiapkan 244 los dan 184 unit kios. Sedangkan di lantai tiga disiapkan 8 unit kios kuliner dan areal parkir untuk 136 mobil. Pasar ini nantinya bisa menampung sebanyak 1.448 pedagang, dan dilengkapi dengan lift barang dan lift untuk pengunjung. 


Most Read

Artikel Terbaru

/