Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Bisnis
icon featured
Bisnis

Deretan Toko di Kawasan Jalan Gajah Mada Ditutup

12 Juli 2021, 21: 51: 04 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Deretan Toko di Kawasan Jalan Gajah Mada Ditutup

RESMI : Selebaran resmi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tabanan, mengenai penutupan tempat usaha masuk kategori non esensial di sepanjang Jalan Gajah Mada, seperti terpantau Senin (12/7). (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Komplek pertokoan di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tabanan, mulai lengang. Deretan toko di jalan protokol tersebut diminta tutup. Khususnya toko-toko yang tidak menjual kebutuhan yang dikategorikan esensial.

Mulai dari toko elektronik, pakaian, kain, sepatu, kosmetik, mainan anak-anak, dan beberapa toko penjual barang-barang yang tidak masuk kebutuhan harian masyarakat.

Senin (12/7), masih ada beberapa toko yang masih buka. Sampai akhirnya, sekitar pukul 10.00 Wita, pemilik toko akhirnya tutup kembali.

Baca juga: Selama PPKM, PLN UID Bali Siagakan 2.456 Personel

Langgar PPKM Darurat, 60 Toko di Teuku Umar Ditutup (I Gede Paramasutha)

Itu berbarengan dengan kedatangan Tim Yustisi yang terdiri dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, Dinas Perhubungan (Dishub).

Sebelumnya, sedari pagi, sebagian toko terlihat memang sudah ada yang tutup. Karena penutupan sudah mulai dilakukan sejak Minggu (11/7). Bahkan, Senin terlihat pada beberapa pintu atau tembok toko terlihat ditempeli selebaran resmi.

Bunyinya, 'Ditutup Sementara Selama PPKM Darurat'. Selebaran itu dipasang Tim Yustisi Pencegahan Covid-19 Tabanan.

Kendati begitu, beberapa toko tetap ada yang buka. Sampai dengan tim yustisi tiba. Mendatangi satu per satu toko yang buka tersebut. Meminta permakluman kepada pemilik untuk menutup sementara toko mereka.

Tapi tidak serta merta dari mereka tutup. Beberapa diantaranya terlihat agak berat hati, menutup toko mereka dengan alasan ekonomi. Ada juga yang membandingkannya dengan para pedagang di tengah pasar. Yang menjual dagangan sama.

“Kami di luar ditutup. Terus pedagang pakaian di tengah pasar kenapa boleh?” celetuk seorang pedagang pakaian di pinggiran Jalan Gajah Mada sembari mendorong pintu dorong tokonya.

“Kalau tidak boleh buka toko, ya kami tutup. Kami tunggu pembeli di luar saja. Kalau ada yang belanja kami buka,” sahut pedagang lainnya.

Situasi dilematis ini rupanya tidak membuat penutupan toko atau kegiatan masyarakat non esensial lainnya berhenti. Tim Yustisi tetap meminta agar penutupan toko sementara dilakukan. Sampai PPKM Darurat selesai pada 20 Juli 2021 mendatang.

Selesai di Jalan Gajah Mada, tim tersebut bergeser ke Kecamatan Kediri. Melakukan hal yang sama. Dan kata Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba, kegiatan penutupan sementara ini sudah berjalan sejak Minggu (11/7).

“Kemarin itu, Minggu (11/7) malam, baru 60 toko. Siangnya belum bisa karena kami perlu buat selebaran resminya,” jelas Sarba.

Diakuinya, penutupan sementara ini belum banyak toko atau tempat usaha yang masuk kategori non esensial yang masih buka. Karena itu, pihaknya melanjutkan kegiatan penutupan bersama jajaran lainnya yang tergabung dalam Tim Yustisi Pencegahan Covid-19.

“Jadi, selama PPKM Darurat ini kami akan terus turun memantau. Kami berharap toko-toko atau tempat usaha yang masuk kategori non esensial tutup sementara. Tidak beroperasi. Agar maklum. Dan ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali dan Instruksi Mendagri,” sebutnya.

Dia mengakui, banyak pedagang yang mempertanyakan pengkategorian yang membuat tempat usaha mereka harus tutup sementara. “Kami paham sekali situasi sulit saat ini. Tetapi akan lebih berbahaya jika ini dibiarkan,” pungkasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia